Interaksi Antar Negara-Negara ASEAN – IPS 8

  • IPS 8
  • 29 September 2020
https://www.aa.com.tr/id/ekonomi/catatan-penting-dari-ktt-asean-ke-33/1313821

Pengertian, Faktor Pendorong, dan Penghambat Kerja Sama Antarnegara ASEAN

a. Pengertian Kerja Sama

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kerja sama sebagai kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama. Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN membentuk ASEAN untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut antara lain mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, serta meningkatkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

b. Faktor pendorong Kerjasama Antarnegara ASEAN

Beberapa faktor yang menjadi pendorong tumbuhnya kerjasama antarnegara di kawasan ASEAN.

  1. Faktor Kesamaan Nasib dan Sejarah

Semua negara-negara di kawasan Asia Tenggara pernah punya sejarah menjadi negara yang terjajah oleh bangsa Barat, kecuali Thailand. Itulah mengapa muncul rasa persaudaraan di antara sesama negara-negara ini. Dampak masalah sosial yang terjadi di tiap negara juga pastilah ada yang serupa karena berbagi pengalaman yang sama yaitu memerangi penjajahan.

2. Persamaan dan Perbedaan Sumber Daya Alam 

     Persamaan dan perbedaan sumber daya alam menimbulkan interaksi yang saling membutuhkan antara dua negara atau lebih yang mempercepat terjalinnya kerjasama antarnegara untuk mengisi kekosongan yang ada pada setiap negara.

     Misalnya, beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mengimpor beras dari Thailand sebagai penghasil beras utama di ASEAN, sedangkan Thailand mengimpor komoditas kayu dari Indonesia sebagai negara produsen kayu terbesar di ASEAN.

     Dari segi persamaan SDA misalnya, Indonesia dengan negara-negara penghasil minyak bumi membentuk organisasi bersama bidang pengelolaan minyak bumi secara terpadu.

3. Persamaan dan Perbedaan Wilayah (kondisi geografis)

     Walaupun negara-negara ASEAN memiliki letak geografis yang sama namun tentu saja kondisi wilayah setiap negara-negara itu berbeda-beda. Perbedaan dan persamaan ini tentu saja mendorong negara-negara tersebut menjalin kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan di Asia Tenggara.

4. Perbedaan dalam hal penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

     Perbedaan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong kerjasama di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, industri serta bidang lainnya yang membutuhkan keahlian dan mesin-mesin modern. Sebagai contoh, Singapura terkenal maju dalam pendidikan, maka banyak pelajar Indonesia dapat belajar ke Singapura.

5. Persamaan Budaya

     Negara-negara di kawasan Asia Tenggara memiliki nilai-nilai budaya yang serupa yang khas negara timur. Hal ini dipengaruhi oleh nenek moyang negara ASEAN yang merupakan pewaris peradaban rumpun melayu austronesia. Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam memiliki kesamaan budaya, yaitu budaya Melayu. Persamaan ini mendorong adanya kerja sama dalam rangka melestarikan budaya Melayu.

          Pada akhirnya manfaat keberagaman budaya dapat mendukung terbentuknya ASEAN.

c. Faktor Penghambat kerjasama antarnegara ASEAN

Beberapa faktor yang menjadi penghambat tumbuhnya kerjasama antarnegara di kawasan ASEAN.

  1. Ideologi negara yang berbeda

Faktanya, saat ini hampir tidak ada negara ASEAN yang menutup diri dari kerjasama negara ASEAN.

  • Konflik dan peperangan.
    Kondisi yang terjadi ini, dalam maupun luar negeri mengganggu stabilitas negaranya sehingga akan menghambat kerjasama.
  • Kebijakan protektif.
    Suatu negara yang menerapkan kebijakan yang bertujuan melindungi kepentingan dalam negeri dan meningkatkan daya saing. Misalnya saja tidak mau menerima impor hasil pertanian karena dapat mempengaruhi kondisi pendapatan hasil pertanian di dalam negerinya. Dampak dari kebijakan ini juga dapat mempengaruhi hubungan antarnegara sehingga menghambat kerjasama yang harmonis.
  • Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara.
    Kerjasama dibutuhkan bagi perkembangan dan masa depan negara di dunia. Akan tetapi, dalam kerjasama antarnegara memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
    Perbedaan ini dapat menghambat kerjasama yang harmonis.

