Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Indonesia – IPS 7

Indonesia dikenal sebagai sebagai Negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Indonesia juga dikenal segai Negara maritim yang sangat besar. Sebagian besar wilayah Indonesia merupaka lautan, sehingga selain kekayaan sumber daya alam di darat juga kekayaan sumber daya alam di laut yang tidak kalah besarnya.

Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya.

Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya.

Potensi Sumber Daya Alam Indonesia

Sumber daya alam dapat digolongkan sebagai berikut.

a.    Sumber Daya Alam Berdasarkan Asalnya

1).   Sumber daya alam organik (biotik), yaitu sumber daya alam yang berasal dari kehidupan.   Contoh: batu bara, minyak bumi.

2).   Sumber daya alam anorganik (abiotik), yaitu sumber daya alam yang bukan dari kehidupan. Contoh: timah, bauksit, besi, dan gas alam.

https://www.dosenpendidikan.co.id/komponen-biotik-dan-abiotik/

b.    Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat Kelestariannya

1).   Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resource), yaitu sumber daya alam yang tidak akan habis karena bagian-bagian yang telah terpakai dapat diganti dengan yang baru.

       Contoh: udara, angin, tenaga air terjun, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan, dan hewan.

2).   Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources), yaitu sumber daya alam yang akan habis karena tidak dapat dibuat yang baru.

       Contoh: timah, besi, bauksit, batu bara, dan minyak bumi.

https://www.youtube.com/watch?v=JXnyVb5S2To

3. Sumber Daya Alam Berdasarkan Tempatnya

  1. Sumber daya alam terestris (daratan) adalah sumber daya yang berhubungan dengan tanah sebagai lahan untuk berbagai aktivitas penduduk, sebagai bahan  industri (keramik, genteng, dan lain-lain), dan segala sumber daya yang berasal dari darat
  2. Sumber daya alam akuatik (perairan),  sumber daya alam yang berhubungan dengan laut,  sungai, danau, air  tanah, air hujan, dan lain-lain

Potensi sumber daya alam Indonesia dapat dilihat dalam beragam bentuk. Air, tanah, udara, batuan, hutan, bahan tambang, dan lain-lain merupakan bentuk-bentuk sumber daya alam.

a.  Potensi Sumber Daya Hutan

Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia. Hasil hutan sebenarnya tidak hanya sekadar kayu, hutan Indonesia juga menghasilkan buah-buahan dan obat-obatan. Di Indonesi terdapat 4.000 jenis kayu yang 267 diantaranya merupaka kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Berdasarkan keadaan iklim, jenis tumbuh-tumbuhannya, cara terjadinya, tempat  tumbuhnya, serta fungsinya hutan dapat dibedakan atas jenis-jenis dan fungsinya sebagai berikut: 

Berdasarkan keadaan Iklim

Berdasarkan keadaan iklim, khususnya curah hujan, hutan dapat digolongkan menjadi:

  • Hutan tropis, yaitu hutan yang terletak atau tumbuh di daerah hujan tropis. Hutan ini memiliki ciri, terdiri atas berjenis-jenis pohon besar dan kecil, mahkota daun bertingkat-tingkat, keadaan didalam remang-remang dan di bawah selalu lembab.
https://obatrindu.com/ciri-ciri-hutan-hujan-tropis-di-indonesia/
  • Hutan musim, yaitu hutan yang terletak di daerah iklim musim (musim kemarau dan hujan), dan tumbuh-tumbuhannya sejenis, misalnya hutan jati dan sebagainya.
https://dodirullyandapgsd.blogspot.com/2016/07/perbedaan-hutan-musim-dengan-hutan.html
  • Sabana, adalah padang rumput yang diselingi pohon-pohonan.
https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/ciri-ciri-hutan-sabana
  • Steppa (padang rumput), padang rumput tanpa pohon-pohonan.
https://jagad.id/bioma-stepa/

2) Berdasarkan jenis tumbuh-tumbuhannya 

Berdasarkan jenis tumbuh-tumbuhannya, hutan dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Hutan Heterogen, yaitu hutan yang terdiri atas berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Biasanya merupakan hutan hujan tropis atau hutan rimba.
  2. Hutan Homogen, yaitu hutan yang terdiri atas satu jenis tumbuh-tumbuhan, misalnya hutan jati, hutan pinus, hutan bakau, damar, dan rotan.

