Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial – IPS 7

  • IPS 7
  • 30 September 2020

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Interaksi sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya lembaga sosial masyarakat yang bersangkutan.  Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan bergotong royong.   Sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga sosial.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia harus melakukan interaksi dengan orang lain, baik secara individu atau kelompok.  Agar manusia terpenuhi kebutuhan hidupnya secara tertib dan teratur, maka dalam kegiatannya manusia  perlu mematuhi aturan-aturan atau norma yang berlaku di masyarakat dalam bentuk lembaga sosial.

Berikut contoh pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial :

1.    Kebutuhan terhadap makan dan minum maka dapat dilakukan interaksi sosial antara penjual dan pembeli melalui lembaga sosial berupa pasar, toko, dan supermarket

2.    Pendidikan dibutuhkan setiap manusia, pendidikan bisa terjadi melalui pertemuan antara guru dan siswa di sekolah dan universitas

3.    Kebutuhan  kesehatan terjadi karena interaksi sosial antara dokter dengan pasien di lembaga sosial seperti puskesmas dan rumah sakit

4.    Sandang atau pakaian bisa didapatkan melalui bertemunya penjual dan pembeli di pasar pakaian atau swalayan

5.    Kebutuhan untuk meneruskan keturunan maka terjadi interaksi antara pria dan wanita dalam lembaga sosial yang disebut penikahan atau perkawinan.

6.    Modal bisa diperoleh dari kreditur kepada debitur dalam lembaga yang disebut bank

7.    Kebutuhan telekomunikasi bisa terjadi karena adanya hubungan manusia melalui signal atau peran internet dalam organisasi internet internasional

8.    Listrik bisa dipenuhi karena adanya interaksi antara perusahaan listrik dengan pelangan melalui lembaga sosial berupa badan usaha milik negara PLN

9.    Kebutuhan keamanan lingkungan bisa diwujudkan dengan gotonng royong warga dalam bentuk Siskamling.

10. Air minum bisa diperoleh dari penyedia air minum dengan konsumen melalu perusahaan PDAM.

11. Pekerjaan atau mata pencaharian bisa terjadi karena ada pengusaha dan tenaga kerja yang ada di perusahaan industri.

12. Transportasi dengan adanya sopir dan penumpang dalam sebuah lembaga misalnya perusahaan Bus seperti PT Damri.

Lembaga Sosial

Lembaga sosial memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kehadiran lembaga sosial sangat diperlukan dalam sistem sosial untuk mengendalikan dan mengatur berbagai macam aktivitas baik individu maupun kelompok dalam kemasyarakatan. Jika jaman sekarang tidak ada lembaga sosial, maka setiap individu tidak dapat menentukan arahnya sendiri sebab tidak ada batasan-batasan wilayah norma yang mengikatnya. Karena adanya lembaga sosial maka setiap individu dapat hidup secara teratur dan tidak dapat berbuat atas keinginannya sendiri atau berbuat seenaknya karena ada norma atau peraturan yang mengikatnya. Setiap lembaga sosial memiliki peraturan yang berbeda-beda sesuai dengan jenisnya, norma tersebut mengikat pula pada ruang lingkup masyarakat yang memiliki hubungan dengannya.

1.   Pengertian Lembaga Sosial

     Secara umum, Pengertian Lembaga adalah suatu sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang oleh masyarakat dianggap penting. Sistem norma itu mencakup gagasan, aturan, tata cara, kegiatan dan ketentuan sanksi (reward and punishment system). Sistem norma itu merupakan hasil proses yang berangsur-angsur menjadi suatu sistem yang terorganisasi yang teruji kredibilitasnya, dan tepercaya. Seperti agama adalah lembaga karena merupakan suatu sistem gagasan, kepercayaan, tata cara ibadah, dan pedoman perilaku yang dipercaya penganutnya karena dapat membawa pada kebaikan dunia dan akhirat.

Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli di Dunia

a.    Alvin L. Bertrand

       Menurut Alvin L. Bertrand Lembaga sosial pada hakikat nya adalah sekumpulan dari norma-norma sosial (struktur-strukur sosial) yang sudah diciptakan agar dapat melaksanakan fungsi masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut meliputi sekumpulan norma dan bukan norma yang berdiri sendiri.

b.    Robert Mac Iver dan CH. Page

       Menurut Robert Mac Iver dan CH. Page Lembaga Sosial merupakan kondisi-kondisi atau bentuk-bentuk prosedur yang mapan, yang menjadi karakteristik bagi aktivitas kelompok. kelompok yang melaksanakan patokan-patokan tersebut disebut asosiasi.

c.    Summer

       Menurut Summer lembaga sosial dilihat dari sudut kebudayaan diartikan sebagai cita-cita, perbuatan, sikap dan perlengkapan-perlengkapan kebudayaan, yang memiliki sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Yang terpenting adalh agar ada keteraturan dan integrasi dalam masyrakat.

d.    Roucek dan Warren

       Menurut Roucek dan Warren lembaga sosial adalah bermacam pola yang sudah memiliki kedudukan pasti atau tetap untuk mempersatukan beragam kebutuhan manusia yang timbul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dengan cara-cara yang sudah tidak terelakan lagi, untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.

e.    Mayor Polak

       Menurut Mayor Polak lembaga sosial adalah suatu kompleks atau sistem berbagai peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai yang terpenting.

f.     Leopold Von Wilsen dan Becker

       Menurut Leopold Von Wilsen dan Becker lembaga sosial adalah sebagi suatu jaringan proses-proses hubungan antar kelompok sosial dan antar manusia yang mempunyai fungsi untuk memelihara hubungan-hubungan itu serta pola-pola yang sesuai dengan minat dan kepentingan manusia dan kelompoknya.

g.    Fitcher

       Menurut Fitcher lembaga sosial adalah suatu sistem hubungan-hubungan sosial yang mengandung nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam usaha memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

h.    Selo Soemardajan dan Soelaeman Soemardi 

       Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Lembaga sosial adalah semua norma-norma dari segala tingkat yang berkisar pada suatu keperluan pokok dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu kelompok yang diberi nama lembaga kemasyarakatan.

i.     Soerjono Soekanto

       Menurut Soerjono Soekanto Lembaga sosial adalah himpunan dari norma-norma  dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat.

j.     Koentjaraningrat

       Menurut Koentjaraningrat lembaga sosial adalah suatu sistem  tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

2.    Terbentuknya Lembaga Sosial

       Lembaga sosial terbentuk dari nilai, norma, adat istiadat, tata kelakuan, dan unsur budaya lainnya yang hidup di masyarakat. Nilai dan norma yang baru setelah dikenal, diakui dan dihargai oleh masyarakat akan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. Proses tersebut akan berlanjut ke nilai dan norma sosial dan diserap oleh masyarakat dan mendarah daging. Proses penyerapan tersebut dinamakan dengan internalisasi.

       Setelah itu, lama kelamaan akan berkembang menjadi bagian dari suatu lembaga. Proses yang dilewati nilai dan norma sosial baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga sosial yang dalam masyarakat disebut dengan proses pelembagaan (institusionalized).

3.    Fungsi Lembaga Sosial  

Menurut Soerjono Soekanto, lembaga sosial memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat,
  • Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
  • Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial

Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial secara umum adalah:

  • Fungsi Manifes atau fungsi nyata yaitu fungsi lembaga yang disadari dan di akui oleh seluruh masyarakat
  • Fungsi Laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial yang tidak disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika diikuti dianggap sebagai hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan

4.    Tipe-Tipe Lembaga Sosial

Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin, tipe-tipe lembaga sosial dapat diklasifi-kasikan sebagai berikut:

