Klasifikasi Mahluk Hidup IPA-7

PEKAN Ke-3

Makhluk hidup di Bumi sangat banyak dan beranekaragam. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengelompokan berdasarkan ciri tertentu yang dikenal dengan istilah klasifikasi. Sistem klasifikasi mengenalkan adanya tingkatan kelompok-kelompok makhluk hidup mulai dari kelompok besar, kelompok kecil, hingga tingkat individu. Tingkatan ini disebut sebagai takson. Tingkatan takson pertama kali dikenalkan oleh Carolus Linnaeus dengan tingkatan dari tertinggi ke tingkatan terendah. Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Species
  2. Genus
  3. Familia
  4. Ordo
  5. Kelas
  6. Filum (hewan) /diviso (tumbuhan)
  7. kingdom

Semakin tinggi tingkatan takson, maka persamaan ciri yang dimiliki semakin sedikit. Begitupula jumlah anggotanya, semakin rendah tingkatannya, maka jumlah anggotanya semakin mengerucut.

Klasifikasi makhluk hidup sendiri adalah suatu cara untuk mengelompokkan makhluk hidup sesuai dengan adanya persamaan ciri dari yang dimiliki oleh makhluk tersebut. Dengan adanya pengelompokan ini, makhluk hidup yang jumlahnya amat banyak akan dipisahkan menjadi suatu kelompok yang relatif lebih kecil sehingga menjadi mudah untuk diingat dan dipahami.Maka dari itu, klasifikasi makhluk hidup sendiri akan semakin memudahkan seseorang untuk mengidentifikasi dan juga mempelajari mereka.

Ilmu klasifikasi makhluk hidup sendiri sudah mulai berkembang saat terdapat salah seorang ahli biologi yang berasal dari Swedia. Ia bernama Carlous Linnaeus yang berupaya mengelompokkan makhluk hidup tersebut menjadi dua kelompok. Adapun dua kelompok yang dimaksud tersebut adalah kelompok hewan dan kelompok tumbuhan.

Dua kelompok yang masih tergolong besar tersebut disenut dengan kingdom Linnaeus. Sehingga ada kingdom Animalia atau hewan da nada juga kingdom plantae atau tumbuhan. Lalu Linnaeus kemudian melakukan klasifikasi lagi menjadi suatu tingkatan yang lebih kecil, yakni devisi filum, kelas, bangsa, suku, marga, dan juga jenis. Pengelompokan yang disusun tersebut disebut dengan taksa. Adapun klasifikasi makhluk hidup menjadi lima kingdom yang cukup banyak digunakan tersebut dikemukakan oleh seseorang bernama Robert H. Whittaker di tahun 1969. Ia membagi makhluk hidup yang ada di bumi ini menjadi lima jenis kelompok besar yang meluputi, Monera, Protista, Jamur, Tumbuhan dan juga Hewan.

KINGDOM MONERA

Jenis makhluk hidup yang masuk ke dalam klasifikasi ini mempunyai ukuran mikroskopis, yaitu sekitar 1 sampai dengan 10 mikrometer. Untuk dapat melihat jenis makhluk hidup satu ini, maka dibutuhkanlah yang namanya mikroskop yang mempunyai pembesaran lebih dari 1000 kali.

Adapun ciri dari makhluk hidup jenis Monera adalah ia memiliki sel yang tidak mempunyai membrane inti atau yang biasa dikenal dengan istilah Prokariotik. Selnya hanya berisikan satu sel dan ia berkembang biak dengan cara membelah diri mereka. Adapun jenis dari kingdom ini misalnya adalah jenis bakteri dan juga alga biru.

  1. Bakteri

Ada banyak bakteri yang ada di sekitar manusia.  Bahkan, ia ada di dalam tubuh manusia sendiri. Bentuk dari bakteri pun sangat beragam, ada yang berbentuk basil, kokus danjuga spiril.Bakteri yang terdapat di sekitar Anda ada yangj jenisnya menguntungkan dan ada juga yang jenisnya ternyata merugikan. Sebagian besar dari bakteri yang ada memang merugikan namun ada juga yang bermanfaat dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Contoh dari jenis bakteri yang menguntungkan adalah Escherichia Coli. Dalam usus besar manusia ada jutaan jumlah bakteri tersebut yang manfaatnya adalah untuk membantu proses produksi vitamin K melalui pembusukan makanan.Selain itu, ada juga contoh jenis bakteri lain yang juga memberikan manfaat untuk manusia, yakni bakteri Rhyzobium Sp yang fungsinya adalah membantu mengikat nitrogen yang terdapat pada udara bebas.

