SEL BAGIAN TERKECIL DARI ORGANISME/MAKHLUK HIDUP IPA-7

Sel merupakan bagian struktural dan fungsional terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Meskipun berada pada tingkatan terendah dalam hierarki organisasi kehidupan, sel masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Artinya, sel mampu menjalankan fungsi layaknya makhluk hidup yaitu melaksanakan proses metabolism, mengalami pertumbuhan dan perkembangan, serta melakukan proses reproduksi untuk melestarikan jenisnya.

Begitu kecilnya ukuran sel, maka sel hewan maupun tumbuhan tidak dapat dilihat atau diamati secara jelas hanya dengan menggunakan mata telanjang. Untuk melakukan pengamatan terhadap sel baik hewan maupun tumbuhan membutuhkan alat bantu yang berupa mikroskop.

Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang pada saat itu melalui pengamatan mikroskop majemuk dia melihat dinding sel kosong yang melingkupi sel-sel mati pada gabus yang berasal dari tumbuhan. Berikut ini merupakan contoh gambar sel tumbuhan dan hewan yang diamati melalui alat mikroskop dengan pembesaran yang sangat kuat.

Sel Hewan

Dari hasil pengamatan tersebut dapat dilihat bahwa sebuah sel terdiri dari sel bagian luar yang meliputi dinding sel dan selaput sel serta bagian dalam terdiri dari protoplasama dan inti sel. Sel hewan dan tumbuhan memiliki persamaan dan perbedaan dikarenakan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Secara umum struktur sel terdiri dari membran (selaput) sel dan dinding sel, inti sel (nukleus) serta protoplasma yang terdiri dari nukleoplasma dan sitoplasma, nukleoplasma adalah cairan yang ada pada inti sel, sedangkan sitoplasma cairan yang berada antara membran sel dan inti sel yang di dalamnya terdapat organel-organel sel yang berfungsi berbeda-beda. Berikut struktur, organel- organel sel dan fungsinya:

  1. Membran (Selaput) Sel dan Dinding Sel

a. Dinding sel

  • Hanya terdapat pada sel tumbuhan
  • Bersifat kaku, sehingga memberi bentuk pada sel
  • Melindungsi seluruh isi sel.

b. Membran (selaput) sel membungkus seluruh isi sel, berfungsi untuk

  • Melindungi seluruh isi sel
  • Bersifat semipermiabel, hanya bisa dilalui air dan zat-zat tertentu yang terlarut
  • Bersifat untuk mengatur transportasi zat-zat dari sel yang satu ke sel yang lainnya.

2. Sitoplasma

Merupakan koloid yang mengisi seluruh bagian sel. Di dalam sitoplasma selain terlarut zat makanan dan zat-zat lainnya, juga terdapat organel-organel sel yang memiliki fungsi masing- masing. Adapun organel-organel sel tersebut antara lain:

a. Vakuola organel sel yang berisi garam organik dan zat hasil metabolit sekunder serta    berisi enzim dan butir pati. Organel ini ditemukan di sel tumbuhan. Fungsi vakuola adalah sebagai penyimpan cadangan makanan, penyimpan sisa metabolism dan membangun turgor sel. Vakuola pada sel hewan cenderung sangat kecil dimana keberadaannya sering tidak diperhatikan, sedangkan vakuola pada sel tumbuhan sangat besar.

b. Peroksisom adalah organel sel yang memiliki membran tunggal dan bentuknya mirip seperti lisosom. Peroksisom berasosiasi dengan glioksisom membentuk badan mikro. Pe- roksisom ditemukan di sel hewan dan tumbuhan sedangkan glioksisom hanya ditemukan di sel tumbuhan. Organel peroksisom mengandung berbagai enzim untuk membentuk pe- roksida (H2O2). Fungsi peroksisom adalah penghasil enzim katalase untuk menguraikan peroksida.

c. Retikulum endosplasma adalah organel sel yang memiliki membran ganda dengan bentuk seperti jala yang berdekatan dengan inti sel. Retikulum endoplasma memiliki dua tipe yakni Retikulum endoplasma kasar (REK) yang mana permukaannya terdapat riboson dan Retikulum endoplasma halus (REH) yang tidak terdapat ribosom. Fungsi Retikulum en doplasma adalah sebagai pengangkut protein, tempat sintesis protein, dan transportasi protein.

d. Mitokondria adalah organel sel yang memiliki peranan penting dalam sel hewan dan tumbuhan. Struktur mitokondria terdiri dari dua lapis membran yakni membran luar dan membran dalam. Membran dalam memiliki bentuk seperti lekukan yang disebut krista. Mitokondria memiliki materi genetik DNA tersendiri. Fungsi mitokondria adalah sebagai tempat respirasi (pernafasan) aerob dan penghasil energi. Karena mitokondria mampu menghasilkan energi, maka disebut dengan “power house of cell

