Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial – IPS 7

  • IPS 7
  • 30 September 2020

Masih ingatkah kalian mengenai materi interaksi sosial? coba apa itu interaksi sosial? setelah memahami materi interaksi sosial maka pada materi kali ini kita akan mempelajari tentang bentuk-bentuk interaksi sosial.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk  Interaksi Sosial berdasarkan jumlah pelakunya :

  1. Interaksi antarindividu

       Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan\stimulus kepada individu lainnya. Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap mungkin bertengkar.

  • Interaksi individu-kelompok

       Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak. Interaksi  semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .

  • Interaksi antarkelompok

Interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain. Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain.

Bentuk  Interaksi Sosial berdasarkan Proses Terjadinya :

Berdasarkan pendapat Gillin and Gollin menyebutkan dua macam dari proses sosial yang timbul dari akibat adanya interaksi sosial, yaitu proses asosiatif/bersekutu (processes of association) dan proses disosiatif/memisahkan (processes of dissociation). 

a.    Interaksi Sosial Asosiatif

       Interaksi sosial secara asosiatif memiliki sifat positif, artinya mendukung seseorang atau kelompok dalam mencapai tujuan tertentu. Proses asosiatif memiliki bentuk-bentuk antara lain sebagai berikut.

       1)    Kerja Sama (Cooperation)

       Kerja sama adalah suatu usaha bersama antarindividu ataupun kelompok untuk mencapai kepentingan dan tujuan yang serupa, serta menyadarinya bermanfaat untuk dirinya atau orang lain. Kerja sama dapat berlangsung jika seseorang menyadari dirinya memiliki kepentingan yang sama dengan orang lain.

Bentuk-Bentuk Kerja Sama  

  • Kerukunan atau gotong royong ialah bentuk kerja sama yang dilakukan secara sukarela demi mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berkaitan langsung dengan orang-orang yang terlibat dalam gotong royong.
https://radarkudus.jawapos.com/read/2020/03/03/182013/gelar-kbm-kodim-purwodadi-bersama-rakyat-gotong-royong-cor-jalan
  • Bargaining, yaitu kegiatan perjanjian pertukaran barang ataupun jasa dua organisasi ataupun lebih
  • Kooptasi, yaitu prosedur penerimaan unsur-unsur baru di kepemimpinan dan pelaksanaan ketatanegaraan organisasi sebagai satu-satunya tips untuk menghindari adanya konflik yang dapat mengguncang organisasi
  • Koalisi, adalah kombinasi yang dilakukan dari dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Koalisi menghasilkan keadaan dengan tidak stabil karena ke-2 organisasi memiliki struktur tersendiri.
https://riaupos.jawapos.com/politik/04/09/2020/237586/bersatu-optimis-menang-hk-deklarasi-koalisi-bersama-rakyat.html
  • Joint-venture, adalah bentuk kerja sama dalam perusahaan proyek khusus, seperti pengeboran minyak dan juga perhotelan.

2)    Akomodasi (accomodation)            

Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan untuk upaya mengatasi ketegangan. Akomodasi seringkali merupakan cara untuk menyelesaikan pertentangan, entah dengan cara menghargai kepribadian yang berkonflik ataupun paksaan (tekanan). 

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-akomodasi.html

Bentuk-Bentuk Akomodasi  

  1. Koersi adalah bentuk dari akomodasi yang berlangsung karena paksaan kehendak suatu pihak terhadap pihak lain yang lemah dengan didominasi suatu kelompok atas kelompok lain. Contohnya sistem rezim (pemerintahan) totaliter.
  2. Kompromi adalah bentuk dari akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling meredakan tuntutan sehingga tercapai suatu penyelesaian. Contohnya: perjanjian gencatan senjata antara kedua negara yang sedang terlibat perang.
  3. Arbitrase adalah bentuk akomodasi yang terjadi apabila terdapat pihak-pihak yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri. Maka dari itu diundanglah kelompok ketiga yang tidak berat sebelah (netral) untuk mengusahakan penyelesaian. Contohnya: penyelesaian pertentangan antara pengusaha dan serikat buruh diselesaikan melalui arbitrase (pihak ketiga yang netral).
  4. Mediasi adalah pihak ketiga untuk penengah atau juru damai, dan tidak punya wewenang dalam penyelesaian sengketa.  Contohnya: mediasi yang dilakukan seseorang untuk mendamaikan pertikaian antar warga.
  5. Konsiliasi ialah upaya mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih untuk tercapainya suatu persetujuan bersama. Contohnya, panitia tetap penyelesaian masalah ketenagakerjaan mengundang perusahaan dan wakil karyawan untuk menyelesaikan masalah.
  6. Toleransi adalah bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan resmi karena tanpa disadari dan direncanakan, adanya keinginan untuk menghindarkan diri dari perselisihan yang saling merugikan.
  7. Stalemate adalah bentuk dari akomodasi yang terjadik ketika kelompok terlibat pertentangan dengan kekuatan seimbang. Dengan kesadaran kedua belah pihak maka tidak ada yang maju ataupun mundur sehingga pertentangan akan berhenti dengan sendirinya.
  8. Adjudication (Pengadilan) merupakan bentuk penyelesaian perkara atau perselesihan di pengadilan oleh lembaga negara melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Contohnya kasus penyelesaian kasus sengketa tanah di pengadilan

3)    Asimilasi (assimilation) 

Asimilasi adalah usaha-usaha untuk meredakan perbedaan antarindividu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan  bersama. Menurut Koentjaraningrat, prosedur asimilasi akan timbul bila ada kelompok-kelompok yang mempunyai perbedaan kebudayaan.