Selanjutnya adalah jenis bakteri Salmonella Typhi yang menyebabkan seseorang terserang Selain beberapa jenis bakteri yang menguntungkan, ada juga jenis bakteri yang ternyata merugikan manusia. Misalnya saja Clostridium Tetani yang menyebabkan penyakit Tetanus. Kemudian Vibrio Cholera yang menyebabkan penyakit bernama Kolera. Selain itu ada juga Myconbacteriaum Leprae yang menyebabkan penyakit Lepra.Penyakit Tipus dan juga Mucobacterium Tuberculose yang menyebabkan penyakit TBC. Dan ada juga jenis bakteri merugikan lainnya seperti BacillusAnthracis yang menyebabkan panyakit Antraks. Sementara jenis bakteri ClostridiumBotulinum bisa menyebabkan makanan menjadi beracun dan busuk.

2. Alga hijau-biru

Anggota yang selanjutnya dari Kingdom Monera adalah Alga Hijau-Biru atau yang biasa dikenal dengan Cyanobacteria. Alga Hijau-Biru ini sudah memiliki klorofil sehingga ia pun mampu memproses pembuatan makanan melalui proses yang dikenal selama ini dengan sebutan fotosintesis. Sebagaimana bakteri yang telah diterangkan di atas, Alga Hijau-Biru mempunyai membran inti sel.Adapun contoh dari Alga Hijau Biru sendiri adalah SpirulinaClorococcus, Glaeocapsa, Microcystic, Aphacaspa, Oscillatoria, dan juga Anabena Azolla. Spirulinasendiri mempunyai kadar protein yang amat tinggi dan bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah dikarenakan ia bisa mengingat nitrogen secara bebas di udara.

KINGDOM PROTISTA

Klasifikasi dari makhluk hidup selanjutnya adalah kingdom Protista. Yang membedakan antara kelompok Monera dengan Protista ini adalah dari sisi membran ini yang dimiliki. Makhluk hidup kingdom Protista ini sel yang ia miliki terdapat membran inti di dalamnya. Adapun sifat dari kingdom Protista ini cukup bervariasi.

Ada yang memiliki sel tinggal dan ada juga yang memiliki sel banyak. Di samping itu, ada juga yang ukurannya mikroskopis (hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop) da nada juga yang ukurannya makroskopis yang bisa dilihat walaupun tanpa menggunakan mikroskop.Untuk kingdom satu ini, ada yang sifatnya menyerupai hewan atau memakan hewan yang lain da nada juga yang sifatnya menyerupai tumbuhan atau mampu melakukan fotosintssis. Adapun kelompok makhluk hidup yang tergolong Protista dengan sifat hewan adalah Protozoa. Dan yang mempunyai sifat seperti tumbuhan adalah Alga.

  1. Protista

Jenis makluk hidup yang masuk ke dalam kelompok ini adalah ParameciumEntamoeba Coli yang ada pada usus besar dan bisa menyebabkan penyakit diare. Serta Plasmodium Malarina yang bisa memicu penyakit malaria. Orang yang di dalam tubuhnya ada Plasmodoum, maka sel-sel darah merahnya akan banyak yang mengalami kehancuran dan tubuhnya pun menjadi demam tinggi. Penyakit ini akan bisa menular dengan lantaran nyamuk jenis Anopheles.

2. Alga

Alga yang masuk ke dalam jenis Protista adalah selain jenis Alga Hijau Biru. Jenis makhluk hidup yang satu ini dibedakan berdasarkan warna yang ada di dalam tubuhnya.

  • Alga hijau

Klasifikasi ini memiliki tubuh yang multiseluler. Di dalam selnya ada kandungan klorifil. Makhluk hidup ini nampak seperti benang dan warnanya hijau. Umumnya, jenis ini hidup di kawasan air tawar yang jernih dan menggenang. Misalnya adalah ChlorellaUlva Lactuca

  • Alga cokelat

Memiliki bentuk tubuh sebagaimana jenis tumbuhan yang tinggi atau semacam lembaran yang di dalamnya terdapat kandungan klorofil. Alga Coklat ini memiliki zat berwarna coklat dan hidupnya di lautan. Bisanya jenis ini dimanfaatkan oleh manusia untuk bahan makanan ternak, obat, dan juga bahan industri cat. Misalnya sakja jenis FucusSargasum, dan juga Laminaria.

  • Alga merah

Jenis ini mempunyai tubuh yang berwarna merah tua atau lebih ungu. Ia hidup di lautan dan memiliki kandungan klorofil. Ia juga memiliki zat berwarna merah yang umumnya dipakai untuk pembuatan agar-agar.

