ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF IPA-8

PEKAN Ke-10

A. Zat Aditif

Zat aditif adalah bahan yang sengaja ditambahkan kedalam makanan untuk memperbaiki tampilan makanan, menambah cita rasa, memperbaiki tekstur dan memperpanjang daya simpan.

Zat aditif dikelompokkan menjadi 2 yaitu alami dan buatan.

Macam – macam zat aditif

  1. Pewarna

a. Pewarna alami

NOWarnaBahan
1UnguBuah murbei, buah anggur
2Kuning/kurkuminKunyit
3OranyeWortel
4HijauDaun suji, daun pandan
5CoklatKakao, gula aren
6MerahBuah naga, stroberi, bit
7BiruBunga telang

b. Pewarna buatan

Jenis – jenis pewarna buatan yang dapat digunakan dalam makanan atau minuman

NoWarnaBahan
1BiruBrillian Blue FCF
2KuningTartrazin
3OranyeSunset Yellow FCF
4HijauFast Green FCF
5MerahAllura Red AC, karmoisin, eritrosin
6UnguViolet GB

Jenis – jenis pewarna buatan yang dilarang digunakan dalam maknan atau minuman

NoWarnaBahan
1BiruIndanthrene Blue RS
2KuningFast Yellow AB, Oil Yellow OB, Auramine, Metanil Yellow
3OranyeOrange RN, Orange GGN, Chrysodine
4HijauGuinea Green B
5CoklatChocolate Brown FB
6MerahFast Red E, Ponceau SX, Rhodamine B (pewarna tekstil)
7HitamBlack 7984

Pemanis

  1. Pemanis alami. Gula pasir ( sukrosa ), gula kelapa, gula aren, gula lontar, dan gula bit.
  2. Pemanis buatan ( sintetis ). Siklamat, aspartam, kalium asesulfam, sakarin, sorbitol. Penggunaan sorbitol yang berlebihan akanmenyebabakan diare.

3. Pengawet

  1. Pengawet alami. Contoh : gula, garam ,asam cuka. Asam cuka merupakan pengawet yang efektif karena mikroba tidak dapat tumbuh dengan baik pada kondisi asam.
  2. Pengawet buatan ( sintetis ). Contohnya:

Bahan pengawet dan penggunaannya

NoNama bahanPenggunaan
1Asam benzoat, natrium benzoat, kalium benzoatMengawetkan makanan dan minuman ringan, kecap dan sosis, sambal, jus buah
2Asam askorbatMengawetkan daging, kaldu, buah dalam daging
3Natrium nitrat ( NaNO3 )Mengawetkan daging olahan dan keju
4Asam propinat/natrium propionatMengawetkan roti, margarin dan keju olahan
5Asam sorbatMengawetkan roti, keju, sari buah dan acar
6Butil hidroksitoluen ( BHT )Menghambat oksidasi pada lemak dan minyak
6Butil hidroksitoluen ( BHT )Menghambat oksidasi pada lemak dan minyak

Pengawet sintetis yang salah gunakan yaitu : formalin (untuk mengawetkan mayat) dan boraks. Formalin bersifat karsinogen (pemicu penyakit kangker) dan mutagen. Makanan yang sering menggunakan formalin antara lain : tahu, bakso, ikan segar, ikan asin, mi basah dan ayam potong. Borak dikenal dengan uyah bleng atau pijer.

Borak sebenarnya merupakan bahan pembersih, pemutih dan fungisida. Borak bersifat antiseptik sering digunakan sebagai nbahan pengawet kayu dan kosmetik. Makanan yang sering menggunakan borak antara lain : bakso, sosis, mi basah, gendar, lontong, somai, ketupat dan pangsit.

4. Penyedap

Penyedap alami yang sering digunakan antara lain : garam, bawang putih, bawang merah, merica, laos, pala, ketumbar, kunyit, sere, seledri, kayu manis, cengkeh.

