Materi ” Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan Terhadap Kehidupan di Negara-negara ASEAN” – IPS 8

PEMBELAJARAN IPS KELAS 8
  1. Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang Akibat Faktor Alam

Situasi sosial dan alam dari anggota Asean yang cenderung seragam atau homogen dan ketergantungan satu dengan lainnya menimbulkan interaksi yang berwujud kerjasama dalam berbagai sektor kehidupan.

Perubahan ruang dan interaksi antarruang dapat diakibatkan oleh faktor alam.  Yang sering menyebabkan perubahan tersebut adalah adanya bencana alam.

Indonesia adalah salah satu negara Asia Tenggara yang paling sering dilanda bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan ledakan gunung berapi karena Indonesia terletak diantara tiga lempeng yaitu Euro-Asia, Pasifik, dan Indo-Australia.

Berikut ini faktor alam yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan ruang dan interaksi antarruang

a. Pengaruh Iklim

Kawasan Asia Tenggara sering kali terjadi perubahan iklim yang sulit diramalkan, hal ini terjadi karena terjadi kesalahan tata kelola lahan serta perilaku masyarakat yang memicu pemanasan global.

Akibat perubahan iklim seringkali menimbulkan bencana yang merugikan dan membawa korban jiwa. Dalam usaha menangani bencana yang terjadi di kawasan Asean dilakukan secara bersama-sama, sebagai contoh : ketika Indonesia mengalami kebakaran hutan, maka Malaysia dan Singapura memberikan bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan tersebut.

Wilayah Asia Tenggara maka secara astronomis beriklim tropis, kecuali Myanmar di bagian utara yang beriklim sub tropis. Sedangkan secara geografis Kawasan Asia Tenggara beriklim Muson . Curah hujan di kawasan Asia Tenggara di pengaruhi oleh angin muson, sistem angin, dan keberadaan pegunungan. Angin muson terbagi menjadi dua, yaitu: Angin muson barat dan Angin muson timur.       

             Berikut ini peristiwa-peristiwa alam yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara akibat pengaruh iklim

1) Topan Nargis di Myanmar

https://www.liputan6.com/news/read/747707/kisah-topan-nargis-situasi-diperburuk-rezim-militer-myanmar

Topan nargis membawa angin kencang dengan kecepatan hingga 190 km/jam. Pada bulan Mei 2008 angin ini telah memorak-porandakan lima wilayah di Myanmar.

Badai ini juga menyebabkan tanah longsor dan melumpuhkan pusat tenaga listrik. Badai topan nargis ini merupakan badai topan tropis yang terparah di Asia.

2) Badai di Vietnam

 https://fin.co.id/2018/07/22/badai-son-tinh-di-vietnam-tewaskan-20-orang/

Ratusan orang meninggal di Vietnam pada tahun 2006 akibat terjadinya badai tropis. Badai tropis chancu, lekima, pabuk, dan toraji adalah jenis badai yang sering melanda daerah utara Vietnam.

3) Banjir di Malaysia

Malaysia sering kita sebut sebagai negeri Jiran yang artinya tetangga dekat. Letak Malaysia memang sangat dekat dengan Indonesia. Malaysia terdiri atas dua bagian, yaitu Malaysia Barat dan Malaysia Timur. Malaysia Barat terletak di Semenanjung Malaka. Malaysia Timur bergabung dengan Pulau Kalimantan.

https://www.liputan6.com/tag/banjir-malaysia

Penyebab utama banjir di Malaysia adalah bertiupnya angin muson yang terjadi setiap bulan November hingga Februari. Pada tahun 2006 Malaysia mengalami banjir terhebat dalam seratus tahun terakhir.

        4 )    Badai Tropis di Filipina

https://news.okezone.com/read/2017/12/24/18/1835280/korban-bencana-badai-tropis-filipina-bertambah-200-orang-tewas

Badai fengshen dengan kekuatan 195 km/jam yang terjadi di Manila dan Provinsi Iloilo pada tanggal 22 Juni 2008 menyebabkan terjadinya banjir setinggi dua meter di sejumlah tempat. Korban tewas akibat bencana ini diperkirakan 85 orang. Lebih dari dua puluh ribu warga Filipina juga mengungsi akibat bencana ini.