  • Alga pirang

Selanjutnya adalah Alga Pirang yang mempunyai sel tunggal dengan ukuran mikroskopis. Ia memiliki klorofil dan zat yang berwarna coklat sehingga ia menjadi agak kecoklatan. Ia biasa ditemukan di kawasan air tawar, air payau dan juga air laut. Misalnya adalah Diatom.

KINGDOM FUNGI/JAMUR

Gambar Macam-macam jenis jamur
Sumber:healtyinsed.blogspot.com

Jamur mempunyai ukuran yang sangat beragam. Mulai dari yang ukurannya halus sebagaimana benang kecil dan ada juga yang ukurannya agak besar. Jamur sendiri merupakan jenis spesies yang di dalamnya tidak memiliki klorofil sehingga ia pun tidak bisa melakukan fotosintesis untuk membuat makanan mereka sendiri.

Jamur bisa bertahan hidup dengan cara menguraikan berbagai sisa makhluk hidup yang sudah mati untuk kemudian diserap sarinya sebagai makanan untuk jamur tersebut.Jamur mempunyai cara yang cukup unik di dalam mendapatkan makanannya. Jamur juga tidak menelan makanan mereka sebagaimana manusia dan juga hewan. Akan tetapi, ia mengeluarkan sejenis zat yang bisa membuat sisa makhluk hidup lainnya menjadi terurai. Apabila sudah terurai, maka sarinya tersebut selanjutnya akan diserap oleh jamur.

Jamur ada yang memiliki sel tunggal dan ada pula yang memiliki sel banyak. Jamur yang mempunyai cukup banyak sel atau multiseluler di dalam tubuhnya terdiri atas berbagai benang halus yang disebut dengan hifa. Hifa tersebut nantinya akan membrntuk semacam anyaman yang dikenal dengan miselium.Jamur umumnya hidup di kawasan yang lembab dan hanya terkena sinar matahari sedikit. Sifat jamur sendiri adalah saprofit atau hidup dan makan dari berbagai jenis bahan organik yang sudah mati serta busuk. Ia juga biasa disebut dengan parasit.

Sebenarnya, perkembangan dari jamur sendiri bisa dilakukan secara generatif atau kawin dan bisa juga dilakukan dengan cara vegetatif atau tidak kawin. Perkembangbiakan jamur dengan cara generatif akan dilakukan melalui miselium. Sementara perkembangbiakan secara vegetatif akan  menghasilkan suatu spora yang dibentuk oleh tubuh dari buah.

KINGDOM PLANTAE (TUMBUHAN)

Kelompok atau klasifikasi yang keempat ini memiliki anggita berbagai jenis makhluk hidup yang memiliki sel banyak dan memiliki kemampuan untuk berfotosintesis. Kemampuan untuk melakukan fotosintesis tersebut disebabkan karena terdapat klorofil di dalam kloropasnya. Klorofil tersebut lah yang nantinya memanfaatkan adanya energi dari cahaya matahari langsung untuk mengolah makanan. Perbedaan yang lain dari tumbuhan dengan jenis makhluk hidup dengan sel banyak adalah di dalam hal struktur sel mereka. Sel untuk tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari bahan berjenis Selulosa atau sejenis karbohidrat.

Maka dari itu, tumbuhan biasanya memiliki sifat tidak mudah patah dan juga kaku. Kingdom Plantae sendiri dikelompokkan menjadi dua jenis bagian, yaitu jenis tumbuhan yang tidak memilikin pembuluh atau tidak memiliki Xilem dan juga Floem. Dan kedua adalah jenis tumbuhan yang memiliki pembuluh. Adapun tumbuhan yang masuk ke dalam jenis tidak memiliki pembuluh misalnya adalah tumbuhan lumut.

Sementara jenis tumbuhan yang memiliki pembuluh di antaranya adalah jenis tumbuhan paku dan tumbuhan yang memiliki biji.

  1. Tumbuhan lumut
Sumber:perakatractionmalaysia.com

Tumbuhan lumut ini masuk ke dalam jenis tumbuhan yang hidupnya di daratan. Umumnya, jenis tumbuhan satu ini mempunyai warna hijau dengan ukuran yang kecil sekitar 50 cm. Secara umum, tumbuhan lumut ini hidup di bagian atas permukaan kayu, batu, pohon dan juga tanah.

Lumut sendiri menghasilkan makanan sendiri karena ia memiliki kandungan klorofil di dalamnya sehingga tumbuhan jenis ini mampu berfotosintesis sendiri. Adapun kelompok dari tumbuhan lumut atau Bryophyta ini memiliki ciri-ciri tidak memiliki batang, akar dan juga daun yang sejati.