Berdasarkan sudut perkembangan
  • Cresive institution yaitu institusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: lembaga perkawinan, hak milik dan agama
  • Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang dan lembaga pendidikan
Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat
  • Basic institution yaitu institusi sosial yang dianggap penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah, dan negara.
  • Subsidiary institution yaitu institusi sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat seperti rekreasi.
Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat
  • Approved dan sanctioned institution yaitu institusi sosial yang diterima oleh masyarakat, misalnya sekolah atau perusahaan dagang.
  • Unsanctioned institution yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh: sindikat kejahatan, pelacuran, dan perjudian.
Berdasarkan sudut penyebarannya
  • General institution yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh: institusi agama
  • Restricted institution yaitu institusi sosial yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil masyarakat tertentu. Contoh: lembaga agama IslamKristen ProtestanHindu, dan Budha.
Berdasarkan sudut fungsinya
  • Operative institution yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh: institusi ekonomi.
  • Regulative institution yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan dalam masyarakat. Contoh: institusi hukum dan politik seperti pengadilan dan kejaksaan.

5.    Syarat Terbentuknya Lembaga Sosial  

       Menurut Selo Soemardjan, lembaga sesuatu yang harus dipegang dan sebagai aturan yang mengikat dalam masyarakat sebagai proses bertumbuhnya kelembagaan yang mengikat 3 syarat. Syarat-syarat terbentuk lembaga sosial adalah sebagai berikut.

  • Norma menjiwai seluruh anggota masyarakat
  • Diterima oleh sebagian besar anggota masyarakat tanpa adanya halanyan yang berarti 
  • Norma harus memiliki sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat

6.    Sifat-Sifat Lembaga Sosial 

       Menurut Harsoja lembaga sosial mempunyai sifa-sifat umum, yaitu sebagai berikut.

  • Berfungsi sebagai unit dalam sistem kebudayaan sebagai satu kesatuan bulat
  • Memiliki tujuan yang jelas
  • Relatif kokoh 
  • Sering menggunakan hasil kebudayaan material dalam menjalankan fungsinya
  • Sifat karakteristik merupakan sebuah lambang 
  • Umumnya sebagai tradisi tertulis atau lisan

7.    Ciri-Ciri Lembaga Sosial

       Menurut Gillin dan Gillin, terdapat ciri-ciri utama lembaga sosial antara lain sebagai berikut.

  • Pola pemikiran dan perilaku terwujud dari dalam aktivitas masyarakat bersama dengan hasil-hasilnya. 
  • Memiliki suatu tingkat kekekalan khusus. Maksudnya, suatu nilai atau norma akan menjadi lembaga yang setelah mengalami proses percobaan dalam waktu yang relatif lama. 
  • Memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu. 
  • Memiliki alat kelengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga tersebut. Umumnya alat ini antara satu masyarakat dan masyarakat lainnya berbeda. 
  • Mempunyai lambang sebagai simbol dalam menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga tersebut. 

Merumuskan tujuan dan tata tertibnya, lembaga memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis

8.    Macam-Macam Lembaga Sosial  

Terdapat beberapa lembaga sosial yang sangat erat dengan orientasinya. Beberapa lembaga sosial tersebut adalah sebagai berikut

a.    Lembaga Keluarga 

1)    Pengertian

       Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga memiliki fungsi majemuk bagi terciptanya kehidupan sosial dalam masyarakat. Dalam keluarga diatur hubungan antara anggota-anggotanya sehingga setiap anggota keluarga mempunyai peran dan fungsinya yang jelas.

https://www.bocahudik.com/2019/08/apa-kabar-keluargaku.html

Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :

  • Diawali dengan adanya interaksi antara pria dan wanita
  • Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan sosial yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan.
  • Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan, kemudian terbentuklah keluarga inti.