5 ) El Nino dan La Nina

El Nino adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan oleh naiknya suhu permukaan laut Samudera Pasifik sekitar khatulistiwa bagian tengah dan timur. Naiknya suhu di Samudera Pasifik ini mengakibatkan perubahan pola angin dan curah hujan yang ada di atasnya.

Pada saat normal hujan banyak turun di Australia dan Indonesia, namun akibat El Nino ini hujan banyak turun di Samudera Pasifik sedangkan di Australia dan Indonesia menjadi kering.

Pada bulan Mei 2016, kekeringan yang mengakibatkan kekurangan air dan cuaca panas ekstrem menlanda Asia Tenggara dipicu oleh El Nino. 

https://nasional.okezone.com/read/2015/07/30/337/1187951/ini-daerah-yang-terkena-dampak-el-nino

La Nina adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan suhu permukaan laut Samudera Pasifik dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Akibat dari La Nina adalah hujan turun lebih banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia. Dengan demikian di daerah ini akan terjadi hujan lebat dan banjir di mana-mana.

https://republika.co.id/berita/nsnykx282/setelah-el-nino-indonesia-akan-dilanda-la-nina

B. Pengaruh Geologis

Kawasan Asean ada di wilayah terjadinya tumbukam antar lempeng bumi. Lempeng tersebut menunjukan adanya barisan gunung berapi di sirkum pasifik dan sirkum mediterania.Tabrakan lempeng tektonik karena gerakan saling mendekat menimbulkan pegunungan.

Gerakan lempeng bumi menimbukan bencana gempa bumi dan jika gempa ada di tengah laut akan menimbulkan gelombang tsunami. Di ASEAN terdapat empat negara yang rawan gempa, yaitu Malaysia, Thailand, Myanmar dan Indonesia.

C. Pengaruh Sebaran Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia Sumber Daya Alam di Negara-negara ASEAN

1) Sumber daya alam yag menunjang kehidupan masyarakat Asean adalah sebagai berikut.

a) Tanah

Sumber daya alam di kawasan asia tenggara beraneka ragam jenisnya dan sesuai dengan proses pembentukannya. jenis tanah yang paling banyak terdapat di kawasan asia tenggara yaitu tanah vulkanik dan tanah aluvial.

b) Hutan 

Kawasan asia tenggara sebagian beriklim tropis dengan nilai curah hujan yang tinggi. Dengan keadaan seperti ini akhirnya menumbuhkan hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna.

Hutan menghasilkan banyak sekali manfaat, contohnya hutan menghasilkan  kayu serta rotan yang akan berguna untuk membuat macam-macam barang dan bahan bangunan.  

Hutan di asia tenggara terdiri atas beberapa jenis, antara lain hutan hujan tropis (Khatulistiwa), hutan monsun tropis, hutan belukar, hutan gunung, hutan pantai, dan hutan rawa.

C) Pertanian Kawasan Asia Tenggara

Di negara-negara asia tenggara, kecuali singapura, brunei darussalam, dan malaysia, lebih dari 50% penduduk bekerja di bidang pertanian. Jenis tanaman yang dapat diusahakan dibedakan menjadi tanaman pangan dan tanaman perdagangan.

1) Pertanian tanaman pangan

Tanaman pangan yang utama adalah padi. Padi ditanam di seluruh negara asia tenggara, kecuali di negara singapura. Negara penghasil padi yang utama yaitu indonesia, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Bahkan, hasil padi dari Thailand, Myanmar, dan Vietnam diekspor.

2) Pertanian tanaman perdagangan

Tanaman perdagangan utama di kawasan asia tenggara adalah karet dan kelapa sawit. Kedua jenis tanaman ini banyak diusahakan di negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sebagian besar karet dunia dihasilkan dari ketiga negara tersebut. Asia tenggara memasoki lebih dari 70% kebutuhan kelapa sawit dunia. Negara yang menghasilkan banyak kelapa sawit adalah Malaysia dan Indonesia.

Negara Filiphina adalah penghasil gula terbesar di asia tenggara.Kelapa tumbuh subur di daerah pantai yang panas dan lembab sepanjang tahun. Filiphina adalah penghasil terbesar kelapa di asia tenggara.