2. Bentuk-bentuk Kerjasama dan Perkembangannya

Dewasa ini, kerja sama antarnegara dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk.

Masing-masing dari bentuk kerja sama tersebut adalah:

  • Kerja sama bilateral, yakni kerja sama yang melibatkan dua negara. Contoh kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam pengiriman TKI (Tenaga Kerja Indonesia).
  • Kerja sama multilateral, yakni kerja sama yang melibatkan beberapa/banyak negara. Contoh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
  • Kerja sama regional, yakni kerja sama yang melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan. Contohnya ASEAN/Association of South East Asian Nations (Kerja sama antar bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara), Liga Arab (kerja sama antar bangsa-bangsa arab)

Berbagai bentuk kerja sama ASEAN, antara lain sebagai berikut.

A. Bidang Ekonomi

     Tujuannya  untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi yaitu dengan menciptakan kesatuan ekonomi di kawasan ASEAN. Kerjasama yang dilakukan mencakup bidang perindustrian, perdagangan, dan pembentukan kawasan perdagangan bebas di ASEAN

  • Bentuk kerja sama di bidang ekonomi
  1. Membentuk Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA)
Classroom.google.com/c/MTE2OTM3Nzc2ODY5

AFTA (ASEAN Free Trade Asia) terbentuk saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  ASEAN di Singapura pada tahun 1992.   AFTA merupakan perdagangan dengan menghilangkan beban pajak bagi negara-negara anggota ASEAN, sehingga akan meningkatkan daya saing perdagangan negara-negara ASEAN dengan negara-negara di kawasan lain.  Maka, harga barang menjadi lebih rendah karena barang-barang yang masuk sudah bebas dari pajak atau biaya yang lain.

  • Membuka Pusat Promosi ASEAN untuk perdagangan, investasi dan pariwisata di Tokyo Jepang. Tujuannya untuk meningkatkan ekspor ke Jepang dan meningkatkan penanaman modal serta arus wisata Jepang ke negara-negara ASEAN.
  • Menyediakan Cadangan Keamanan Pangan ASEAN, terutama beras, untuk keperluan darurat. 
  • Mendirikan Industri dan Investasi yang produktif di Kawasan ASEAN

Kerjasama di bidang industri diwujudkan dengan pembangunan proyek-proyek industri ASEAN, antara lain:

  • proyek pabrik pupuk urea ammonia di Aceh, Indonesia (ASEAN Aceh Fertilizer Project).
https://www.pupuk-indonesia.com/id/pabrik
  • proyek pabrik urea di Malaysia (ASEAN Urea Project).
  • proyek industri tembaga di Filipina (ASEAN Copper Fabrication Project).
  • proyek pabrik vaksin di Singapura (ASEAN Vaccine Project).
  • proyek abu soda di Muangthai (Rock Salt Soda Ash Project).

B. Bentuk Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya

Tujuannya :

–    agar tercipta kerukunan dan kemajuan bersama

–    Setiap negara anggota ASEAN diminta berperan aktif dan ikut serta dalam upaya kerjasama guna mendukung kesejahteraan negaranya sendiri.

Wadah di ASEAN bidang sosial dan budaya  adalah COSD ( Committee on Sosial Development).

  • Bentuk kerja sama di bidang sosial 

1)  Bidang pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar.

2)  Membantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan.

3)  Menanggulangi masalah-masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan-badan internasional yang bersangkutan.

