TERJEMAHAN KITAB WASHOYA PELAJARAN PERTAMA, NASEHAT GURU KEPADA MURIDNYA-AL QUR’AN HADIST 7

Wahai anakku, semoga Allah menunjukkan kamu pada amal sholih, sesungguhnya engkau bagiku bagaikan anak bagi ayahnya.

Aku senang jika melihatmu sehat badannya, cerdas otaknya, bersih hatinya, mulia akhlaknya, menjaga tata krama, jauh dari perkataan buruk, lembut pergaulannya, disukai teman, menyayangi orang fakir, belas kasihan kepada orang-orang yang lemah, memaafkan  kesalahan dan  perbuatan buruk, tidak meninggalkan shalat, dan  tidak mensia-siakan ibadah kepada Tuhanmu.

Wahai anakku, bila kamu  mau menerima nasehat orang lain, maka akulah orang yang paling berhak kamu  terima nasehatnya, aku adalah gurumu, pengajarmu, dan pendidik ruhmu. Kamu tidak akan menemukan orang yang lebih menginginkan kemanfaatan dan kebaikanmu dari pada aku.

Wahai anakku, aku bagimu adalah penasehat yang dapat dipercaya, maka terimalah nasehat-nasehat yang aku berikan kepadamu, dan laksanakan nasehat itu saat dihadapanku, saat bersama teman-temanmu dan saat kamu sendiri.

Wahai anakku, bila kamu  tidak  melaksanakan nasehatku  saat  sendirianmu, maka sedikit sekali kamu melaksanakan nasehat itu saat bersama teman-temanmu.

Wahai anakku, bila kamu  tidak  menjadikan aku sebagai panutan, maka siapa yang kamu anut? Dan untuk apa kamu menyulitkan dirimu duduk dihadapanku?

Wahai anakku, sesungguhnya guru itu tidak berharap dari muridnya kecuali menjadi seorang yang baik yang beradab. Maka apakah kamu bahagia bila guru dan pendidikmu tidak ridho kepadamu dan tidak berharap akan kebaikanmu?

Wahai anakku, aku senang kebaikan bagimu, maka bantulah aku untuk menyampaikan kebaikan kepadamu, dengan mentaati dan melaksanakan akhlak mulia yang aku perintahkan kepadamu.

Wahai anakku, akhlak yang baik adalah perhiasan  manusia bagi dirinya, teman-temannya dan bagi keluarganya, maka jadilah kamu orang yang baik akhlaknya, maka orang-orang akan memuliakanmu dan menyanyangimu.

Wahai anakku, bila kamu  tidak berhias dengan akhlaknya muliamu, maka ilmumu lebih membahayakanmu daripada kebodohanmu, karena sesungguhnya orang bodoh itu bisa dimaklumi karena kebodohannya dan tidak ada alasan bagi orang alim bila tidak berhias dengan akhlak-akhlak yang mulia.

Wahai anakku, jangan tergantung pada pengawasanmu karena sungguh pengawasanmu terhadap dirimu itu lebih utama dan lebih bermanfaat bagimu daripada pengawasanku padamu.

Wahai anakku, Rasulullah SAW bersabda :”Sesungguhnya Allah memurnikan agama ini untuk diri-Nya, dan tidak layak untuk agama kalian kecuali dermawan dan akhlak mulia, maka hiasilah agama kalian dengan keduanya.

    Leave Your Comment Here