3) Berdasarkan cara terjadinya

Berdasarkan cara terjadinya, dapat dibedakan atas hutan sebagai berikut :

  1. Hutan primer, yaitu hutan alami yang belum pernah ditebang atau belum kena campur tangan manusia. Hutan rimba termasuk hutan primer, hutan ini sangat tebal, dan pohonnya dengan ketinggian bertingkat-tingkat.
  2. Hutan sekunder, yaitu hutan primer yang pernah ditebang dalam kurun waktu kurang lebih 20 – 30 tahun, tumbuh hutan yang disebut hutan sekunder. Hutan skunder tidak selebat hutan primer. Hutan primer dan hutan sekunder juga disebut hutan alam.
  3. Hutan Budidaya, yaitu hutan yang ditanam oleh mansusia dengan tujuan tertentu. Hutan ini biasanya terdiri atas tumbuhan homogen misalnya, hutan jati, pinus, kayu putih, dan bumbu.

Berdasarkan tempat tumbuhnya

Berdasarkan tempat tumbuhnya, hutan dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Hutan pantai, berupa hutan bakau (mangrove). Hutan tersebut banyak terdapat di Sumatera Timur, Irian Jaya, dan Kalimantan.
  2. Hutan rawa, tumbuh di dataran berawa, tumbuh pada tempat rawa yang berair tawar. Hutan ini seperti yang terdapat di pantai Timur Sumatera, Kalimantan, dan Kalimantan Barat.
  3. Hutan Pegunungan, adalah hutan yang tumbuh di daerah pegunungan. Pohon-pohon ditumbuhi lumut, karena suhu udara daerah pegunungan rendah dan sangat lembab.


5) Berdasarkan fungsinya

Berdasarkan fungsinya, hutan dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Hutan produksi, yaitu hutan yang mampua menghasilkan kayu, rotan, dan getah. Hasil ini dapat dimanfaatkan untuk bermacam-macam kebutuhan seperti industri, perdagangan (sebagai sumber devisa), juga digunakan sebagai bahan bakar.
  2. Hutan lindung, yaitu hutan yang dilindungi oleh pemerintah untuk melestarikan hewan dan tumbuhan. Hutan ini juga membentuk humus yang berarti dapat menambah kesuburan tanah, dan melindungi tanah dari erosi dan banjir, serta mengatur tata air. Pohon-pohon di hutan lindung tidak boleh ditebang.
  3. Hutan rekreasi, yaitu hutan yang digunakan atau difungsikan untuk rekreasi/objek wisata.
  4. Hutan cadangan (konversi), adalah lahan hutan yang dicadangkan untuk pertanian dan permukiman.

6)  Persebaran hutan dan hasil-hasilnya :

a) Hutan hujan tropis
Hutan hujat tropis ini terdapat di daerah yang mengalami curah hujan banyak. Hutan ini sekarang terdapat di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan jawa Barat. Hasil-hasil yang dapat diperoleh dari hutan hujan tropis kayu-kayu untuk bahan bangunan seperti, meranti, damar, rotan dan lain-lain.

b) Hutan Musim, 

     Hutan Musim terdapat didaerah yang nyata beriklim musim dengan curah hujan kurang dari 2.000 mm setahun, sedangkan musim kemarau berbulan-bulan lamanya, Misalnya hutan jati yang terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan. 

c)  Hutan Produksi

Hutan Produksi terdapat di wilayah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Irian Jaya. Hutan produksi tetap disediakan untuk diambil hasilnya. Ada dua macam hutan Produksi tetap, yaitu hutan rimba dan hutan budidaya. Tumbuhan hutan rimba tergantung dari alam, sedangkan hutan budidaya sengaja ditanami oleh manusia, biasanya dengan tanaman yang sejenis (hutan homogen). Hasil kayu yang penting dari hutan rimba adalah kayu cendana, kayu meranti, kayu besi dan kayu hitam. Hutan budidaya contohnya adalah hutan jati, hutan pinus (tusam). Pohon pinus menghasilkan getah yang disadap dari batangnya yang dapat digunakan untuk membuat lak (lem kayu) dan pernis. Kayu pinus dijadikan bubur kayu (pulb) yang kemudian diolah menjadi kertas.

