Sistem Gerak Pada Hewan dan Tumbuhan – IPA 8

PEKAN Ke-6

A. Hewan

Setiap jenis hewan – hewan memiliki sistem gerak dan bentuk rangka yang berbeda menyesuaikan dengan tempat hidupnya di alam bebas.

  1. Sistem Gerak Ikan

Habitat ikan yaitu air dimana air memiliki massa jenis lebih besar daripada massa jenis (berat badan ikan) ikan itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan ikan – ikan baik yang hidup di air tawar maupun di air laut memiliki gaya angkat yang lebih tinggi pada saat berada didalam air. Selain itu ikan juga memiliki sirip yang membuat ikan dapat berenang leluasa kesana kemari dengan lincah di dalam air dengan hanya mengeluarkan energi yang sedikit.

Gambar Sistem Gerak Ikan

Sirip ikan terdiri dari sepasang sirip yang berada di kanan maupun di kiri dan sirip ekornya. Sirip-sirip ini bermanfaat bagi ikan agar bisa bergerak ke depan dengan mudah. Selain itu ada lagi sirip tengah, yaitu sirip yang terletak di atas tubuh ikan. Ikan yang hanya menggunakan sirip tengah dan sirip pasangan biasanya tidak dapat berenang secepat ikan yang memanfaatkan sirip pasangan dan sirip ekornya. Contoh ikan jenis ini yaitu ikan yang hidup di terumbu karang (ikan yang tidak dapat bergerak cepat).

Karakteristik Rangka Ikan

Beberapa ikan yang habitatnya di air tawar maupun di air laut memiliki bentuk tubuh yang unik, sebagian besar berwujud mirip torpedo. Ada juga yang mengatakan bentuk tubuh ikan berbentuk streamline. Ternyata bentuk ikan yang mirip torpedo (streamline) tersebut memudahkan ikan dalam melakukan maneuver berbelok ke kanan dan ke kiri lebih cepat dan praktis saat berada di air tanpa mengalami hambatan atau gesekan dengan air. Pada saat ikan bergerak di dalam air, terdapat gelembung – gelembung udara yang naik ke permukaan air. Maksud dan tujuan ikan melakukan ini yaitu agar ikan memudahkan ikan mengatur saat ikan ingin naik ke permukaan air atau saat menyelam ke dasar sungai atau laut. Selain itu bentuk rangka tulang ikan dan otot-otot ikan yang praktis dan efisien sangat berguna saat ikan ingin bergerak ke depan dengan lincah.

2. Sistem Gerak Burung

Cara bergerak hewan yang ada di udara berbeda dengan cara bergerak hewan yang ada di dalam air. Hewan udara contohnya yaitu burung. Burung dapat terbang bebas di udara karena memiliki sayap dan rangka tulang yang mendukung. Setiap burung memiliki cara terbang yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Pada umumnya bentuk tubuh burung – burung memiliki bentuk tubuh yang unik. Burung – burung dapat terbang karena bentuk tubuhnya memiliki gaya angkat yang lebih besar, sehingga dapat melepaskan dari dari pengaruh gaya gravitasi bumi.

Gambar Sistem Gerak pada Burung

Karakteristik Rangka

Bentuk sayap burung memiliki susunan rangka yang kuat namun ringan. Selain itu burung juga diperkuat oleh tulang dada dan otot – otot yang solid dan kekar saat menahan terpaan angin yang kencang pada waktu sedang terbang di udara. Kontruksinya tulang sayap yang kuat dan ringan memberikan gaya angkat yang cukup besar bagi burung saat akan terbang. Bentuk sayap burung seperti airfoil. Bentuk ini menyebabkan udara yang mengalir di bawah sayap burung mengalir lebih lambat daripada udara yang mengalir di atas sayap burung. Pada waktu burung akan terbang yaitu dengan mengepakkan sayapnya, maka udara akan mengalir ke bagian bawah yang menghasilkan gaya angkat sehingga burung dapat terangkat ke udara atau terbang.

3. Sistem Gerak Amphibia

Contoh dari Amphibia yaitu kodok atau katak. Kontruksi tulang katak yaitu terdiri dari tulang badan, tulang anggota gerak dan tulang tengkorak (tulang kepala). Amfibi memiliki sendi baik itu di lutut, bahu, siku, pinggul, pergelangan kaki dan tangan. Sendi ini memudahkan hewan amfibi seperti katak untuk melompat.