4)  Pengembangan sumber daya manusia

5)  Program peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obat)

  • Bentuk kerja sama di bidang budaya
  1. Pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN
  2. Penandatangan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Agreement – ATA)
  3. Penyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA – Games
  4. Festival lagu ASEAN

C. Bidang Kerja Sama di Bidang Politik dan Keamanan

Tujuannya :

–    Menciptakan keamanan, stabilitas, dan perdamaian antarnegara di ASEAN

–    Menciptakan ASEAN Regional Forum (ARF) untuk membahas kasus-kasus terkini yang menjadi perhatian ASEAN. Kerja sama bidang politik dan keamanan ASEAN dimulai sejak pertemuan para menteri luar negeri negara anggota ASEAN di Kuala Lumpur, tanggal 27 November 1971. Ketika

itu perang Vietnam sedang berkecamuk sengit. Selain itu negara-negara adikuasa (Amerika, RRC, dan Uni Soviet) ikut bermain di balik pertikaian tersebut.

Dalam pertemuan di Kuala Lumpur itu ditandatangani Deklarasi  Kuala Lumpur. Deklarasi tersebut berisi kesepakatan kerjasama politik dan keamanan, yaitu :

–    Pembentukan kawasan yang damai, bebas, dan netral atau biasa dikenal dengan ZOPFAN (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality),

–    Traktat persahabatan dan kerjasama, biasa dekenal dengan TAC ( Treaty of Amity and Cooperation ), 

–    Pembentukan kawasan bebas senjata nuklir, atau biasa dikenal dengan SEANWF (Treaty on Southeast Asian Nuclear Weapon-Free Zone),

Contoh nyata kerja sama politik dan keamanan adalah :

1)  Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters – MLAT)

2)  Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism- ACCT)

3)  Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting – ADMM) yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.

4)  Penyelesaian sengketa laut cina selatan

5)  Kerjasama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.

6)  Kerjasama di bidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran, serta kelembagaan antarparlemen.

D.  Bentuk Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Tujuannya :

–    Tercapainya tujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara

–    Meningkatnya daya saing internasional.

Contoh Bentuk kerjasama negara-negara ASEAN dalam bidang pendidikan :

1)  Pertemuan organisasi guru dari negara-negara anggota ASEAN yaitu ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur Denpasar.

https://p4tkmatematika.org/2012/12/act-2012-event-akbar-guru-se-asean/

2)  Penawaran beasiswa ASEAN

3)  Negara-negara ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar di berbagai universitas di ASEAN dan Jepang atas biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund ( Dana Bea siswa ASEAN-Jepang)

4)  Olimpiade di bidang pendidikan sering diadakan pada taraf regional Asia Tenggara.

3.  Pengaruh Kerja Sama Bidang Ekonomi, Sosial, Politik, Budaya dan Pendidikan terhadap Kehidupan di Indonesia dan ASEAN

a. Pengaruh Interaksi Antarruang terhadap Kegiatan Ekonomi di Indonesia dan ASEAN

Pada saat KTT ke-12 ASEAN pada tahun 2007 disepakati pula percepatan pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini oleh para Menteri Ekonomi ASEAN.
MEA atau pasar tunggal ASEAN diharapkan sudah mulai berjalan paling tidak di akhir tahun 2015. Sebagai salah satu dampak dengan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN ini yaitu terbukanya peluang bagi satu negara di ASEAN untuk menjual barang dan jasanya ke negara-negara ASEAN yang lain.

Pengaruh positif

Pengaruh positif dari interaksi antarruang terhadap kegiatan ekonomi antarnegara ASEAN antara lain sebagai berikut     

  1. Tenaga kerja profesional akan mudah bergerak antarnegara ASEAN. ini berarti     kesempatan bagi tenaga kerja profesional Indonesia untuk dapat bekerja di negara- negara ASEAN terbuka lebar.
  2. Investasi dari negara-negara anggota ASEAN dapat masuk dan diterima Indonesia    untuk mengembangkan berbagai industri maupun jasa di Indonesia.
  3. Pangsa pasar bagi produk-produk Indonesia terbuka lebar di negara-negara ASEAN.