Perairan 

Semua di kawasan asia tenggara memiliki wilayah laut, kecuali Laos. Laut adalah sumber daya alam yang penting. Dari laut diperoleh manfaat berikut ini :

  • Sebagai sumber bahan pangan yang berupa ikan dan juga hasil laut lainnya.
  • Sebagai jalur transportasi air, Sebagai obyek wisata.
  • Dari dasar laut sering juga ditemukan bahan-bahan tambang seperti minyak bumi dan gas alam.

Bahan Tambang

Kawasan asia tenggara menghasilkan berbagai bahan tambang. Bahan tambang dapat dibedakan menjadi jenis logam, nonlogam, dan bahan bakar.

1) Bahan tambang logam

     Bahan tambang logam yang dihasilkan dari kawasan asia tenggara antara lain bijih timah, bijih besi, tembaga, emas, wolfram/tungsten, auksit, kuprum, kromium, dan nikel.

(2) Bahan tambang non logam

 Jenis bahan tambang non logam seperti batu permata dan garam batu dihasilkan dari kawasan asia tenggara.

Setiap negara di asia tenggara memiliki hasil tambang, kecuali negara singapura. Berikut ini adalah hasil tambang dari taip-tiap negara :

  • Brunei Darussalam : Gas alam dan minyak bumi.
  • Filiphina : Biji besi, mangan, timbal, dan perak.
  • Indonesia : Minyak bumi, gas alam, emas, perak, timah putih, bijih besi, dan lain-lain.
  • Kamboja : Bijih besi, mangan, fosfat, dan emas.
  • Laos : Bijih besi, batu bara, belerang, gibs,timbal emas, dan tembaga.
  • Malaysia : Minyak bumi, timah putih, gas alam, bijih besi, dan emas serta bouksit.
  • Myanmar : Minyak bumi, emas, timbal, tembaga, dan timah.
  • Thailand : Timah putih, emas, wolfram, timah hitam, dan mangan.
  • Timor Leste : Emas, mangan, marmer, dan minyak bumi.
  • Vietnam : Bijih besi, emas, timah, gamping fosfast, dan seng serta minyak bumi.

2. Sumber Daya Manusia di Negara-negara Asia Tenggara

1) Jumlah Penduduk di Kawasan Asia Tenggara

Berdasarkan data dari World Population Data Sheet pada pertengan tahun 2016 jumlah penduduk di Asia Tenggara berjumlah 633,4 juta jiwa. Singapura merupakan negara terpadat penduduknya, sedangkan Indonesia merupakan negara terbanyak penduduknya di kawasan Asia Tenggara.

Suku Bangsa di Asia Tenggara

Dari seluruh penduduk Asia Tenggara, 90% di antaranya berasal dari suku Melayu. Mayoritas terdapat di negara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Singapura juga merupakan wilayah yang penduduknya homogen. Lebih dari 75% penduduknya adalah keturunan Cina.  

Namun demikian, penduduk asli Asia Tenggara terdiri atas berbagai macam suku yang jumlahnya sangat banyak. Suku-suku dengan jumlah besar yang terdapat di Asia Tenggara adalah sebagai berikut.

Suku Khmer

Suku Khmer atau biasa disebut Kampuchea Krom merupakan suku bangsa yang mendiami negara Kamboja.

Suku Cham

Suku Cham merupakan keturunan langsung dari Kerajaan Champa pada abad ke-7 hingga 15 yang menguasai sebagian besar wilayah Vietnam.

Suku Karen

Suku Karen adalah suku yang memiliki jumlah anggota suku terbesar di Thailand dengan jumlah sekitar 28 ribu orang, suku Karen dikelilingi pegunungan dan dataran tinggi di bagian utara, dan tengah Thailand.

Suku Thai

Bahasa Thai adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Thai, dan termasuk ke dalam kelompok rumpun bahasa Tay-Thai. Menurut para anthropolog suku Thai berasal dari Cina selatan.