Penyedap buatan yang sering digunakan pad makanan adalah monosodium glutamat ( MSG) atau vetsin. Yang tergolong MSG antara lain : sasa, ajinomoto, miwon, royco, maggi. Jika penggunaan MSG berlebihan akan mengakibatkan penyakit sindrom restoran cina ( Chenesi Restaurant syndrome ). Gejalanya : pusing, mulut terasa kering, mual, leleah dan sesak napas.

5. Pemberi aroma

Macam – macam senyawa ester dan aroma makanan

NOSenyawa esterAroma buah yang dihasilkan
1Oksil asetatJeruk
2Isoamil asetatPisang
3Isoamil valeratApel
4Isobutil propionatRum
5Propil asetatPir
6Etil butiratNanas
7Etil asetataArbei
8Butil asetatMurbei
9Amil asetatPisang ambon
10VaqnilinVanili
11Metil antranilatAnggur

6. Pengental

Bahan pengetal alami misalnya pati, gelatin, agar – agar, tepung panir, kuning telur, gum (untuk pengental permet karet)

7. Pengemulsi

Adalah zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi lemak dan air. Contoh letsin, kedelai, madu.

B. Zat adiktif

Zat aditiktif adalah zat yang apabila dikonsomsi akan menyebabkan ketergantungan ( adiksi ) atau ingin menggunakannyan secara terus menerus (ketagihan). Berdasrkan asalnya, zat adiktif terbagi menjadi narkotika, psikotropika, dan zat psiko aktif. Berdasarkan cara kerjanya, zat adiktif dikelompokkan menjadi : stimulan, depresan dan halusinogen.

  1. Jenis-jenis zat adiktif

a. Narkotika

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman  yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, dan menyebabakan ketergantungan bagi penggunanya.

Contoh narkotika golongan 1: heroin (putauw), kokain, ganja.

Contoh narkotika golongan 2.: morfin, fentanil, petidin. Morfin umumnya dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa nyeri. Efek samping morfin antara lain adalah menurunkan kesadaran ,euforia, rasa kantuk, lesu dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurang rasa lapar, merangsang batukdan menyebabkan kontipasi.

Conton narkotika golongan 3 : kodein, dionin dan dinoksilat. Kodein digunakan sebagai pengobatan antitusif dan analgesik. Sedangkan dionin biasanya digunakan sebagai obat batuk.

b. Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat yang berkhasiat psiko- aktif yang mempengaruhi mental dan perilaku seseorang. Misalnya orang yang sulit tidur, bila minum obat tidur ( golongan psikotropika ) dapat tidurn nyenyak.

Psikotrop9ika dibedakan 4 golongan :

  1. Psikotropika golongan I digunakan untuk pengembangan IPTEK. Golongan ini dapat menimbulkan ketergantungan yang sangat kuat. Contoh : LSD, MDMA ( ekstasi ). Ekstasi turunan dari amfetamin berbentuk tablet, dapat menimbulkan halusinogen . nama lain dari ekstasi adalah xtc, adam, dan essense
  2. Psikotropika golongan II selain untuk pengembangan IPTEK dapat digunakan untuk pengobatan. Golongan ini memiliki potensi ketergantungan yang sangat tinggi. Contoh : amfetamin, metamfetamin ( sabu ), metakualon finisikloidin, rilatin dan sekobarbital.
  3. Psikotropika golongan III. Golongan ini digunakan untuk pengembangan IPTEK, pengobatan, dan terapi. Golongan ini memiliki potensi ketergantungan sedang. Contoh : amobarbital, pentazosine,flunitrazepam.
  4. Psikotropika golongan IV. Golongan ini digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter dan memiliki potensial ketergantungan ringan digunakan untuk obat.contoh : diazepam, nitrazepam, pil koplo, lexotan, sedativa ( obat penenang ), dan hipnotika ( obat tidur )

c. Zat psiko – aktif lainnya.