Gambar Sistem Gerak Katak

Karakteristik Rangka

Selain itu bentuk tulang kepala katak berukuran kecil dan hanya memiliki sedikit tulang. Hal ini menyebabkan tulang kepala katak sangat ringan namun kuat. Selain itu postur badan katak juga ditopang oleh tulang belakang yang dapat menahan berat tubuh bagian belakang dan bagian depan katak.

Katak memiki kaki yang sangat panjang dan otot-otot yang kekar dan solid. Agar katak mudah saat berenang, kaki katak memiliki selaput renang. Selaput renang ini sangat berguna bagi katak saat sedang berenang di dalam air. Dengan adanya selaput renang, katak dapat bergerak lincah di dalam air.

4. Sistem Gerak Reptil

Hewan yang termasuk dalam kategori reptil yaitu kadal, kura-kura, ular, buaya, dan sebagainya. Contohnya ular. Ular bergerak dengan cara merayap atau melata baik di atas tanah, air maupun pada saat berenang di air.

Gambar Sistem Gerak Reptil (Ular)

Karakteristik Rangka

Bentuk tulang ular yaitu terdiri dari tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang ekor. Pada tulang badan, terdiri dari ratusan buah ruas-ruas tulang belakang. Sedangkan pada tulang rusuk ular terhubung dengan tulang belakang dibalut dengan otot-otot yang lentur dan kuat. Dengan bentuk tubuh dan banyaknya ruas-ruas tulang belakang inilah yang menyebabkan ular bergerak dengan cara meliuk-liukan badannya ke kanan dan ke kiri dengan cepat.

5. Sistem Gerak Mamalia

Contoh dari hewan mamalia yaitu banteng, paus, kucing, anjing, sapi, kerbau, dan sebagainya. Mamalia hidup di berbagai jenis habitat, ada yang hidup di air, di darat dan di udara. Salah satu contoh mamalia yang hidup di darah yaitu kuda.

Karakteristik Rangka

Kuda memiliki tulang-tulang kokoh dan kuat untuk menopang tubuhnya. Otot-ototnya yang elastis dan kuat yang terhubung dengan tulang-tulangnya, menyebabkan kuda dapat berlari sangat kencang dibandingkan mamalia yang lain. Pada saat kuda bergerak, maka kaki kuda paling belakang memberikan dorongan agar kuda dapat maju ke arah depan. Kencang atau lambatnya kuda berlari tergantung pada kuat atau lemahnya saat kaki belakang memberikan gerakan pada kaki belakangnya.

Gambar Sistem Gerak Mamalia

B. Tumbuhan

Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia. Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang disalurkan melalui benang plasma (plasmodesma) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut noktah.  Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar, ataupun pada bagian lembar daun tertentu. Pada prinsipnya, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau irritabilitas yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Sebagai tanggapan terhadap rangsang terebut, tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju ke arah rangsang atau menjauhi, atau melakukan gerak tanpa menunjukan arah tertentu. Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 3 macam yaitu : gerak endonom / autosom, gerak esionom / etionom, dan gerak higroskopis.

  1. Gerak Endonom ( Gerak Autonom )

Gerak endonom adalah gerak yang tidak dipengaruhi faktor luar. Contoh gerak endonom adalah:

  • Gerak aliran sitoplasma dalam sel, seperti pada daun Hydrilla verticillata yang    membantu aliran siklus (melingkar).
  • Gerak kromosom saat membelah.
  • Gerak  tumbuhan ketika tumbuh, seperti tumbuhnya akar, batang, daun dan bunga.
Gambar Gerak Endonom

2. Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan rangsang dari luar. Gerak esionom dibedakan menjadi 3 macam yaitu: gerak tropisme, gerak nasti, dan gerak taksis.

  1. Gerak tropisme

Gerak tropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang dari luar yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Tropisme positif  jika mendekati rangsang dan tropisme negatif  jika menjauhi. Rangsang dari luar yang mempengaruhi gerak tumbuhan ada bermacam-macam. Misalnya cahaya, gravitasi, air atau kelembaban, dan sentuhan atau singgungan.

Berdasarkan jenis rangsangan tersebut, gerak tropisme dibedakan menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, dan tigmotropisme.

a. Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju ke arah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Apabila gerakan tumbuhan ini menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Contoh gerak fototropisme positif adalah tanaman biji-bijian yang sedang tumbuh tunas.

Gambar Fototropisme

b. Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan tersebut ke atas, maka termasuk geotropisme negatif. Akan tetapi, apabila arah pertumbuhan menuju ke bawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju ke bawah atau ke dalam tanah.