Dalam kehidupan di masyarakat kita kenal tiga macam bentuk keluarga, yaitu :

  • Keluarga inti (keluarga batih, somah, nuclear family), yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum menikah
  • Keluarga besar (extended family) merupakan ikatan keluarga dalam satu keturunan yang terdiri atas kakek, nenek, ipar, paman, anak, cucu, dan sebagainya.
  • Keluarga poligamous terdiri dari beberapa keluarga inti yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga

2)    Fungsi keluarga

  • Fungsi reproduksi. Dalam keluarga, anak-anak merupakan wujud dari cinta kasih dan tanggung jawab suami istri meneruskan keturunannya.
  • Fungsi sosialisasi. Keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakatnya. Keluarga sebagai wahana sosialisasi primer harus mampu menerapkan nilai-nilai atau norma-norma masyarkat melalui keteladanan orang tua.
  • Fungsi afeksi. Dalam keluarga, diperlukan kehangatan, rasa kasih sayang, dan perhatian antara anggota keluarga yang merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk berpikir dan bermoral (kebutuhan itegratif). Apabila anak tidak atau kurang mendapatkannya, memungkinkan ia menjadi sulit dikendalikan, nakal, bahkan terjerumus pada kejahatan.
  • Fungsi ekonomi. Keluarga, terutama orang tua, mempunyai kewajiban memenuhi kebutuhan ekonomi anak-anaknya. Pada masyarakat tradisional, kewajiban ini dipikul oleh suami. Namun, pada masyarakat modern yang menganggap peran laki-laki dengan wanita kian sejajar, suami dan istri memikul tanggung jawab ekonomi yang sama terhadap anak-anak mereka.
  • Fungsi pengawasan sosial. Setiap anggota keluarga, pada dasarnya, saling melakukan kontrol atau pengawasan karena mereka memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga nama baik keluarga. Namun, peran ini biasanya lebih dominan dilakukan oleh anggota keluarga yang lebih tua.
  • Fungsi proteksi (perlindungan). Fungsi perlindungan sangat dibutuhkan anggota keluarga, terutama anak, sehingga anak akan merasa aman hidup di tengah-tengah keluarganya. Ia akan merasa terlindungi dari berbagai ancaman fisik maupun mental yang datang dari keluarga maupun dari luarnya.
  • Fungsi pemberian status. Melalui perkawinan, seorang akan mendapatkan status atau kedudukan yang baru di masyarakat, yaitu sebagai suami atau istri. Secara otomatis, ia akan diperlakukan sebagai orang yang telah dewasa dan mampu bertanggung jawab kepada diri, keluarga, anak-anak, dan masyarakatnya.
  • Fungsi religius. Keluarga berfungsi religius artinya keluarga berkewajiban dalam memperkenalkan dan mengajak anaknya serta anggota keluarga lainnya untuk hidup beragama sesuai keyakinan yang dianut. Oleh karenanya, orang tua hendaknya menciptakan kehidupan keluarga yang religius.
  • Fungsi Edukatif. Keluarga juga mempunyai fungsi edukatif yaitu memberi pendidikan pada anak – anak yang tumbuh didalamnya. Pendidikan keluarga adalah hal pertama yang akan diterima seorang anak dalam hidupnya, semua itu karena keluarga adalah lembaga yang terdekat dengan anak dalam kehidupan sehari – hari. Karena itulah pendidikan karakter anak dapat berkembang dengan baik didalam sebuah keluarga yang mempunyai fungsi pendidikan yang terarah pula.

3)    Struktur Keluarga

Struktur/ susunan keluarga terbentuk karena adanya penambahan keluarga.  Penambahan keluarga yang berkembang terus akan membentuk sebuah susunan keluarga yang menghubungkan dan mengikat keluarga-kaluarga itu.  Masyarakat Indonesia mengenal beberapa sistem kekerabatan atau susunan keluarga sebagai berikut :

a)    Berdasarkan garis keturunan

       (1)   Unilateral

              adalah suatu susunan keluarga yang menarik garis keturunan dari satu garis keturunan saja. Susunan keluarga ini ada dua macam :

–      Patrilinear, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari anak, saudara sedarah, dalam berbagai generasi dimana hubungan itu menurut garis keturunan ayah. Penganut adat patrilineal di Indonesia antara lain adalah suku Batak, suku rejang dan suku Gayo, dari luar negeri ada bangsa Arab yang menganut sistem patrilineal ini.