Suku Melayu

Suku Melayu merupakan sebuah kelompok etnis dari orang-orang Austronesia terutama yang menghuni Semenanjung Malaya, Sumatra bagian timur, bagian selatan Thailand, pantai selatan Burma, pulau Singapura, Borneo pesisir termasuk Brunei, Kalimantan Barat, dan Sarawak dan Sabah pesisir, dan pulau-pulau kecil yang terletak antara lokasi ini – yang secara kolektif dikenal sebagai Alam Melayu. Lokasi ini sekarang merupakan bagian dari negara modern Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, Burma dan Thailand.

Suku Filipino

Bangsa Filipina yang dikenal dengan sebutan Filipino, terdiri dari beberapa suku bangsa yang mendiami berbagai wilayah di Filipina. Mayoritas suku bangsa di Filipina adalah Tagalog, bersama suku-suku bangsa lainnya sebagai minoritas di negara ini.

Suku Jawa

Orang Jawa sering juga menyebut dirinya Wong Jowo atau Tiang Jawi. Jumlah populasinya paling banyak dibandingkan dengan suku-suku bangsa lain, dan wilayah asal serta wilayah persebarannya di selurug Indonesia juga paling luas.

Suku Bugis

Suku Bugis merupakan kelompok etnik yang tempat asalnya berada di Sulawesi Selatan. Suku Bugis juga biasa disebut dengan Suku Deutro-Melayu yang daerah asalnya di Yunan setelah bermigrasi.

Suku Batak

Warga Suku bangsa ini sendiri lebih suka menyebut diri mereka orang Tapanuli, sedangkan nama Batak dianggap sebagai sebutan yang berasal dari orang luar.

Suku Minangkabau

Suku bangsa Minangkabau mendiami daratan tengah pulau Sumatera bagian barat yang sekarang menjadi Provinsi Sumatera Barat. Daerah asal orang Minangkabau adalah tiga kesatuan wilayah adat yang mereka sebut luhak nan tigo (wilayah yang tiga).

2) Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi terhadap Perubahan Ruang

Berkembangnya iptek sudah sangat berpengaruh pada semua sektor kehidupan manusia. Iptek telah turut membantuk kegiatan manusia untuk melakukan segala hal menjadi lebih mudah.

Dalam kaitan keruangan, teknologi telah merubah persepsi orang tentang ruang dan waktu. Pada saat ini teknologi telah mampu mengikis sekat-sekat pembatas wilayah antar negara menjadi lebih dekat dan cepat. Teknologi transportasi yang berwujud kendaraan, kapal dan pesawat terbang telah memberikan kecepatan baru terhadap mobilitas penduduk untuk berpindah dari ruang satu ke ruang lainnya secara cepat. Selain itu teknologi komunikasi juga memberikan kemudahan penduduk berkomunikasi dengan penduduk lainnya secara langsung tanpa harus bertemu di satu tempat.

Pengaruh Perubahan Ruang terhadap Kehidupan Ekonomi

Negara-negara anggota ASEAN mulai menerapkan  AFTA ( ASEAN Free Trade Area ) dalam kehiduapn internasionalnya. AFTA  merupakan suatu kesepakatan yang di buat oleh negara-negara di ASEAN utnuk dapat menciptakan suatu zona perdagangan bebas.

Pemberlakuan AFTA memberikan manfaat bagi  perekonomian Indonesia, antara lain :

  1. Peluang pasar yang semakin besar dan luas bagi produk Indonesia,
  2. Biaya produksi yang semakin rendah dan pasti bagi pengusaha/produsen Indonesia.
  3. Pilihan konsumen atas jenis/ragam produk yang tersedia di pasar domestik semakin banyak dengan tingkat harga dan mutu tertentu;
  4. Perkembangan teknologi transportasi dapat memperpendek jarak dan waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikan barang atau jasa sampai ketangan konsumen
  5. Kerjasama dalam menjalankan bisnis semakin terbuka dengan beraliansi dengan pelaku bisnis di negara anggota ASEAN lainnya.

Pengaruh konversi lahan pertanian ke Industri dan pemukiman terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang

Alih fungsi lahan atau lazimnya disebut sebagai konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula menjadi fungsi lain.