d) Hutan lindung, 

Pohon-pohon di hutan lindung tidak boleh ditebang. Umumnya hutan lindung diperuntukan di lereng-lereng pegunungan, dan hutan bakau (mangrove) di daerah tepi pantai atau di rawa-rawa air asin di tepi pantai. Hutan lindung diperuntukan guna melindungi tanah dari erosi dan banjir, mengatur tata air dan memelihara kesuburan tanah.

e) Hutan rekreasi

     Hutan yang digunakan untuk rekreasi atau sebagai objek wisata. Hsil yang diperoleh dari hutan ini adalah dapat mendatangkan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar negeri untuk dapat menikmati keindahan alam hutan dan kesejukan udaranya. Dengan datangnya wisatawan lokal berarti, adanya pemasukan untuk pemerintah daerah sedangkan pendapatan nasional akan bertambah dari wisatawan manca negara. lebih jauh lagi masyarakat setempat akan ikut menikmati hasilnya, baik sebagai tenaga kerja maupun pedagang, penjual jasa dan sebagainya yang dibutuhkan oleh wisatawan yang datang ke lokasi hutan rekreasi. Contoh hutan rekreasi yang terdapat di Indonesia adalah Cibodas di Jawa Barat, Tawang mangu di Jawa Tengah.

f)   Hutan cadangan

Hutan cadangan hutan yang dimanfaatkan menurut keperluan lewat pertimbangan yang seksama. Salah satu bentuk dalam memanfaatkannya adalah sebagai cadangan bagi hutan-hutan disekitarnya maupun di daerah lain yang rusak akibat bencana seperti, kebakaran, kekeringan dan sebagainya.

Secara umum, jenis-jenis kayu dan sebarannya adalah sebagai berikut:

  1. Kayu Keruing, Meranti, Agathis dihasilkan terutama di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.
  2. Kayu jati banyak dihasilkan di Jawa Tengah.
  3. Rotan banyak dihasilkan di Kalimantan, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
  4. Kayu Cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.
  5. Kayu Rasamala dan Akasia banyak dihasilkan di Jawa Barat.

Fungsi atau manfaat hutan:

  1. Menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai-sungai dan danau, sehingga pada musim kemarau tidak mengalami kekeringan.
  2. Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini maupun masa yang akan datang
  3. Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mangikis tanah-tanah yang subur.
  4. Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, sehingga suhu bumi terkendali.
  5. Sumber kehidupan bagi masyarkat, khususnya masyarakat sekitar hutan dari produk yang dihasilkannya.

Penyebab Kerusakan Hutan

Penyebab kerusakan hutan baik itu karena faktor alam maupun faktor ulah manusia, dan inilah beberapa penyebab kerusakan hutan:

  1. Kebakaran Hutan
  2. Penebangan Hutan Secara Liar
  3. Penegakkan Hukum Yang Lemah
  4. Mentalitas Manusia


Sebenarnya masih banyak penyebab-penyebab lain yang menjadikan hutan kita semakin hari semakin rusak. Penyebab-penyebab tersebut diantaranya perambahan hutan, perpindahan ladang, pertambangan, transmigrasi, pemukiman penduduk, pembangunan sarana prasarana, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Usaha-usaha untuk menyelamatkan hutan:

  1. Menghemat penggunaan kertas.
  2. Melakukan daur ulang kertas.
  3. Menebang hutan dengan memilih kayu yang benar-benar layak tebang
  4. Rehabilitasi area hutan yang rusak dan melakukan reboisasi.
  5. Melakukan penghijauan khususnya di lahan kritis.
  6. Melarang penebangan hutan tanpa seijin pemerintah
  7. Melakukan penyuluhan terhadap petani ladang berpindah

Potensi Sumber Daya Tambang

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan tambang. Banyak sekali jenis-jenis bahan tambang di Indonesia.

1)    Minyak Bumi dan Gas

Minyak bumi berasal dari mikroplankton yang telah mati yang terdapat di danau, rawa, dan laut yang mengendap di dasar laut dan bercampur dengan lumpur.  Akibat tekanan dari lapisan-lapisan diatasnya dan pengaruh panas magma dalam waktu yang sangat lama maka terjadilah distilasi (proses pemanasan benda cair atau padat menjadi uap) hingga terbentuk minyak bumi kasar.

