TERJEMAHAN QS. YASIN AYAT 6-12

Bahwa Al-quran diturunkan kepada kaum Quraisy dimana nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan karena sejak zaman Nabi Ismail sampai zaman Nabi Muhammad tidak pernah ada Nabi di Makkah, sehingga mereka menjadi lalai dan tidak mengetahui tentang hukum agama sama sekali.

QS. Yaasin ayat 7

Maksudnya adalah bahwa kepastian azab pasti akan menimpa orang-orang kafir karena Allah SWT telah mengetahui sejak zaman azali bahwa mereka seperti Abu Jahal, Utbah, Syaibah dan teman-temannya tidak mungkin akan beriman. Maka firman Allah SWT ini menjadi penegasan akan kekafiran mereka bahwa mereka tidak mungkin bertauhid dan beriman ( dan ini terbukti Abu Jahal dan kawan-kawannya mati kafir dalam perang badar).

QS. Yaasin ayat 8

Ayat ini menjadi gambaran bahwa orang yang tidak beriman dan menyombongkan diri keadaannya sangat mengerikan dan itulah keadaan mereka di Neraka Jahanam.

QS. Yaasin ayat 9

Ayat ini dalam sebuah riwayat juga menggambarkan keadaan Abu Jahal dan teman-temannya dari Bani Makhzum. Abu Jahal bersumpah bahwa apabila dia melihat Nabi Muhammad SAW sedang sholat maka dia akan menimpakan batu besar ke kepala Nabi. Maka dia mendatangi Nabi Muhammad yang sedang sholat, ketika Abu Jahal hendak mengangkat batu maka mendadak tangannya terbelenggu di lehernya dan melekatlah batu itu di tangan Abu Jahal. Kemudian ketika dia kembali kepada teman-temannya lepaslah batu itu.

Maka berdirilah seorang lelaki dari Bani Makhzum, dia berkata akan membunuh Nabi Muhammad dengan batu itu. Lelaki itu mendatangi Nabi ketika Nabi sedang sholat. Maka ketika lelaki itu hendak melemparkan batu itu, Allah SWT membutakan penglihatannya sehingga dia hanya bisa mendengar suara Nabi. Kemudian diapun kembali kepada teman-temannya. Bahkan dia tidak Lalu mereka bertanya, “Apa bisa melihat teman-temannya sampai mereka memanggilnya. Yang telah kamu lakukan?”. Lelaki itu menjawab, “aku tidak bisa melihatnya, aku hanya bisa mendengarnya. Dan ada sesuatu yang menghalangi aku dengan dia seperti seekor anak sapi yang selalu mengusirku ketika aku mendekati Muhammad, bahkan anak sapi itu seperti ingin memakanku.”

QS. Yaasin ayat 10

Telah ditetapkan dalam ilmunya Allah bahwa orang-orang kafir itu akan mati dalam keadaan kafir, tidak akan mungkin beriman bahkan mereka pasti akan masuk Neraka. Maka dakwah Nabi Muhammad akan menjadi hujjah agar mereka di Neraka tidak bisa mengelak dari kesalahannya dan mereka tidak memiliki alasan di hadapan Allah.

QS. Yaasin ayat 11

Maksudnya, “Ya Muhammad, peringatanmu dengan Al-quran tidak akan bermanfaat kecuali bagi orang yang beriman kepada Allah SWT dan kepada risalahmu. Maka barang siapa yang mengikuti hukum Al-quran dan Hadits serta selalu mengingat Allah dengan hati dan lisanmu dalam keadaan tidak ada makhluk yang melihatnya dan takut kepada azab yang ghoib yang telah digambarkan dalam Al-quran dan hadits, maka barang siapa yang memiliki sifat seperti ini Allah SWT akan memberi kabar gembira kepadanya bahwa Allah SWT akan mengampuni seluruh dosanya dan Allah SWT akan memasukkannya ke surga dan memberinya pahala yang besar.

QS. Yaasin ayat 12

Maksudnya adalah bahwa kami akan membangkitkan manusia di hari kiamat atau di alam kubur untuk menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar dan Nakir atau kami akan membangunkan hati manusia disebabkan oleh dakwahmu Muhammad. Kami memerintahkan Malaikat Rokib dan Atit untuk mencatat seluruh amal manusia dari amal-amal baik maupun amal-amal buruk. Bahkan disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas RA tentang sebab turunnya ayat ini adalah karena ada qobilah dari kaum ansor yang mengadu kepada Nabi Muhammad tentang jauhnya rumah mereka dari masjid, sehingga mereka ingin membangun rumah yang dekat dengan masjid. Maka Allah SWT menurunkan ayat ini yang maksudnya adalah bahkan setiap langkah mereka menuju masjid dari rumah yang jauh itu pahalanya lebih besar daripada langkah orang yang lebih dekat dari masjid. Rosuullah SAW bersabda, “Ingatlah akan aku kabarkan kepada kamu semua tentang sesuatu yang dapat menghapus kesalahan dan dapat meninggikan derajat yaitu menyempurnakan wudhu meskipun berat, banyaknya langkah menuju masjid dan menunggu sholat setelah sholat.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Yang paling banyak pahalanya dari manusia adalah yang paling jauh langkahnya menuju masjid dan orang yang menunggu sholat (subuh) setelah sholat (tahajud) sehingga dia bisa sholat berjamaah dengan imam itu lebih besar pahalanya daripada orang yang sholat (tahajud) kemudian tidur kemudian sholat (subuh).

Dan  disebutkan  dari  kitab  tafsir  yang  lain,  bahwa  maksud  dari”ْﻢ اٰﺛَﺎَرُﻫ/ jejak-jejak mereka” adalah perbuatan yang baik yang diikuti oleh generasi berikutnya. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang merintis perbuatan yang baik maka dia akan mendapatkan   pahalanya    dan   pahala    orang    yang    mengikuti/mengamalkannya,    tanpa mengurangi pahala orang yang mengikuti tersebut. Dan barangsiapa merintis sesuatu perbuatan jahat maka dia akan mendapatkan dosa darinya dan dari dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa orang yang mengikuti tersebut.” Dan setiap amal manusia akan tercatat dan tersimpan, maksudnya tidak ada amal baik maupun amal buruk sekecil apapun yang luput dalam pandangan Allah SWT. Semuanya akan tercatat dan tersimpan dengan baik di Lauhul Mahfudz.

    Leave Your Comment Here