TATA SURYA- IPA 7

Gambar 1. Tata Surya

Assalamualaikum Wr Wb…Hai kalian semua apa kabarnya? Mudah-mudahan Ananda dalam keadaan sehat walafiat. Semoga di bulan ramdahan ini kita senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah Amiin Allohumma Amiin.

Pada pertemuan ini, kalian akan mempelajari Sistem Tata Surya mulai dari mengenal anggota tata surya kita peserta karakteristiknya, menjelaskan pergerakan benda-benda langit serta dampaknya bagi kehidupan kita di bumi, dan menjelaskan fenomena benda langit yang terjadi di tata surya kita.

Kekaguman Ananda juga dapat bertambah besar kepada Sang Pencipta, dengan memahami betapa luasnya alam semesta yang sudah diciptakan.

Bima Sakti adalah galaksi spiral yang besar, yang di dalamnya terdapatlah Tata Surya kita, tempat planet Bumi beredar mengelilingi matahari. Coba Ananda lihat gambar diatas. Pada gambar tersebut Ananda melihat beberapa cahaya-cahaya bintang di langit, matahari sama seperti bintang- bintang tersebut yang mengisi galaksi kita ini, posisi matahari kita sedikit di tepi pusat galaksi, di tempat lain galaksi bimasakti ini biasa disebut milky way. Dari bumi, Bima Sakti tampak pada langit malam yang cerah dan bebas polusi cahaya sebagai kabut putih kelabu memanjang mengitari busur langit dengan bagian tengahnya terdapat alur gelap.

1. TATA SURYA

Benda-benda kecil bersinar yang Ananda lihat di malam hari tidak semuanya adalah bintang, Mungkin salah satu diantaranya adalah planet Venus, Mars, bahkan Jupiter dan Saturnus dapat Ananda lihat secara langsung oleh mata. Seorang pengamat harus bisa membedakan penampakan planet dan bintang di langit malam. Bagi mata orang awam, seluruh obyek tampak sama, berupa titik cahaya yang bertebaran di langit dan secara umum disamakan sebagai “bintang”. Sebelum Ananda bisa membedakan planet dan bintang di malam hari sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan mendasar antara bintang dan planet. Bintang dapat memancarkan cahayanya sendiri sedangkan planet tidak dapat memancarkan cahanya, Cahaya yang terlihat pada planet merupakan pantulan cahaya dari matahari, matahari sendiri merupakan salah satu dari bintang.

Matahari merupakan salah satu bintang, planet bumi kita dan planet lainnya  berputar mengelilingi matahari sebagai pusat. Selain planet, benda-benda langit seperti bulan dan satelit lainnya, komet, meteoroid, asteroid, planet kerdil dan benda langit lainnya yang mengelilingi.

Tata surya adalah sistem interaksi benda-benda langit yang terdiri atas Matahari sebagai pusatnya dengan benda-benda langit yang mengelilingi Matahari

2. LOKASI TATA SURYA

Planet bumi merupakan anggota dari tata surya (solar system), dimana matahari sebagai pusatnya. Matahari kita berada pada sebuah galaksi yang disebut Bima Sakti tepatnya berada pada lengan Orion atau jalur Orion (Orion Spur), yang berada di tepi galaksi. Matahari bersama seluruh planet dan benda-benda kecil di tata surya kita memerlukan waktu sekitar 226 juta tahun untuk sekali mengitari pusat galaksi, dari satu titik ke titik awal tersebut.

Gambar 2. Lokasi Tata Surya
Sumber : SainsPOP.com
3. ANGGOTA TATA SURYA

Anggota Tata Surya diantaranya adalah 8 planet (termasuk bumi) yang mengitari matahari, satelit (termasuk bulan) yang mengitari planet-planet tersebut, sabuk Asteroid, sabuk Kuiper, planet kerdil, meteorioid, dan komet.

