Pertumbuhan Penduduk – IPS 7

https://sarjanaekonomi.co.id/pertumbuhan-penduduk/

Setelah kalian mempelajari materi komposisi penduduk, apakah kalian masih ingat apa itu komposisi penduduk?

Komposisi penduduk merupakan pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu seperti pendidikan, umur, jenis kelamin dll. Sudah ingat ya sekarang tentang komposisi penduduk. Maka pada materi kali ini kita akan mempelajari materi pertumbuhan penduduk.

Pertumbahan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan yang menambah dan kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan migrasi.

Macam-macam pertumbuhan peduduk :

a.    Pertumbuhan penduduk alami (natural increase / Rate of Natural Increase = RNI)

       Yaitu pertumbuhan penduduk yang hanya dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian saja.

       Rumus  Pertumbuhan penduduk alami = jumlah kelahiran – jumlah kematian

Pa = L-M

keterangan Pa : pertumbuhan penduduk alami, L : lahir, M: mati

b.    Pertumbuhan Penduduk Migrasi (nonalami)

       Yaitu pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi keluar (emigrasi).

       Rumus Pertumbuhan Penduduk Migrasi = Imigrasi – Emigrasi

Pm = I-E

Keterangan Pm : pertumbuhan penduduk migrasi, I : imigrasi, E : emigrasi

c.    Pertumbuhan penduduk total (total population growth)

      Yaitu pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian serta dari selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar.         

       Rumus Pertumbuhan Penduduk Total = (L – M) + ( I – E)

Keterangan : L = Lahir, M = Mati, I = Imigrasi, E = Emigrasi

Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh jumlah kelahiran, kematian, dan migrasi yang dapat diuraikan sebagai berikut.

a.    Kelahiran (natalitas).

Natalitas artinya kemampuan riel (nyata) dari seseorang wanita untuk melahirkan (jumlah bayi lahir hidup) atau bisa diartikan jumlah kelahiran hidup.

Faktor Penunjang Kelahiran ( Pronatalitas).

  • Kawin usia muda.
  • Anggapan bahwa anak adalah tumpuan hari tua.
  • Anak merupakan sumber tenaga untuk membantu mencari nafkah.
  • Anak adalah penerus keturunan.

Faktor Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas).

  • Pelaksanaan Keluarga Berencana ( KB ).
  • Banyaknya wanita karier ( bekerja ).
  • Penundaan usia kawin dengan cara pendidikan / sekolah.
  • Adanya UU Perkawinan, yaitu UU no. 1 tahun 1974 yang menetapkan usia nikah untuk pria 19 th dan Wanita 16 tahun.

Ada beberapa rumus untuk menghitung kelahiran hidup yaitu :

  1. Tingkat Kelahiran  Kasar (Crude Birth Rate/CBR).

Adalah angka banyaknya kelahiran hidup setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.

https://andimanwno.wordpress.com/2019/09/05/angka-kelahiran/

Ketentuan atau tolok ukur untuk menentukan tinggi rendahnya angka kelahiran :

  • Angka kelahiran tinggi, jika angka kelahiran > 30
  • Angka kelahiran sedang, jika angka kelahiran 20 – 30
  • Angka kelahiran rendah, jika angka kelahiran < 20Tingkat

2) Tingkat Kelahiran Menurut Kelompok Umur tertentu (Age Specific Fertility Rate/ASFR)

Adalah angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 wanita pada kelompok umur tertentu.

https://andimanwno.wordpress.com/2019/09/05/angka-kelahiran/

b.    Kematian (Mortalitas)

       Mortalitas yaitu jumlah kematian penduduk yang terjadi pada suatu daerah tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Faktor Penunjang Kematian ( Pro Mortalitas)

  • Tingkat kesehatan rendah
  • Fasilitas kesehatan belum memadai
  • Gizi penduduk yang rendah
  • Terjadinya bencana alam
  • Terjadinya kecelakaan lalu lintas, wabah penyakit, peperangan, pembunuhan dan lain-lain

Faktor Penghambat Kematian (Anti Mortalitas)

  • Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
  • Fasilitas kesehatan yang memadai
  • Meningkatnya gizi penduduk
  • Meningkatnya keimanan, bahwa membunuh atau bunuh diri dilarang dalam agama

Ada beberapa rumus untuk menghitung kematian yaitu :

  1. Tingkat Kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)

       Adalah angka yang menunjukkan rata-rata kematian perseribu penduduk dalam satu tahun

https://andimanwno.files.wordpress.com/2019/09/rumus-angka-kematian-kasar-crude-death-rate.png?w=424&h=198

Ketentuan atau tolok ukur untuk menentukan tinggi rendahnya angka kematian :

  • Golongan tinggi, jika angka kematian > 20
  • Golongan sedang, jika angka kematian 10 – 20
  • Golongan rendah, jika angka kematian < 10

2. Angka kematian bayi (Infant mortality rate/IMR)

adalah angka yang menunjukkan banyaknya bayi yang meninggal dari setiap 1000 yang lahir hidup.

https://konten.smpn2ppu.sch.id/ips/sumber-daya-manusia/MO_files/konten5.html

c.    Perpindahan Penduduk (migrasi)

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain melintasi batas wilayah tertentu. Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi antara lain karena faktor ekonomi, politik, sosial budaya, bencana alam, agama dan keamanan.