Kemudian, individu-individu dalam kelompok tersebut berinteraksi secara langsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, sehingga kebudayaan masing-masing kelompok berubah dan menyesuaikan diri.

Faktor-Faktor Mempermudah/Mendorong Asimilasi  

  1. Sikap toleransi terhadap budaya lain
  2. Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
  3. Sikap menghargai orang-orang asing dan kebudayaannya
  4. Tingkah laku yang terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat
  5. Adanya Persamaan pada unsur kebudaaan
  6. Perkawinan campuran (amalgamasi)
  7. Adanya musuh bersama dari luar.

Faktor-Faktor Penghalang/Penghambat Asimilasi  

  1. Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu.
  2. Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan baru.
  3. Adanya prasangkan buruk terhadap kebudayaan baru.
  4. Adanya perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi dari kebudayaan kelompok lainnya, sehingga tidak mau menerima kebudayaan baru.
  5. Adanya perbedaan ciri-ciri fisik, seperti tinggi badan, warna kulit, atau warna rambut.
  6. Adanya perasaan keterikatan yang sangat kuat terhadap kebudayaan yang sudah ada.

4)    Akulturasi (Aculturation)

            Akulturasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kultur suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan asli. Akulturasi merupakan hasil dari perpaduan kedua kebudayaan dalam waktu lama. Unsur kebudayaan asing sama-sama diterima oleh kelompok yang berinteraksi, selanjutnya diolah tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan yang asli sebagai penerima.

Contoh Akulturasi:

  • Kebudayaan Hindu dan kebudayaan Islam bertemu di Indonesia kemudian menciptakan kebudayaan Islam yang bercorak Hindu              
  • Musik Melayu bertemu dengan musik portugis dibawa oleh para penjajah menghasilkan musik keroncong
https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/21/183000669/akulturasi-dan-perkembangan-budaya-islam-seni-bangunan?page=all

5)    Paternalisme
Paternalisme adalah penguasaan kelompok pendatang terhadap kelompok anak negeri/pribumi. Perekonomian suatu wilayah kadangkala dikuasi oleh kelompok pendatang, bukan oleh penduduk pribumi.

b.    Interaksi Sosial Disosiatif 

Interaksi sosial disosiatif disebut juga dengan oposisi, yang artinya bertentangan dengan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi sosial disosiatif dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu kompetisi, kontravensi, dan pertentangan

1).   Persaingan
Persaingan adalah suatu proses sosial yang terjadi di mana individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil.

       Jenis persaingan berdasarkan pelakunya dibedakan menjadi dua, yaitu :

a)  Persaingan pribadi (individu) yaitu persaingan yang terjadi antara dua orang.  Misalnya, persaingan antara dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang sekolah.

b)  Persaingan kelompok yaitu persaingan yang dilakukan oleh dua kelompok. Misalnya, persaingan antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di putaran final Liga Indonesia.

Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa bentuk persaingan.

c)    Persaingan ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di media massa cetak maupun elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan.

d)    Persaingan kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar lebih banyak daripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan tradisional seperti wayang orang dan film-film di bioskop

e)    Persaingan kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada.

f)    Persaingan ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di Afrika Selatan.

2)    Pertentangan (konflik)

       Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik biasanya terjadi karena adanya perbedaan paham dan kepentingan. Hal ini dapat menimbulkan semacam gap (jurang pemisah) yang dapat mengganggu interaksi sosial di antara pihak-pihak yang bertikai. Pertentangan dapat terjadi pada semua lapisan masyarakat, individu atau kelompok, mulai dari lingkungan kecil sampai masyarakat luas.

       Pertentangan dapat timbul karena:

a)    perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu

b)    perbedaan adat istiadat, kebudayaan

c)    perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial

d)    perubahan sosial, disorganisasi, dan disintegrasi

3).   Kontravensi
Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan
pertentangan. Kontravensi ditandai dengan gejala adanya ketidakpuasan terhadap seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap tersembunyi tersebut dapat berbuah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.

Menurut sifatnya, bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut.

  1. Kontravensi Umum : berupa penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.
  2. Kontravensi Sederhana : menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain.
  3. Kontravensi Intensif : berupa penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain.
  4. Kontravensi Rahasia : mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat.

Kontravensi Taktis: mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain, memaksa pihak lain dengan kekerasan, provokasi, dan intimidasi

Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VII SMP.Jakarta Timur:Yudis Tira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.danA.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII.Magelang:Inovasi

    Leave Your Comment Here