  • Mikrotubul adalah struktur yang berbentuk silinder, berongga, tidak bercabang, tidak ber- membran yang tersusun atas protein. Fungsi mikrotubul adalah sebagai pembentuk silia, sentriol, dan benang spindel.
  • Mikrofilamen disebut juga filamen aktin. Ukurannya kecil yang tersusun atas protein globular. Fungsi mikrofilamen adalah gerakan kontraksi, aliran sitoplasma, endositosis, eksositosis, dan perubahan bentuk sel.
  • Ribosom adalah organel sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Ribosom dapat ditemukan bebas di sitoplasma dan menempel di retikulum endoplasma.
  • Badan golgi (aparatus golgi) adalah organel sel yang berbentuk seperti tumpukan membran dengan bagian ujungnya yang menggelembung akibat tersisi protein dan zat lain yang berasal dari retikulum endoplasma. Zat tersebut akan diedarkan dalam bentuk kantung (vesikel) dalam proses sekresi. Fungsi badan golgi selain itu adalah untuk membentuk membran sel dan juga membentuk lisosom.
  • Lisosom adalah organel sel yang tersusun atas enzim hidrolitik yang berfungsi untuk proses pencernaan sel, autofagi, dan autolisis.
  • Sentrosom adalah bagian yang berbentuk bulat kecil yang terletak di salah satu kutub inti sel. Organel ini hanya dijumpai di sel hewan yang memiliki fungsi sebagai reproduksi sel.
  • Kloroplas adalah organel sel memiliki pigmen warna hijau yang disebut dengan klorofil. Fungsi kloroplas adalah sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Kumpulan dari kloroplas dikenal dengan plastida.

3. Inti Sel

Terdapat di semua sel kecuali sel darah merah (eritrosit). Inti sel tersusun atas membran inti yang memiliki pori, cairan di dalam inti sel disebut nukleoplasma, DNA, RNA, dan anak inti sel (nukleolus). Bagian- bagian dari inti sel dan fungsinya yaitu:

  • Membran (selaput) inti yang memiliki pori-pori dan berfungsi melindungi inti dan tempat keluar masuknya substansi inti
  • Cairan dalam sel atau nukloplasma yang terdapat DNA, RNA dan anak inti sel (nukleolus)
  • DNA dan RNA merupakan pembawa sifat keturunan.
  • Secara keseluruhan inti sel berfungsi semua aktivitas sel.

PENUGASAN 1

Pengamatan Sel Tumbuhan dan Hewan

Disajikan sebuah gambar sel tumbuhan dan hewan sebagai hasil pengamatan mikroskopis de- ngan penguatan penglihatan yang tinggi, sehingga terlihat bagian-bagian dari sel penyusunnya. Adapun penugasannya sebagai berikut:

  1. Peserta didik melakukan identifikasi, kodefikasi (pengkodean) dan memberi nama serta me- nyebutkan fungsinya secara singkat.
  2. Membedakan antara sel tumbuhan dan sel  hewan

Kerjakan tugas yang diberikan sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman kamu saat mengerjakan penugasan ini. Tuliskan hasil pengamatan penugasan 1.DIBUKU CATATAN DIKUMPULKAN PERTEMUAN BERIKUTNYA

Perhatikan Gambar sel tumbuhan dan Hewan dibawah ini:

Tabel 1. Hasil pengamatan Penugasan 1

KodeNama Organel Sel
(Sel Hewan)
KodeNama Organel Sel
(Sel Tumbuhan)
A A 
B B 
C C 
D D 
E E 
F F 
G G 
H H 
I I 

Tabel 2. Persamaan dan Perbedaan antara sel Tumbuhan dan Hewan beserta fungsinya

NoNama OrganelPada Sel TumbuhanPada Sel HewanFungsi Organel Sel
1Membran sel   
2Dinding sel   
3Sitoplasma   
4Vakuola   
5Peroksisom   
6Reticulum endoplasma   
7Mitokondria   
8Lisosom   
9Sentrosom   
10Kloroplas   
11Badan golgi   
12Ribosom   
13Inti sel   

PETUNJUK MENGERJAKAN TABEL 2 SILAKAN PADA KOLOM 3 DAN 4 DIBERI CENTANG (v) JIKA ORGANEL SEL TERSEBUT ADA PADA HEWAN ATAU TUMBUHAN TERSEBUT DAN SETRIP (-) JIKA TIDAK ADA

PENUGASAN 2

Membuat Gambar Sel Hewan dan Tumbuhan

Langkah-langkah Pelaksanaan Kegiatan:

  1. Tugas ketrampilan dikerjakan dirumah
  2. Menggambar sel hewan dan sel tumbuhan
  3. Yang no absen genap menggambar sel hewan sedangkan yang no absen ganjil menggambar sel tumbuhan
  4. Silakan digambar dikertas manila dengan ukuran kertas 60 cm x 40 cm
  5. Gambar sel hewan dan sel tumbuhan diberi warna bisa dengan pewarna/crayon/spidol
  6. Tuliskan pengkodean dan penamaan dari masing-masing organel yang diberi kode/tanda.
  7. Laporkan atau kumpulkan hasil kerjanya pada pertemuan berikutnya.
  8. Berhati-hatilah dalam bekerja apabila menggunakan bahan dan alat yang berbahaya.

Selamat bekerja.

    Leave Your Comment Here