Selain narkotika dan psikotropika, masih ada zat yang berpengaruh terhadap kerja sistem saraf pusat jika dikonsumsidalam jumlah besar. Zat tersebut dapat menimbulkan dampakyang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Contoh : alkohol, nikotin, kafein, inhalase ( gas yang dihirup ), solven ( zat pelarut ), seperti lem, tiner, penghapus cat kayu, bensin.

  1. Alkohol.

Minuman beralkohol mengandung etanol. Efek samping mengkonsumsi alkohol berlebihan akan mengekspresikan emosi, seperti gembira, marah, sedih yang berlebihan. Ada 3 golongan alkohol yaitu : bir kadar etanol 1 – 5 %, berbagai minuman anggur kadar etanol 5 _ 20 %. Whisky, manson hoise, Vodca, johnywalker kadar etanol 20 – 45 %.

2. Nikotin

Nikotin merupakan stimulan, yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, dan mengarah ke tingginya gula darah.

3. Kafein. Terdapat pada kopi dan daun teh

Berdasarkan cara kerjanya, zat adiktif dibagi menjadi : stimulan, depresan, dan halusinogen.

  1. Stimulan (perangsang ), merangsang sistem saraf pusat sehingga meningkatkan kerja organ. Gejala yang muncul antara lain meningkatkan denyut jantung, pernapasan, tekanan darah, gula darah, dan mengecilkan pupil. Contoh kafein, nikotin, kokain, sabu – sabu, ekstasi dan amfetamin. Amfetamin biasa diminum atlit  untuk meningkatkan stamina.
  2. Depresan ( penenang ), bersifat menurunkan kesadaran sehingga menurunkan aktivitas pemakainya membuat tertidut. Gejala adalah penurunan denyut jantung, frekuensi pernapasan, tekanan darah, suhu ntubuh dan kontraksi otot. Contoh : alkohol, barbiturat (pada obat flu ), dan obat penenang (diazepam ).
  3. Halusinogen ( mengubah perasaan, pikiran, hayalan ), dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga pengguna mengalami halusinasi (hayalan ) dengan melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata atau khayal. Ciri – ciri orang yang mengalami halusinogen  mata merah, curiga berlebihan dan agresif. Contoh : LSA, LSD dan ganja.

Dampak pengguna zat adiktif bagi kesehatan

a. Dampak fisik

  1. Gangguan pada sistem saraf ( kejang2, halusinasi, gangguannkesadaran )
  2. Gangguan pada jantung  dan pembuluh darah ( infeksi akut otot jantung, peredaran darah )
  3. Gangguan pada kulit ( eksim, alergi )
  4. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, suhu tubuh meningkat )
  5. Gangguan pada paru-paru ( sukar bernapas, pengerasan jaringan paru2 )

b. Dampak psikis

  1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan delisah.
  2. Hilang kepercayaan diri, penghayal, penuh curiga, apatis.
  3. Agitatif, ganas dan tingkahlaku yang brutal
  4. Sulit berkomunikasi, perasaan kesal, dan tertekan
  5. Cenderung menyakiti diri, perasaan t6idak aman, bunuh diri

c. Dampak sosial

  1. Anti sosial dan asusla, dikucilkan oleh lingkungan
  2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  3. Pendidikan terganggu, masa depan suram

Upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba

  1. Mengenal dan menilai diri
  2. Meningkatkan harga diri
  3. Meningkatkan rasa percaya diri
  4. Terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan
  5. Memilih pergaulan yang baik dan terampil menolak tawaran menggunakan narkoba
  6. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  7. Melakukan kegiatan yang positif
  8. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman dan keluarga
  9. Menerapkan pola hidup sehat
  10. Terampil sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan narkotika diatur dalam UU No. 22 th 1997 dan yang berhubungan dengan psikotropika diatur dalam UU No. 5 th 1997.

    Leave Your Comment Here