Pengaruh Negatif

Ada pun pengaruh negatifnya bagi Indonesia seperti berikut ini

  1. Semakin banyaknya tenaga kerja asing yang berasal dari ASEAN masuk di bursa      tenaga kerja di Indonesia.
  2. Kemungkinan akan terbukanya ekploitasi sumber daya alam Indonesia.
  3. Kekayaan alam ini akan menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi asing untuk       menanam modal mereka dan mengolah sumber daya alam Indonesia.
  4. Serbuan barang-barang yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN.

b. Pengaruh Interaksi Antarruang terhadap Kegiatan Sosial di Indonesia dan ASEAN

Permasalahan penduduk yang besar dan urbanisasi yang ada di negara-negara ASEAN mendorong terbentuknya suata kerjasama antar negara-negara anggota ASEAN sejak 2009 lalu untuk membentuk Kota Berwawasan Lingkungan di masing-masing negara

Supaya maksud ini dapat berjalan dengan baik, maka ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities atau yang disingkat dengan AWGESC berperan dalam mempromosikan pembentukan kota-kota berwawasan lingkungan di ASEAN.

Pengaruh positif

Berikut ini adalah beberapa pengaruh positif yang ditimbulkannya

1). Terciptanya solidaritas antarnegara ASEAN.

2). Terdapat upaya mendorong isu-isu kebijakan yang terkait dengan upaya pencapaian kesejahteraan sosial dan pembangunan antarnegara anggota ASEAN.

Pengaruh Negatif

1). Kemungkinan akan timbulnya gesekan-gesekan atau pertentangan-pertentangan antara penanaman modal dari negara-negara ASEAN dengan tatanan hidup sosial           yang sudah menjadi pegangan masyarakat.

2) Dikhawatirkan akan muncul sikap konsumerisme dan hedonisme karena banyak dan      beragamnya barang  yang masuk dari negara-negara ASEAN.

C. Pengaruh Interaksi Antarruang terhadap Kegiatan Budaya di Indonesia dan ASEAN

Interaksi dalam bidang budaya di antara negara-negara ASEAN atau Asia Tenggara dimaksudkan agar masing-masing saling mengenal budaya sehingga tercipta rasa saling menghargai dan mencintai sesama negara ASEAN.

Pengaruh Positif

  1. Melalui berbagai ajang dan pestival budaya yang diselenggarakan bersama-sama secara rutin, akan berdampak positf pada meningkatnya ketertarikan dan kepedulian warga negara anggota ASEAN terhadap budaya negara-negara ASEAN.
  2. Kerja sama di bidang budaya yang menampilkan berbagai kekayaan dan corak budaya negara-negara ASEAN ini tidak hanya diketahui oleh masyarakat ASEAN tetapi akhirnya juga dikenal secara luas dan mendunia.

Dengan demikian jumlah kunjungan turis semakin meningkat tidak hanya turis lokal ASEAN tetapi juga turis yang berdatangan dari negara-negara luar ASEAN.

Pengaruh Negatif

1) Persaingan antar budaya tidak terelakkan lagi Ini akan berdampak buruk bagi budaya yang kurang promosi dan bersifat kaku karena dipastikan akan kalah bersaing dengan budaya yang gencar melakukan promosi budaya.melalui atraksi dan pestival budaya.

2)Masing-masing budaya akan saling pengaruh mempengaruhi. Nilai-nilai budaya suatu negara bisa saja masuk dan mengubah nilai budaya negara lain.

3) Terkadang untuk menarik minat turis asing (ASEAN) untuk datang berkunjung, maka pada ajang promosi budaya acara dikemas dengan maksud untuk mengikuti dan memuaskan selera turis asing.

D. Pengaruh Interaksi Antarruang terhadap Kegiatan Politik di Indonesia dan ASEAN

Di bidang sosial politik berpengaruh pada peningkatan hubungan kerjasam antar kota di ASEAN dalam bidang pemerintahan.

Pengaruh Positif

1)   Terjaminnya wilayah dan integritas Negara Anggota ASEAN.

2)   Memperkuat pertahanan antar Anggota ASEAN untuk mengantisipasi ancaman dari luar anggota non ASEAN.

3)   Dengan tergabungnya dalam ASEAN, para anggotanya bisa lebih terhindar dari intervensi – intervensi politik.