Minyak bumi didapatkan dengan cara mengebor permukaan bumi di darat atau laut.   Minyak kemudian dipompa keluar dan dialirkan melalui pipa-pipa di kilang penyulingan.  Perusahaan negara yang mempunyai hak menambang minyak bumi adalah Pertamina.

Penyulingan minyak bumi menghasilkan berbagai bahan

  1. Bahan bakar uyang dapat menimbulkan tenaga, yaitu avigas, avtur, premix, premium, bensin, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel
  2. Bahan pemulas, yaitu minyak pelumas mesin, minyak pelumas industri, dan minyak pelumas kapal terbang
  3. Bahan kimia, yaitu betumin, lilin (parafin), pelarut, bahan kimia untuk industri, kimia untuk pertanian, plastik, dan elpiji/

 Hasil dari pengeboran tambang minyak bumi juga menghasilkan gas bumi atau gas alam. Gas bumi yang semula berbentuk gas kemudian diubah menjadi bentuk cair agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Hasil dari gas bumi yang sangat dikenal masyarakat yakni Liquefied Natural Gas atau disebut dengan LPG atau orang menyebutnya gas elpiji.

NO.Nama PulauDaerah Penghasil Minyak Bumi
1.SumatraPereula dan Loukseumawe (Nangroe Aceh Darussalam), Sungai Pakning dan Dumai ( Riau), Plaju, Sungai Gerong dan Muara Enim (Sumatra Selatan)
2.JawaJati Barang Majalengka (Jawa Barat), Wonokromo, Delta (Jawa Timur), Cepu, Cilacap (Jawa Tengah)
3.KalimantanPulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur), Rantau, Tanjung, dan Amuntai (Kalimantan Selatan)
4.MalukuPulau Seram dan Tenggara
5.PapuaKlamono, Sorong, dan Babo

    

2)  Batu Bara

Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Unsur-unsur yang menyusunnya terutama adalah karbon, hidrogen, dan oksigen.

Energi yang dihasilkan batu bara dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia dan lain-lain.

      Produksi batu bara di Indonesia mencapai 246 juta ton. Tempat persebaran batu bara di Indonesia ada di Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).

https://tirto.id/berakhirnya-masa-masa-kelam-industri-batu-bara-cBfi

3)  Bauksit

Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan aluminium. Bauksit bermanfaat untuk industri keramik, logam, kimia, dan metalergi. Indonesia memiliki potensi bauksit yang cukup besar dengan produksi mencapai 1.262.710 ton.  Persebaran bauksit di Indonesia berada di Kepulauan Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).

4)  Pasir besi

      Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen. Aktivitas penambangan pasir besi dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan) dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).

5)    Emas

       Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Emas merupakan logam mulia yang bernilai tinggi. Persebaran emas di beberapa wilayah Indonesia meliputi Papua (Freeport Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong).

6)    Timah

       Timah dimanfaatkan sebagai bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata, dan lain-lain. Aktivitas penambangan timah terdapat di Sungai Liat (Pulau Bangka), Manggara (Pulau Belitung), dan Dabo (Pulau Singkep) serta Pulau Karimun.

7)    Tembaga
Tembaga banyak dimanfaatkan dalam industri peralatan listrik, industri konstruksi, pesawat terbang, kapal laut,  atap, pipa ledeng, dekorasi rumah, mesin-mesin pertanian, pengatur suhu ruangan, dan lain-lain. Aktivitas penambangan tembaga terdapat di Papua oleh PT. Freeport.

8)    Nikel
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam. Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki potensi nikel adalah Papua dan Maluku.

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200228/44/1207280/ekspor-bijih-nikel-dilarang-tambang-ilegal-bermunculan-

9)    Aspal
Aspal digunakan sebagai bahan utama untuk membuat jalan. Aspal ditambang di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara

10   )Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja, pembuatan baterai kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan ditambang di daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan (Yogyakarta), dan Martapura (Kalimantan Selatan).

11)  Belerang
Belerang banyak ditemukan di Gunung Welirang, Jawa  Timur dan Gunung Patuha, Jawa Barat.