Gambar 3. Anggota Tata Surya
Sumber: GoConqr.com
a. Matahari

Matahari meupakan pusat tata surya dimana anggota tata surya memengelilingi dan membentuk suatu keteraturan di dalamnya. Anggota-anggota tata surya bergerak mengelilingi dalam masing- masing lintasan (orbit) yang teratur. Planet – planet mengelilingi matahari dengan orbit berbentuk elips. Matahari adalah bintang yang berupa bola gas panas dan bercahaya yang menjadi pusat sistem tata surya. Tanpa energi intens dan panas Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi. Jarak Matahari dari bumi sekitar 150 juta kilometer, yang disepakati sebagai 1 SA (Satuan Astronomi). Matahari merupakan bola gas yang mempunyai suhu pada pusatnya sekitar 15.000.000 oC dan suhu permukaan sekitar 6.000 oC. Matahari memiliki 4 lapisan, yaitu sebagai berikut.

Gambar 4. Bagian-Bagian Matahari
Sumber : http://blogmipa-geografi.blogspot.co.id
  1. Inti Matahari, memiliki suhu sekitar 1,5 x 107 oC yang cukup untuk mempertahankan fusi termonuklir yang berfungsi sebagai sumber energi Matahari. Energi dari inti akan diradiasikan ke lapisan luar Matahari dan kemudian sampai ke ruang angkasa.
  2. Fotosfer, memiliki suhu sekitar 6.000 Kelvin, dengan ketebalan sekitar 300 km. Melalui fotosfer, sebagian besar radiasi Matahari ke luar dan terdeteksi sebagai  sinar Matahari yang kita amati di Bumi. Di dalam fotosfer terdapat bintik Matahari, yaitu daerah dengan medan magnet yang kuat dan dingin serta lebih gelap dari wilayah sekitarnya.
  3. Kromosfer, memiliki suhu sekitar 4.500 Kelvin dan ketebalannya 2.000 km. Kromosfer terlihat seperti gelang merah yang mengelilingi Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.
  4. Korona, merupakan lapisan terluar Matahari dengan suhu sekitar 1.000.000 Kelvin dan ketebalannya sekitar 700.000 km. Memiliki warna keabu-abuan yang dihasilkan dari ionisasi atom karena suhu yang sangat tinggi. Korona terlihat seperti mahkota dengan warna keabu-abuan yang mengelilingi Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.
b. Planet
1) Pengelompokan Planet

Matahari dikelilingi oleh 8 buah planet diantaranya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Kedelapan planet tersebut dikelompokan berdasarkan posisi terhadap bumi, berdasarkan pembatas asteroid dan ukuran dan komposisi penyusunnya.

Gambar 5. Pengelompokan planet berdasarkan posisinya terhadap Bumi
Sumber: slideplayer.info
Gambar 6.  Pengelompokan planet berdasarkan posisinya sabuk Asteroid
Sumber: Slideplayer.info
Gambar 7. Pengelompokan planet berdasarkan ukuran dan komposisi penyusunnya
Sumber: slideplayer.info
2) Karakteristik Planet

Setiap planet memiliki karakteristiknya masing-masing yang ditunjukan oleh tabel sebagai berikut:

Karakteristik Planet-Planet

Merkurius

Planet ini mempunyai ukuran kecil dengan massa 3,3 x 1023 kg dan diameter sekitar 4.879 km serta hampir tidak mempunyai atmosfer, sehingga angkasanya terlihat gelap.  Jaraknya  dari   Matahari sekitar 58 juta km. Karena tidak mempunyai atmosfer maka suhu di Merkurius sangat ekstrim, pada siang hari suhunya mencapai 427oC dan pada malam hari suhunya mencapai −184oC. Merkurius bergerak mengelilingi Matahari dengan cepat, sehingga hanya memerlukan 58 hari untuk satu kali orbit. Sedangkan kala rotasinya 59 hari. Merkurius sering disebut bintang fajar karena terkadang terbit dan terlihat di pagi.