–      Matriliniar, adalah keluarga sedarah yang terdiri dari anak, saudara dalam berbagai generasi dimana hubungan itu menurut garis keturunan ibu. Penganut adat matrilineal di Indonesia diantaranya suku minangkabau, dan dari luar yang menganut sistem ini adalah suku Indian.

(2)   Bilateral atau parental

       adalah Sistem Kekeluargaan dengan menarik garis keturunan dari kedua belah pihak orang tua, yaitu baik dari garis ayah maupun garis ibu. Sistem kekerabatan ini dianut oleh banyak daerah di negara Indonesia seperti  Jawa, Madura, Sumatra Timur, Riau, Aceh, Sumatra Selatan, Seluruh Kalimantan, Seluruh Sulawesi, Ternate dan Lombok.

b)    Berdasarkan jenis perkawinan

–      Monogami adalah keluarga dimana terdapat seorang suami dan istri.

–     Poligami adalah keluarga dimana terdapat seorang suami dan lebih dari seorang istri

c)    Berdasarkan pemukiman

  • Patrilokal adalah pasangan suami istri,tinggal bersama atau dekat keluarga sedarah suami.
  • Matrilokal adalah pasangan suami istri, tinggal bersama atau dekat dengan sedarah istri.
  • Neolokal adalah pasangan suami istri, tinggal jauh dari keluarga suami maupun istri.

4)    Berdasarkan kekuasaan

  • Keluarga kebapakan. Dalam keluarga suami memegang peranan paling      penting
  • Keluarga keibuan. Dalam hubungan keluarga istri memegang peranan paling penting.
  • Kaluarga setara. Peranan suami istri kurang lebih seimbang.

b.    Lembaga Agama

Sosiolog Emile Durkheim mengatakan bahwa agama merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan mempersatukan semua penganutnya dalam suatu komunitas moral yang disebut umat.

Ajaran agama sangat berperan dalam memperbaiki moral manusia, terutama yang tekait dengan hubungan antara sesama manusia, hubungan antara manusia dengan makhluk lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. 

https://gurusekolah.co.id/lembaga-agama/
Macam-Macam Lembaga Agama
  1. Islam : Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  2. Kristen : Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
  3. Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
  4. Hindu : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
  5. Buddha : Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
  6. Khonghucu : Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin)
Fungsi Lembaga Agama
  1. Sebagai pedoman hidup
  2. Sebagai sumber kebenaran
  3. Sebagai pengatur tata cara hubungan antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhan
  4. Sebagai tuntunan prinsip benar dan salah
  5. Sebagai pedoman pengungkapan suatu perasaan persaudaraan didalam sebuah agama yang diwajibkan berbuat baik terhadap sesama manusia.
  6. Sebagai pedoman keyakinan manusia yang melakukan perbuatan baik yang harus selalu disertai dengan sebuah keyakinan bahwa perbuatannya ialah kewajiban dari Tuhan dan yakin perbuatannya itu akan mendapatkan suatu pahala, meskipun perbuatnnya sekecil apapun.
  7. Sebagai pedoman Keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia ini merupakan ciptaan tuhan.
  8. Sebagai pengungkapan perasaan suatu nilai estetika manusia yang cenderung menyukai keindahan karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia.
  9. Sebagai pedoman buat rekreasi dan hiburan. Dalam mencari suatu kepuasan batin yang melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar suatu kaidah-kaidah agama.

Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VII SMP.Jakarta Timur:Yudis Tira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.danA.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi 2016

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII.Magelang:Inovasi

    Leave Your Comment Here