TERJEMAHAN KITAB WASHOYA PEMBELAJARAN 2 & 3

TENTANG WASIAT TAQWA KEPADA ALLAH

Wahai anakku, sesungguhnya Tuhanmu mengetahui apa yang kamu simpan di dalam hatimu dan yang kamu perlihatkan dengan lisanmu dan melihat seluruh perbuatanmu, maka bertaqwalah kepada Allah.

Wahai anakku, dan takutlah , Dia melihat kamu disuatu keadaan yang tidak diridhoi-Nya. Takutlah bila Tuhanmu sampai murka kepadamu, Dia yang menciptakanmu, yang memberimu rizki, dan memberimu akal yang kamu gunakan dalam tingkahmu, bagaimana keadaanmu bila ayahmu melihatmu dan kamu melakukan sesuatu yang ia larang? Apakah  kamu tidak takut ayahmu melihatmu, dan kamu melakukan sesuatu yang ia larang? Apakah kamu tidak  takut ayahmu akan memberatkan hukuman kepadamu? Maka sebaiknya begitulah sikapmu kepada Allah, karena sesungguhnya Allah melihatmu, meskipun kamu tidak melihatnya, maka janganlah meninggalkan sesuatu yang ia perintahkan dan janganlah menerjang sesuatu yang ia larang.

Wahai anakku, sesungguhnya Tuhanmu sangat kuat siksanya, maka takutlah.

Wahai anakku, dan hindarilah siksa dan murkaNya. Dan janganlah terbujuk akan sifat sabarnya, Karena sesungguhnya Allah mengakhirkan orang dzolim, sehingga ketika Allah mengambilnya maka tidak akan melepaskannya.

Wahai anakku, sesungguhnya dalam taat kepada Allah terdapat kenikmatan dan ketenangan yang tak dapat diketahui kecuali dengan mencoba, maka wahai anakku, gunakanlah  ketaatan pada Tuhanmu sebagai uji cobadalam beberapa hari, supaya kamu mendapatkan kenikmatan ini, merasakan ketenangan ini, dan kamu tahu keikhlasan nasehatku.

Wahai anakku, sesungguhnya kamu akan menemui rasa berat atas dIrimu saat pertama kali taat kepada Allah, maka tanggunglah  rasa berat ini dan bersabarlah, sehingga taat itu disisimu menjadi kebiasaan yang kamu lakukan.

Wahai anakku, lihatlah dirimu ketika berada dibangku  sekolah, kamu belajar membaca menulis, dan diperintah menghafal Al-Qur’an yang mulia, bukankah waktu itu kamu tidak suka sekolahan dan guru, sedangkan kamu berharap bebas, maka inilah kamu sekarang, kamu telah sampai pada derajat yang kamu ketahui, yang  merupakan faedah sabar terhadap belajar di sekolah. Dan kamu tahu bahwa gurumu itu berusaha demi kebaikanmu .

Wahai anakku, dengarkan nasehatku dan bersabarlah terhadap taat kepada Allah, sebagaimana kamu sabar terhadap belajar di sekolah dan kamu akan tahu faedah nasehat ini dan akan nampak jelas bila pertolongan ilahi menolongmu dalam melaksanakan nasehat gurumu. Wahai anakku, janganlah mengira bahwa taqwa kepada Allah adalah shalat, puasa, dan ibadah-ibadah seperti keduanya saja, sesungguhnya taqwa kepada Allah itu masuk dalam segala hal. Bertaqwalah kepada Allah dalam beribadah kepada-Nya, janganlah kamu meninggalkannya. Bertaqwalah kepada Allah dalam  teman-temanmu, jangan kamu sakiti satupun dari mereka. Bertaqwalah kepada Allah dalam negaramu, jangan kamu khianati dan jangan sampai dikuasai musuh. Bertaqwalah kepada Allah dalam dirimu jangan kamu sia-siakan kesehatanmu dan jangan berperilaku kecuali dengan perilaku yang mulia.

Wahai anakku, Rasulullah SAW, bersabda :” Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada dan iringilah kejelekan dengan kebaikan maka akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.

HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH DAN RASUL-NYA

Wahai anakku, sesungguhnya Allah yang  maha banyak berkahnya lagi maha luhur telah menciptakanmu dan menyempurnakan berbagai nikmatnya padamu baik lahir maupun batin, tidaklah  kamu  sadari, sesungguhnya awal dirimu hanyalah setetes air mani yang memancar ke rahim ibumu dan atas curahan nikmat serta rahmat tuhanmu  kamu lahir dari kandungan ibumu sebagai anak manusia yang sempurna. Allah menganugerahi dirimu dengan lisan sehingga kamu dapat berbicara, telinga sehingga dapat mendengar, mata sehingga dapat melihat, dan akal sehingga engkau dapat mengetahui sesuatu yang membahayakan dan bermanfaat bagimu, sesuai dengan Firmannya :

QS. An-Nahl : 78

Artinya :“Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia menjadikan untukku  pendengaran, peglihatan, dan hati agar kamu bersyukur”. (QS. An-Nahl : 78).

Bukankah  Allah  yang  telah  memberimu  beberapa nikmat sebagai anugerah dan kebaikan berkuasa mencabut kembali nikmat itu bila kamu melakukan perbuatan yang menyebabkan murka-Nya.

Wahai anakku, kewajiban yang pertama terhadap Allah penciptamu yang maha luhur dalam segala hal adalah mengetahui sifat-sifat-Nya yang sempurna, dan bersungguh-sungguh taat kepada-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan yakin dengan keyakinan yang mantap bahwa kebaikan itu ada didalam perkara yang Allah pilihkan untukmu, bukan perkara yang kamu pilih untuk dirimu sendiri, jangan ikuti hawa nafsu, melakukan hal-hal yang tidak berguna, dan  taat kepada makhluk baik mulia atau hina sehingga menghalangi untuk taat dan beribadah kepada Tuhanmu.

Wahai anakku, sebagian dari kasih sayang Allah pada hamba-Nya adalah dengan mengutus beberapa Rasul ( Shalawat serta salam tercrurah kepada para utusan) untuk memberi petunjuk kepada manusia melakukan  kebaikan baik urusan agama atau dunia. Dan utusan terakhir adalah junjungan kita  Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthollib, berkebangsaan arab keturunan Hasyim. (Semoga Allah mencurahkan shalawat salam kepada beliau). Sebagaimana kamu wajib taat pada Allah yang telah menciptakanmu, wajib pula bagimu taat pada Rasul-Nya SAW.

QS. Al Fath : 17

“Barang siapa taat pada Allah dan Rasul-Nya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan barang siapa berpaling maka Allah akan menyiksanya dengan siksa yang pedih”. ( QS. Al Fath : 17).

Wahai anakku, sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah berbicara mengikuti hawa nafsu, setiap perintahnya berdasarkan wahyu dari Tuhan karena itu, taat kepada Rasulullah merupakan bagian dari taat kepada Allah yang maha bijaksana.

QS. Al Imron : 31

“katakan, jika kamu menciptakan Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosamu, Allah maha pengampun bagi maha penyanyang”. ( QS. Al Imron : 31).

Wahai anakku, tidak sempurna iman seorang hamba sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sekalian, sehingga aku lebih ia cintai dari pada orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya.

    Leave Your Comment Here