Macam-macam Migrasi :

1)    Migrasi internasional : perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain atau perpindahan penduduk antar negara.

Contoh migrasi internasional :

–    Imigrasi : masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan  tujuan menetap.

–    Emigrasi: Keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap.

2)    Migrasi Nasional : Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam satu wilayah Negara.

       Jenis – jenis migrasi nasional :

a)    Urbanisasi : Perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar.  Arus urbanisasi di Indonesia terjadi karena dua faktor yaitu daya tarik kota dan daya dorong dari desa.

Faktor Daya tarik kota antara lain :

  • Fasilitas hidup di kota lengkap dan memadai.
  • Banyaknya kesempatan kerja.
  • Upah kerja yang tinggi.
  • Kota menjanjikan kemewahan hidup.
  • Kota pusat dari berbagai kegiatan ekonomi, pendidikan pemerintah dan sebagainya.
  • Munculnya sikap hedonisme : yaitu seolah-olah hidup di kota serba enak, mewah dan menyenangkan.

Faktor daya dorong dari pedesaan antara lain :

  • Pemilihan lahan pertanian yang semakin menyempit.
  • Kesempatan bekerja diluar pertanian sangat terbatas.
  • Rendahnya upah buruh.
  • Sumber penghasilan yang terbatas dari sektor pertanian saja.
  • Fasilitas, sarana prasarana di pedesaan terbatas.

b)    Transmigrasi : perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah Republik Indonesia.

       Macam-macam transmigrasi : transmigrasi umum, transmigrasi khusus (sektoral), transmigrasi lokal, Transmigrasi bedol desa dan transmigrasi swakarsa (spontan).

Dampak Positif dan Negatif Migrasi dan Upaya Mengatasinya

Dampak Positif  Migrasi  :

  1. Kebutuhan tenaga kerja masyarakat kota tercukupi.
  2. Kemajuan pembangunan daerah perkotaan semakin pesat.
  3. Bagi warga desa yang peduli kemajuan desanya akan membawa kemajuan didesanya dari pengalaman dikota.

Dampak negatif migrasi :

  1. Kesempatan kerja di kota semakin terbatas.
  2. Menimbulkan berbagai masalah didaerah tujuan .
  3. Banyaknya pemukiman kumuh.
  4. Berkurangnya tenaga muda (produktif) di pedesaan.
  5. Berkembangnya kebudayaan kota ke desa yang bersifat negatif.
  6. Kurangnya perlindungan bagi para migran, terutama TKI yang bekerja di luar negeri.

Usaha mengatasi dampak negatif migrasi :

  1. Menggiatkan pembangunan desa.
  2. Melaksanakan program modernisasi desa.
  3. Program transmigrasi mulai digiatkan kembali.
  4. Penempatan lokasi industri di desa/pinggir kota.
  5. Menyelenggarakan program KB.
  6. Menciptakan peluang kerja di desa.
  7. Modernisasi di bidang pertanian.
  8. Menambah fasilitas, sarana prasarana di desa.
  9. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat desa.
  10. Desentralisasi pembangunan ke daerah-daerah.

4.  Kualitas penduduk

       Kualitas penduduk atau mutu sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap tingkat kemajuan suatu negara. Hal ini terkait dengan kemampuan penduduk untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.   

Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas penduduk :

1) Tingkat Pendapatan Penduduk

Tingkat pendapatan penduduk diukur dari besarnya pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita adalah pendapatan yang diperoleh rata-rata penduduk dalam waktu satu tahun. Pendapatan per kapita dapat mencerminkan tingkat kesejahteraan dan kemajuan perekonomian suatu negara. Semakin tinggi pendapatan per kapita, semakin tinggi kesejahteraan penduduknya karena dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan yang lain secara layak.

2) Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mencapai kemajuan suatu negara. Cepat atau lambatnya suatu negara dalam meningkatkan kemajuan ekonominya sangat tergantung pada keberhasilan negara tersebut memberikan pendidikan kepada penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk, menunjukkan semakin tingginya kualitas penduduk di negara tersebut. Pendidikan akan meningkatkan kemampuan penduduk untuk mengolah sumber daya alam yang dimiliki sehingga akan meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Penduduk Indonesia dari segi pendidikan masih tergolong rendah. Rendahnya kualitas pendidikan ini di antaranya disebabkan oleh:

a. Tingkat pendapatan penduduk rendah

b. Tidak seimbangnya jumlah murid dengan sarana dan prasarana pendidikan

c. Masih kurangnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anakanaknya.

3. Tingkat Kesehatan

Kualitas penduduk dalam hal kesehatan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas seseorang. Tinggi rendahnya tingkat kesehatan penduduk suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan. Semakin rendah angka kematian bayi dan ibu pada saat melahirkan, berarti semakin baik tingkat kesehatan penduduk.

Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VII SMP.Jakarta Timur:Yudis Tira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.dan A.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi 2016

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII.Magelang:Inovasi

    Leave Your Comment Here