Sumber: @Solarsystem&earth.beyond
Venus

Venus dikenal sebagai bintang fajar atau bintang senja yang terlihat sangat terang. Hal ini disebabkan karena atmorfernya sangat pekat sebagian besar berupa karbon dioksida dan awan putih sebagai akibat pembakaran asam sulfat panas. Ukuran venus hampir sama dengan bumi, diameternya sekitar 12.100 km dengan massa 4,9 x 1024 kg dan jaraknya dari Matahari sekitar 108 juta km. Suhu di Venus relatif stabil pada siang dan malam hari yaitu sekitar 482oC lebih panas dibandingkan merkurius karena atmosfirnya padat dan diselimuti awan tebal sehingga terjadi efek rumah kaca yang sangat ekstrim. Planet ini memerlukan waktu 225 hari untuk satu kali orbit mengelilingi Matahari, sedangkan kala rotasinya 243 hari.

Sumber: reddit.com
Bumi

Bumi dikenal sebagai planet biru karena sebagian besar permukaannya berupa air. Bumi memiliki atmosfer yang memungkingkan mahluk hidup dapat hidup di planet ini. Diameter bumi sekitar 12.700 km dengan massa 6 x 1024 kg dan jarak bumi terhadap Matahari sekitar 150 juta km atau sering disebut dengan 1 SA. Untuk satu kali orbit mengelilingi Matahari, Bumi memerlukan waktu 1 tahun (365,25 hari). Sedangkan kala rotasinya 24 jam. Bumi memiliki sebuah satelit alami yang disebut Bulan.

Sumber: dailymail.co.uk
Mars

Planet mars mempunyai permukaan berupa batu-batuan yang mengandung besi oksida sehingga Mars disebut juga sebagai planet merah, mempunyai kutub es dan gunung berapi yang aktif seperti bumi. Gunung berapi terbesar bernama gunung olympus. Hasil penyelidikan Viking 1 dan Viking 2 diperoleh tanda-tanda kehidupan di mars pada masa lalu. Suhu rata-rata di mars −55oC. Diameter planet ini sekitar 6.800 km dengan massa 6,4 x 1023 kg. Kala revolusi terhadap Matahari 687 hari, sedangkan kala rotasinya 24,6 jam. Mars memiliki dua satelit yaitu Phobos dan Deimos.

Sumber: @Solarsystem&earth.beyond
Jupiter

Jupiter merupakan planet terbesar dengan diameter 142.860 km dan massa 1,9 x 1027 kg. Jaraknya terhadap Matahari sekitar 778 juta km. revolusinya 12 tahun dan kala rotasinya 9,8 Jam. Jupiter mempunyai atmosfer yang terdiri dari Hidrogen dan Helium, mempunyai awan amoniak dan kristal es yang berputar kencang dalam atmosfer dengan kelajuan 200 mil per jam. Cincin Jupiter sangat samar karena sebagian besar berupa kristal halus. Jupiter mempunyai 63 satelit diantaranya Io, Europa, Ganymede dan Calisto.

Sumber: apod.nasa.gov
Saturnus

Saturnus mempunyai diameter 120.000 km dengan massa 5,7 x 1026 kg. Angkasanya diselimuti oleh sabuk awan yang kaya akan hidrogen dan dapat memantulkan  sinar Matahari dan suhu  dipermukaan −170oC. Jarak Saturnus dari Matahari kira-kira 1.428 juta km. Saturnus dikenal sebagai planet yang mempesona karena mempunyai cincin yang berlapis terdiri dari kristal es yang lebarnya 402.000 km dan tebalnya 15 km. Kala revolusi planet ini 29,5 tahun dan  kala  rotasinya 10  jam  36  menit. Mempunyai 62 satelit, yang terkenal adalah Titan.