Ciri lain yang dimiliki oleh jenis tumbuahn lumut ini adalah ia memiliki ukuran yang relatif kecil yang sangat jarang mencapai 15 cm. Bentuk dari tumbuhan lumut sendiri adalah pilih layaknya pita namun ada juga yang bentuknya seperti daun kecil serta batang. Adapun dinding selnya tersusun atas selulosa atau semacam karbohidrat.

Saat ini, spesies lumut sendiri sudah mencapai 16.000 yang berhasil ditemukan dan diklasifikasikan. Lumut kemudian bisa dibagi lagi menjadi tiga jenis kepas berdasar pada gametofit  dan juga sporofitnya, yaitu jenis lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun.

2. Tumbuhan paku

Sumber:pinterest.co.uk

Tumbuhan paku yang memiliki nama ilmiah Pteridophyta adalah sejenis tumbuhan yang di dalamnya memiliki daun, batang serta akar yang sejati. Akan tetapi, jenis tumbuhan yang satu ini tidak mempunyai bunga. Ciri khas dari jenis tumbihan ini adalah daun mudanya memiliki bentuk menggulung.Lalu pada bagian permukaan bawah daun dewasanya memiliki bintik coklat kehitaman yang dikenal dengan Sorus. Di dalam Sorus ini ada kotak Spora atau sporangium yang berisikan banyak spora.

Tumbuhan jenis paku ini masih dibagi lagi menjadi empat jenis, pertama adalah paku purba, kedua paku kawat, ketiga paku ekor kuda dan keempat paku sejati.

3. Tumbuhan berbiji

Selanjutnya adalah tumbuhan berbiji yang juga dikenal dengan istilah tumbuhan bunga. Biji adalah salah satu alat bagi tumbuhan untuk mereka dapat berkembang biak. Di dalam biji tersebut sudah ada calon tumbuhan baru yang biasa dikenal dengan nama lembaga.

Secara umum, jenis tumbuhan yang berbiji hidup di daratan, meskipun ada juga yang mengapung di permukaan air misalnya teratai. Tumbuhan berbiji sendiri juga masuk ke dalam jenis tumbuihan yang mampu menghasilkan makanan mereka sendiri dengan proses fotosintesis. Tumbuhan berbiji in dikelompokkan menjadi dua jenis yang ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya penutup atau pelindung pada biji. Yaitu tumbuhan biji terbuka dan tumbuhan biji tertutup.

KINGDOM ANIMALIA

Di dalam klasifikasi makhluk hidup, hewan masuk ke dalam jenis kingdom Animalia. Hewan sendiri adalah jenis makhluk hidup yang mampu bertahan hidup dengan memakan makhluk hidup lainnya. Perbedaan yang paling utama dari hewan dan juga tumbuhan adalah dari sisi dinding sel yang mereka miliki. Sel yang ada pada tumbuhan mempunyai dinding sel, sementara hewan tidak memiliki dinding sel.

Kingdom Animalia sendiri dibagi menjadi dua jenis yang ditentukan oleh ada atau tidaknya tulang belakang pada hewan tersebut.

  1. Hewan tak bertulang belakang

Ini merupakan jenis hewan yang tidak memiliki tulang punggung atau tulang belakang. Struktur pembentuknya sebagaimana sistem pernapasan, sistem peredaran darah yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan bertulang belakang. Ada lima jenis makhluk hidup yang masuk ke dalam jenis ini:

a. Hewan berpori

Ini adalah jenis hewan yang memiliki pori-pori dengan bentuk tubuh semacam spons. Biasanya hewan jenis ini akan hidup di daerah peraian.

b. Hewan berongga

Merupakan jenis hewan yang mempunyai tentakel untuk menangkap mangsanya.

c. Cacing

Ini merupakan jenis hewan yang memiliki tubuh lunak dan tidak bercabang.

d. Hewan bertubuh lunak

Ini adalah jenis hewan yang tubuhnya lunak, memiliki banyak lendir dan terbungkus oleh bahan khusus semisal mantel dan sebagainya.

e. Hewan berbuku-buku

Ini adalah jenis hewan yang di dalamnya terdiri dari kepala, dada dan juga perut.

2. Hewan bertulang belakang

Ini adalah kelompok atau jenis hewan yang mempunyai tulang belakang atau tulang punggung. Dari segi jenis, kelompok hewan inimemang lebih sedikit dibandingkan dengan jenis hewan yang memiliki tulang belakang. Di antara jenis hewan ini adalah ikan, katak, ungags, kura-kura, buaya, sapi, kambing, kera orang utan dan lain sebagainya.

www.biomagz.com

    Leave Your Comment Here