4)   Munculnya sifat tenggang rasa dalam saling bantu membantu antar anggota yang kesusahan atau sedang dilanda masalah.

Pengaruh negatif

  1. Adanya sengketa perbatasan wilayah menjadi persoalan dibeberapa negara ASEAN. Contoh Pulau Natuna diklaim oleh Tiongkok, Pulau Sipadan dan Legitan diklam oleh Malaysia.
  2. Adanya kasus pekerja migran menjadi perhatian tersendiri bagi ASEAN.

E. Pengaruh Interaksi Antarruang terhadap Kegiatan Pendidikan di Indonesia dan ASEAN

1) Kualitas pendidikan dan lulusan yang kompeten mengubah paradigma pendidikan di  setiap negara.

2) Objek pelajaran, metode pembelajaran, dan guru yang kompeten menjadikan masyarakat negara-negara ASEAN terutama pelajar akan mudah mengakses informasi dan belajar untuk meningkatkan pendidikannya.

3) Pemerintah Indonesia berupaya memberikan kesempatan kepada lembaga pendidikan melakukan reformasi menyeluruh dalam sistem pendidikan.Contohnya, meningkatkan mutu pendidik baik bagi dosen atau guru melalui proses sertifikasi, akreditasi, standarisasi pendidikan, peningkatan gaji dan kesejahteraan pendidik, serta rekrutmen pendidik yang profesional.

4. Upaya-upaya Meningkatkan Kerja Sama di antara Negara-Negara ASEAN

Upaya meningkatkan kerja sama antarnegara-negara ASEAN yang telah terbangun melalui tiga pilar ASEAN, yaitu bidang politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Faktor yang mendorong peningkatan kerja sama, meliputi :

a. Kekompakan                                    e. Saling menghormati

b.  Konsistensi                                       f. Kesetiakawanan sosial c.  Keterbukaan                                     g. Dinamis dalam menjalani kerja sama

a. Upaya Meningkatkan Kerja Sama dalam bidang sosial budaya antara lain, yaitu :

 1)  Masyarakat ASEAN akan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan di bidang kependudukan, kemiskinan, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan masyarakat.

2) ASEAN berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kualitas lingkungan hidup.

3) ASEAN membuka akses yang seluas-luasnya bagi seluruh penduduk di negara-negara anggotanya di berbagai bidang, seperti dibidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan, serta lingkungan hidup.

4) Secara kultural Indonesia memiliki kebudayaan yang paling banyak dan beragam di antara negara-negara ASEAN sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

b.Upaya Meningkatkan Kerja Sama dalam bidang politik dan keamanan antara lain, yaitu :

1) Meningkatan kemampuan pemerintahan dan pelibatan masyarakat madani dalam pengambilan keputusan.

2) Mengenali keragaman budaya negara anggota, saling menghargai  identitas nasional masing-masing, serta mewariskan sebuah kawasan Asia Tenggara yang aman, damai, dan makmur kepada generasi penerus.

3) Indonesia secara historis adalah pendiri ASEAN sehingga secara politis  mempunyai pengaruh yang kuat dalam meningkatkan daya tawarnya, selain itu militer Indonesia diyakini masih terkuat di ASEAN.

C. Upaya meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi antara lain, yaitu :

1)Pertumbuhan Indonesia masih yang tertinggi dan produk kreatif yang dihasilkan memiliki daya saing yang cukup bagus

2)Koperasi dapat dijadikan suatu program yang menarik karena sektor menengah ke bawah adalah salah satu komponen penunjang ekonomi.

Pembenahan tiap-tiap pilar yang harus dibenahi  oleh generasi bangsa meliputi :

-Pembenahan struktur politik

-Kekuatan penegak hukum dan militer

-Penyatuan visi dan semangat kultural

-Pembenaham kesejahteraan sosial

-Penguatan ekonomi dan daya saing produk kita

Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VIII SMP.Jakarta Timur:YudisTira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.danA.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi 2016

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII.Magelang:Inovasi

    Leave Your Comment Here