Sumber: en.wikipedia.com
Uranus

Uranus sangat berbeda dengan planet lain karena sumbu rotasinya sebidang dengan bidang edarnya. Planet Uranus ditemukan oleh Wiliam Herschel tahun 1781. Planet ini berselubung kabut tebal yang terdiri dari gas metan. Massanya sebesar 8,7 x 1025 kg dengan diameter 51.118 km dan jaraknya terhadap Matahari kira-kira 2.870 juta km. Mempunyai kala revolusi 84 tahun dan kala rotasinya 17 jam 14 menit. Uranus mempunyai 27 satelit diantaranya Miranda, Ariel, Umbreil, Titania dan Oberon. Planet Uranus juga ditemukan memiliki cincin, namun seperti halnya cincin Jupiter, cincin Uranuspun sulit  untuk diamati dikarenakan ukurannya yang tipis.

Sumber: @Solarsystem&earth.beyond
Neptunus

Jarak Neptunus dari Matahari kira-kira 4.500 juta km dengan kala revolusi 165 tahun dan kala rotasinya 15 jam 48 menit. Diameternya 49.600 km dengan massa 1,02 x 1026 kg. Suhu dipermukaan Neptunus kira-kira −120oC. Keadaan planet Neptunus hampir sama dengan planet uranus sehingga sering disebut planet kembar. Uranus mempunyai cincin tetapi sangat tipis. Jumlah satelit yang dimiliki sebayak 13 buah diantaranya Triton dan Nereid.

Sumber: @Solarsystem&earth.beyond
3) Sabuk Asteroid dan Sabuk Kuiper

Sabuk Asteroid dan Sabuk Kuiper berasal puing-puing yang merupakan sisa material yang tidak terbentuk jadi planet, pada pembentukan Tata Surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Sabuk Asteroid berada di antara orbit Mars dan Jupiter, Sedangkan Sabuk Kuiper berada di bagian terjauh tata surya. Sabuk Kuiper lebih dingin dan lebih beku dibandingkan.

a. Asteroid dan Meteorid

Asteroid terbentuk dari objek yang tersisa dari pembentukan tata surya. Ketika gas dan debu bergabung dengan matahari maka beberapa material akan bergabung dan menjadi batuan terestrial dan menjadi planet gas yang turut mengelilingi matahari. Debu yang lebih kecil lagi dan tidak mampu menjadi planet akan menjadi asteroid. Asteroid ini bisa berasal dari Sabuk Asteroid maupun Sabuk Kuiper.

Benda langit lainnya yakni meteoroid yang berasal dari pecahan asteroid. Terkadang saat sedang melakukan orbit, asteroid satu dan yang lainnya bisa saja saling bertabrakan dan mengakibatkan beberapa bagiannya pecah. Pecahan tersebutlah yang selanjutnya kita kenal dengan meteoroid. Peristiwa meteorid yang terpengaruh gravitasi bumi disebut meteor yang kemudian memasuki atmosfer bumi biasa disebut bintang jatuh, sisa meteorid yang sampai ke bumi disebut meteorit.

b. Komet

Komet atau biasa disebut bintang berekor merupakan anggota sistem tata surya kita yang mempunyai lintasan sangat lonjong. Benda- benda ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi, secara umum perihelion-nya terletak di planet-planet bagian dalam dan letak aphelionnya lebih jauh dari Pluto. Komet berasal dari bahasa Yunani Komet yang berarti rambut. Komet tersusun atas senyawa-senyawa amonia, metana, air dan silikat yang biasanya dikenal sebagai es volatil. Bagian komet terdiri dari kepala yang merupakan bagian padat dan ekor komet yang berupa gas yang selalu menjauhi Matahari dan berubah-ubah ukurannya. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya bagian dalam, dekatnya jarak dari Matahari menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi, yang menghasilkan ekor gas dan debu panjang, yang sering dapat dilihat  dengan mata telanjang.

Tinggalkan Balasan ke Muhammad Eka Arfandi Batalkan balasan