Faktor Pendorong terjadinya Alih Lahan Pertanian

Berikut adalah faktor-faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian :

a. Pertumbuhan penduduk yang pesat

b. Kenaikan kebutuhan masyarakat untuk permukiman

c. Tingginya biaya penyelenggaraan pertanian

d. Menurunnya harga jual produk-produk pertanian

e. Kurangnya minat generasi muda untuk mengelola lahan pertanian

f.   Pergantian ke sektor yang dianggap lebih menjanjikan

 g. Lemahnya regulasi pengendalian alih fungsi lahan.

  1. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri

Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di Negara-negara yang sedang dalam proses berkembang, seperti Negara-negara ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di pinggiran kota.

   2.  Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pemukiman

Pemukiman menjadi kebutuhan pokok manusia. Semakin banyak jumlah manusia, area pemukiman yang dibutuhkan juga akan semakin luas. kondisi ini juga terjadi Negara-negara anggota ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi pemukiman marak dilakukan di Negara-Negara ASEAN.

Berikut beberapa dampak alih fungsi lahan pertanian :

  • Berkurangnya lahan pertanian

Dengan adanya alih fungsi lahan menjadi non-pertanian, maka otomatis lahan pertanian menjadi semakin berkurang. Hal ini tentu saja memberi dampak negatif ke berbagai bidang baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menurunnya produksi pangan nasional

Akibat lahan pertanian yang semakin sedikit, maka hasil produksi juga akan terganggu. Dalam skala besar, stabilitas pangan nasional juga akan sulit tercapai. Mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat tiap tahunnya sehingga kebutuhan pangan juga bertambah, namun lahan pertanian justru semakin berkurang.

  • Mengancam keseimbangan ekosistem

Dengan berbagai keanekaragaman populasi di dalamnya, sawah atau lahan-lahan pertanian lainnya merupakan ekosistem alami bagi beberapa binatang. Sehingga jika lahan tersebut mengalami perubahan fungsi, binatang-binatang tersebut akan kehilangan tempat tinggal dan bisa mengganggu ke permukiman warga. Selain itu, adanya lahan pertanian juga membuat air hujan termanfaatkan dengan baik sehingga mengurangi resiko penyebab banjir saat musim penghujan.

  • Sarana prasarana pertanian menjadi tidak terpakai

Untuk membantu peningkatan produk pertanian, pemerintah telah menganggarkan biaya untuk membangun sarana dan prasarana pertanian. Dalam sistem pengairan misalnya, akan banyak kita jumpai proyek-proyek berbagai jenis jenis irigasi dari pemerintah, mulai dari membangun bendungan, membangun drainase, serta infrastruktur lain yang ditujukan untuk pertanian. Sehingga jika lahan pertanian tersebut beralih fungsi, maka sarana dan prasarana tersebut menjadi tidak terpakai lagi.

  • Banyak buruh tani kehilangan pekerjaan

Buruh tani adalah orang-orang yang tidak mempunyai lahan pertanian melainkan menawarkan tenaga mereka untuk mengolah lahan orang lain yang butuh tenaga. Sehingga jika lahan pertanian beralih fungsi dan menjadi semakin sedikit, maka buruh-buruh tani tersebut terancam akan kehilangan mata pencaharian mereka.

  • Harga pangan semakin mahal

Ketika produksi hasil pertanian semakin menurun, tentu saja bahan-bahan pangan di pasaran akan semakin sulit dijumpai. Hal ini tentu saja akan dimanfaatkan sebaik mungkin bagi para produsen maupun pedagang untuk memperoleh keuntungan besar. Maka tidak heran jika kemudian harga-harga pangan tersebut menjadi mahal

  • Tingginya angka urbanisasi

Sebagian besar kawasan pertanian terletak di daerah pedesaan. Sehingga ketika terjadi alih fungsi lahan pertanian yang mengakibatkan lapangan pekerjaan bagi sebagian orang tertutup, maka yang terjadi selanjutnya adalah angka urbanisasi meningkat. Orang-orang dari desa akan berbondong-bondong pergi ke kota dengan harapan mendapat pekerjaan yang lebih layak. Padahal bisa jadi setelah sampai di kota keadaan mereka tidak berubah karena persaingan semakin ketat.

    Leave Your Comment Here