12)  Yodium
Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk larutan obat dalam alkohol, kesehatan, herbisida, industri desinfektan, serta digunakan dalam garam agar lebih sehat. Yodium ditambang di Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa Timur). 

Potensi Kemaritiman Indonesia

Luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2.  Indonesia sangat kaya akan potensi lautnya. Didalamnya terdapat sekitar 28.000 spesies flora dan 350 spesies fauna dan 110.000 mikroba.

a.    Perikanan

Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan.

Penggunaan dan pengolahan hasil perikanan :

1) Penggunaan hasil perikanan :

  1. Devisa negara dari ikan-ikan yang diekspor
  2. Makanan ternak dari sisa-sisa ikan yang basah maupun kering
  3. Bahan makanan sebagai lauk pauk yang banyak mengandung protein dan gizi
  4. Sumber penghasilan penduduk yang berdiam di sekitar pantai

 2) Pengolahan hasil perikanan agar tahan lama :

  1. Penggaraman ikan
  2. Pendinginan ikan
  3. Pengasapan ikan
  4. Pengalengan ikan

3)  Hasil sampingan perikanan

  1. pembuatan bahan makanan : kerupuk ikan, terasi, petis, abon ikan
  2. dibuat kosmetik dan agar-agar dari rumput laut
  3. perhiasan dari kerang mutiara termasuk barang ekspor yang baik
  4. ubur-ubur dan ikan hias juga memiliki nilai ekspor

4)  Daerah penangkapan ikan laut  di Laut Nusantara :

  1. Perairan Selat Malaka yang berpusat di Bagan Siapi-api. Ikan yang ditangkap adalah ikan terubuk.
  2. Perairan pantai Jawa Barat, Cilacap (Jawa Tengah). Ditangkap ikan tenggiri dan rumput laut.
  3. Perairan Bitung (Sulawesi Utara), ditangkap ikan tuna atau cakalang atau tongkol.
  4. Perairan Kepulauan Solor dan Kepulauan Alor (Nusa Tenggara Timur), ditangkap ikan paus.
  5. Perairan Ambon, ditangkap ikan cakalang, ikan hias, dan rumput laut.
  6. Perairan Kepulauan Aru (Maluku) di perairan Dobo, ditangkap udang laut besar dan mutiara.
  7. Perairan Kepulauan Banda, Kepulauan Kai (Maluku) banyak terdapat rumput laut, bunga karang, dan teripang.

Hutan Mangrove

Kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah-wilayah pesisir berupa hutan mangrove, rumput laut, padang lamun, dan terumbu karang. Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut.

Fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia yaitu :

  • Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut.
  • Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Biasanya penduduk memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang bernilai ekonomis.

Hutan mangrove tersebar di pesisir sebelah barat Pulau Sumatra, beberapa bagian ada di pantai utara Pulau Jawa, sepanjang pesisir Pulau Kalimantan, Pesisir Pulau Sulawesi, pesisir sebelah Selatan Papua, dan beberapa pulau kecil lainnya. Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai sekitar 3 juta hektare, yang tersebar di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia.

https://www.dictio.id/t/apa-saja-jenis-jenis-hutan-bakau-atau-hutan-mangrove/70634

Terumbu Karang

Terumbu karang juga merupakan salah satu potensi kelautan Indonesia. Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya).

Indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 284,3 ribu km2 atau setara dengan 18% dari terumbu karang yang ada di seluruh dunia. Keanekaragaman hayati terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia juga yang tertinggi di dunia.

Terumbu karang akan dapat tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21 – 290C, kondisi air yang jernih dan dangkal, kedalaman air yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang tidak lebih dari 18 meter, dan kandungan garam air laut yang tinggi.

https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/28/130200123/manusia-butuh-terumbu-karang-ini-tindakan-yang-tidak-boleh-dilakukan?page=all

Manfaat terumbu karang :

  1. Manfaat Ekonomi, yaitu sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan obyek wisata bahari
  2. Manfaat Ekologis, yaitu mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat berakibat terjadinya abrasi
  3. Manfaat Sosial Ekonomi, yaitu sebagai sumber perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan nelayan, disamping itu juga dapat menjadi obyek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan penduduk disekitarnya.

Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VII SMP.Jakarta Timur:Yudis Tira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.dan A.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi 2016

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII.Magelang:Inovasi

Leave Your Comment Here