Komposisi Penduduk – IPS 7

Kelas 7 – Minggu Ke 8

Taukah kalian tentang komposisi penduduk? Silahkan sebelum memahami materi komposisi penduduk terlebih dahulu amati gambar sebagai berikut.

http://www.koran-jakarta.com/sdm-berkualitas-kunci-sukses-bonus-demografi/

Setelah kalian amati gambar komposisi penduduk, pada dasarnya komposisi itu adalah pegelompokan berdasarkan kriteria tertentu.

Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar kriteria tertentu dan untuk tujuan tertentu pula. Misalnya pengelompokan penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. 

Macam-macam Komposisi Penduduk

Komposisi penduduk suatu negara diklasifikasikan menurut:

a. Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dibentuk piramida penduduk, yaitu grafik balok yang dibuat secara horizontal untuk membandingkan penduduk laki-laki dan perempuan.

Manfaat piramida penduduk adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui jumlah penduduk pria dan wanita
  2. Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau negara.
  3. Untuk mengetahui jumlah penduduk usia sekolah

Untuk mengetahui golongan penduduk produktif dan tidak produktif

Macam-macam bentuk piramida penduduk:
1). Piramida penduduk muda (Expansive)

https://www.youtube.com/watch?v=43dZgMqxfTI&app=desktop

3). Piramida penduduk tua (Constrictive)

Bentuk piramida ini di bagian bawah kecil dan di bagian atas besar, sehingga berbentuk seperti batu nisan. Hal itu menggambarkan penurunan angka kelahiran lebih pesat dari angka kematian, sehingga jumlah penduduk usia muda lebih sedikit dibandingkan dengan usia dewasa. Jumlah penduduk mengalami penurunan.

https://www.youtube.com/watch?v=43dZgMqxfTI&app=desktop

Data tentang komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dipergunakan untuk:

1).   Komposisi penduduk menurut jenis kelamin/ Sex ratio.

Berdasarkan jenis kelaminnya, penduduk dikelompokkan menjadi penduduk laki-laki dan penduduk perempuan. Data komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat kita gunakan untuk menghitung ratio jenis kelamin atau sex ratio. Ratio jenis kelamin adalah perbandingan antara jml penduduk laki-laki dan perempuan.

https://andimanwno.wordpress.com/2019/08/29/sex-ratio-dan-beban-ketergantungan/

2).   Komposisi penduduk menurut umur

  1. Komposisi penduduk menurut umur adalah susunan data penduduk berdasarkan umur tertentu. Pengelompokan umur penduduk biasanya berjenjang 4 th. Contoh dari umur 0 – 4, 5-9, 10-14, 15-19, 20-24, dan seterusnya.
  2. Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur kita dapat menghitung rasio beban tanggungan atau dependency ratio suatu daerah.
  3. Ratio beban tanggungan adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara kelompok umur tidak / non produktif dengan kelompok umur produktif.
  4. Kelompok umur non produktif terdiri dari kelompok umur belum produktif (0 – 14th) dan kelompok penduduk tidak produktif (65 th keatas). Kelompok umur produktif adalah penduduk yang berumur 15 – 64 th.
https://duniainformasisemasa360.blogspot.com/2013/01/angka-ketergantungan-penduduk.html

3).   Angka Usia Harapan Hidup (life expancy)

–      Angka harapan hidup adalah perkiraan sampai berapa lama penduduk suatu wilayah dapat bertahan hidup. Angka harapan hidup dapat dijadikan indikator keadaan kesehatan di wilayah atau negara tertentu.

–      Secara keseluruhan angka harapan hidup penduduk Indonesia mengalami peningkatan meskipun demikian jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN Indonesia memiliki angka harapan hidup relatif kecil.

–      Tujuan mengetahui angka harapan hidup adalah untuk mengetahui tingkat kemakmuran penduduk. Semakin tinggi angka harapan hidup suatu wilayah/negara maka semakin makmur penduduknya atau sebaliknya.

b.         Komposisi (Susunan) Penduduk Berdasarkan Pendidikan

Komposisi (susunan) penduduk berdasarkan pendidikan adalah susunan penduduk (pengelompokkan penduduk) didasarkan pada jenjang pendidikan yang ditempuhnya.

Jenjang pendidikan menurut Undang-Undang (UU) No. 20 Tahun 2003 sistem pendidikan nasional terdiri atas pendidikan dasar (SD/MI, SMP/MTs), pendidikan menengah (SMA/MA), pendidikan tinggi (sekolah tinggi, universitas)

1) Jenjang pendidikan dasar

Jenjang pendidikan dasar meliputi SD atau MI dan SMP atau MTs atau bentuk-bentuk  jenjang sekolah yang sederajat lainnya. Pendidikan SD dan MI bertujuan memberi bekal kemampuan dasar untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat SMP atau MTs.
Adapun pendidikan SMP atau MTs bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, siswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memiliki hubungan interaksi dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar.

2) Jenjang pendidikan menengah

Jenjang pendidikan menengah meliputi SMA, MA, SMK, atau sekolah yang sederajat lainnya. Pendidikan menengah bertujuan memberikan pengajaran yang bersifat teoritis dan praktis serta mengutamakan perluasan wawasan ilmu pengetahuan dan peningkatan keterampilan siswa agar dapat mengembangkan potensi diri atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi atau langsung bekerja.

3) Pendidikan tinggi

Jenjang pendidikan tinggi meliputi program diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor. Adapun bentuk pendidikan/perguruan tinggi antara lain akademi, sekolah tinggi, universitas, dan institut.

Pendidikan di perguruan tinggi terbagi menjadi:

1) Pendidikan akademik, yang diarahkan pada penguasaan, pengembangan, peningkatan   mutu, serta perluasan wawasan ilmu pengetahuan.

2)  Pendidikan profesional, yang diarahkan pada penerapan keahlian tertentu dan   mengutamakan peningkatan kemampuan penerapan ilmu pengetahuan.

Tujuan komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan adalah :

  • Untuk mengetahui  sumber daya manusia (SDM)
  • Mnegetahui tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dari SDM
  • Untuk menganalisis kemajuan penyelenggaraan pendidikan

c. Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

Komposisi penduduk berdasarkan pekerjaan didasarkan pada kegiatan ekonomi atau jenis usaha yang digeluti masyarakat. Persentase penduduk di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia yang bekerja di bidang pertanian lebih besar dibandingkan yang bekerja di bidang-bidang lain.

Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VII SMP.Jakarta Timur:Yudis Tira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.dan A.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi 2016

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII.Magelang:Inovasi


Leave Your Comment Here