KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS DAN ANTARGOLOMGAN DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

PPKN 7 – Bab 4

A. KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

  1. FAKTOR PENYEBAB KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, yang terdiri dari 34 provinsidengan ribuan pulau yang ada didalamnya. Luas wilayah negara berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang memiliki banyak perbedaan di berbagai bidang. Perbedaan tersebut dalam hal suku, agama, ras, keyakinan, ideologi politik, social budaya dan ekonomi. Kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Keberagaman masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh beberapa factor baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat. Hal ini juga dipengaruhi factor alam, diri sendiri, Secara umum kebergaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

a. Letak strategis wilayah Indonesia

Letak wilayah Indonesia strategis karena terletak diantara dua benua dan dua Samudra, sehingga dijadikan jalur perdagangan internasional. Kedatangan bangsa lain yang menetap di Indonesia mengakibatkan kemajemukan ras, agama dan Bahasa.

b. Kondisi negara kepulauan

Setiap masyarakat di setiap pulau mengembangkan budaya budaya meraka masing-masing sesuai dengan tingkat kemajuan dan lingkungan masing-masing. Hal ini mengakinatkan berbedaan suku, Bahasa, agama, budaya serta peranan laki-laki dan perempuan.

c. Perbedaan kondisi alam

Kondisi alam yang berbeda seperti pantai, pegunungan, daerah subur, padang rumput, dataran rendah, rawa mengakibatkan perbedaan masyarakat seperti perbedaan rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian bahkan kepercayaan.

d. Keadaan transportasi dan komunikasi

Kemudahan sarana transportasi dan komunikasi membawa masyarakat mudahberhubungan dengan masyarakat lain, meskipun jarak dan kondisi alam yang sulit dan sebaliknya.

e. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan

Sikap masyarakat terhadap sesuatu yang baru baik yang datang dari dalam maupun dari luarmasyarakat membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia.

2. KEBERAGAMAN SUKU

Suku bangsa adalah kesatuan hidup atau sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya, system interaksi, norma, kontinuitas, dan identitas yang sama dan mempersatukan anggotanya. Tiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lain, inilah yang membentuk keberagaman masyarakat Indonesia.

No.ProvinsiNama Suku Bangsa
1.AcehAceh gayo, kluet, alas, singkil
2.Sumatra baratGuci, jambak, melayu, Minangkabau, sikumbang
3.DKI JakartaBetawi
4.DIY JogjakartaJawa
5.Jawa tengahJawa, kangean, samin
6.Jawa BaratBetawi, jawa, sunda
7.BaliBali aga, Bali majapahit
8.Kalimantan baratNgaju skadau
9.Kalimantan selatanBalangan, banjar, Dayak, tidung
10.PapuaAsmat, dani, arguni

3. KEBERAGAMAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN

Agama mengajarkan kepada umatnya agar berbuat baik dan benar. Melakukan kebaikan dan kebenaran merupakan perintah yang wajib dilaksanakan. Kesadaran beragama merupakan perwujudan keyakinan manusia terhadap kebeadaan Tuhan Yang Maha Esa.

No.AgamaTempat IbadahKitab SuciHari besar keagamaan
1IslamMasjidAl Qura’anIdul fitri, idul adha
2KristenGerejaAl kitab/ injilNatal , kelahiran yesus kristus
3HinduPurawedaNyepi, kuningan, galungan
4BudhaWiharatripitakaWaisak
5KonghucuKlentengShi shu wujingImlek

4. KEBERGAMAN RAS

Ras adalah sekumpulan manusia atau golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik dan garis keturunan atau kesamaan ciri fisik bawaan. Manusia memiliki perbedaan ras dengan manusia lainnya karean perbedaan ciri-ciri fisik seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, ukuran badan dan warna mata.

Masyarakat Indonesia memiliki keberagaman ras dikarenakan oleh kedatangan bangsa lain ke wilayah Indonesia, sejarah penyebaran ras di dunia, serta letak dan kondisi geografis wilayah Indonesia. Macam-macam ras :

RasMendiami WilayahCiri-ciri
Warna kulitBentuk mukaBentuk mataTinggi badan
Malayan mongoloidSumatra, jawa, bali, NTB, Kalimantan, SulawesiSawo matangBulatBesar150-165 cm
MelanosoidPapua, maluku, NTTHitamBulat – ovalBesar160-170 cm
Asiatic MongoloidSeluruh IndonesiaKuningOvalSipit155-165 cm
NegroidMendiami wilayah afrikaHitam pekatKotak, berahang besar , dahi lebarMata agak dalamLebih dari 170 cm
KaukasoidEropa, timur tenga, pakistanSedikit kuningmuka hatiKecil165-180 cm

5. KEBERAGAMAN ANTAR GOLONGAN

Keberagaman masyarakat Indonesia dapat dilihat dari struktur masyarakatnya. Struktur masyarakat Indonesia dapat ditandai dengan dua ciri atau dua titik pandang. Pertama secara horizontal ditandai dengan adanya kenyataan adanya kesatuan-kesatuan social berdasarka perbedaan-perbedan suku bangsa, agama, adat istiadat dan kedaerahan. Secara vertical ditandai dengan adanya laopisan atas dan lapisan bawah. Adanya perbedaan kelas dalam lapisan masyarakat dapat menyebabkan penggolongan kelas-kelas secara bertingkat.

B. ARTI PENTING MEMAHAMI KEBERAGAMANDALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Arti keberagaman masyarakat Indonesia memiliki makna:

  1. Keberagaman merupakan kekayaan budaya bangsa yang bermanfaat baik secara ekonomi, pengembangan pengetahuan, dan ilmu pengetahuan, serta kreativitas dan inovasi
  2. Keberagaman juga memiliki potensi negative apalagi tidak dilandasi kesadaran akan keberagaman serta semangat persatuan dan kesatuan.

C. PERILAKU TOLERANSI TERHADAP KEBERAGAMAN SUKU, AGAMA, RAS DAN ANTARGOLONGAN

Toleransi terhadap keberagaman agama:

a. Melakukan perbuatan-perbuatan sessuai ajaran agama yang dianut

b. Senantiasa menghargai dan menghormati agama dan kepercayaan orang lain

c. Menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan sendiri dan tidak memaksakan keyakinan agama kita kepada orang yang berbeda agama

Toleransi terhadap keberagaman suku bangsa dan ras:

a. Mampu menjunjung harkat dan martabat orang lain

b. Menjunjung kemanusiaan sebagai wujud semangat kekeluargaan

c.Tidak melakukan perbuatan yang membedakan orang lain yang berbeda suku, agama, ras dengan kita

Toleransi terhadap keberagaman antargolongan:

a.Menghormati dan menghargai orang lian tanpa memandang golongan

b. Tidak melakukan diskriminasi antargolongan tertentu

c. Melakukan perbuatan yang tidak mementingkan ego golongan sendiri

    Leave Your Comment Here