Gambar Geotropisme

c. Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa air. Arah pertumbuhan menuju tempat yang berair disebut gerak hidrotropisme positif. Apabila arah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerakan hidrotropisme negatif. Contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar di dalam tanah yang selalu menuju ke tempat yang mengandung air.

Gambar Hidrotropisme

d. Tigmotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa   singgungan atau sentuhan. Contohnya sulur markisa dan batang mentimun yang membelit tanaman lain.

Gambar Tigmotropisme

e. Kemotropisme adalah gerak tropisme karena adanya rangsang zat kimia. Contoh: gerak ujung akar menuju tempat yang mengandung banyak mineral.

Gambar Kemotropisme Negatif (a) dan Positif (b)

2. Gerak nasti

Daun putri malu akan menutup apabila disentuh, dan setelah didiamkan agak lama, daun tersebut akan membuka kembali. Gerak tersebut sebagai tanggapan atas reaksi yang datang dari luar, sedangkan arah gerakannya tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Gerakan tersebut disebut gerak nasti. Jadi, gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya, gerak nasti dibagi menjadi :

  • Fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang cahaya. Contoh:  Membuka dan menutupnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
  • Termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang suhu. Contoh: mekarnya bunga tulip bila suhu lingkungan mendadak mengalami kenaikan dan akan menguncup jika suhunya turun.
  • Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang sentuhan. Contoh: gerak mengatupnya daun putri malu (Mimosa pudika) ketika disentuh.
  • Niktinasti adalah gerak nasti karena pengaruh gelap. Gerak tidur daun majemuk pada tumbuhan karena rangsangan gelap (suasana gelap) akibat perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun. Contoh: menutupnya daun majemuk pada tumbuhan polong-polongan saat malam hari.
  • Kemonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan zat kimia. Contoh: membukanya mulut daun pada siang hari karena adanya karbon dioksida yang digunakan untuk fotosintesis.
  • Hidronasti adalah gerak nasti yang disebabkan rangsang beberapa air. Contoh: gerak pelipatan dan penggulungan daun pada keadaan sedikit air untuk mengurangi penguapan.
  • Nasti Komplek adalah gerak nasti yang disebabkan karena rangsangan lebih dari satu macam. Gerak pada tumbuhan karena beberapa faktor yaitu cahaya, suhu, zat kimia, dan air. Contoh: membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh cahaya matahari, zat kimia, air, dan suhu.
  • Haptonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena sentuhan. Contoh: daun tumbuhan insektifora, jika ada serangga yang menyentuh, daun menutup, sehingga serangga tertutup daun kemudian dicerna dengan enzim.
Gambar Haptonasti
Gambar Niktinasti
Gambar Haptonasti

3. Gerak Taksis

Tumbuhan umumnya hanya mampu melalukan gerak pada sebagian anggota tubuhnya, misalnya akar yang mendekati air atau pucuk yang mendekati cahaya. Namun, pada tumbuhan tingkat rendah mampu melakukan gerak berpindah tempat. Misalnya, tumbuhan euglena dan bakteri besi. Gerakan tersebut termasuk gerak taksis. Gerak taksis adalah gerak berpindah tempat sebagian atau seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak mendekati rangsang disebut gerak taksis positif sedangkan gerak yang menjauhi arah rangsang disebut gerak taksis negatif. Berdasarkan rangsang penyebabnya, gerak taksis dibedakan menjadi fototaksis dan kemotaksis.

  • Fototaksis merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang cahaya. Misalnya gerakan euglena yang selalu mendekati cahaya.
  • Kemotaksis merupakan gerak taksis yang dipengaruhi rangsang zat kimia. Contoh: gerak spermatozoid pada tumbuhan lumut dan paku menuju sel telur di dalam arkegonium. Bergeranya spermatozoid ini karena tertarik gula atau protein yang dihasilkan arkegonium.

3. Gerak Higroskopis

Gerak higroskopis adalah gerak yang disebabkan adanya perbedaan kadar air, sehingga sel-selnya  mengalami pengerutan yang tidak sama. Contoh:

  • Proses pecahnya bagian buah pada polong-polongan atau pun kacang-kacangan.
  • Proses pecahnya bagian buah pada tumbuhan seperti bunga pacar air.
  • Proses gerak seperti terjadinya pembukaan pada bagian kotak spora atau pun sporangium yang dilakukan oleh annulus pada tumbuhan tertentu, contohnya pada paku-pakuan.
  • Proses gerakan seperti terjadinya pembukaan pada sporangium yang ada di sporogonium pada tumbuhan lumut yang diakibatkan oleh bagian gigi peristom.

    Leave Your Comment Here