Sistem Gerak Pada Manusia – IPA 8

PEKAN Ke- 5

A. RANGKA

Coba kamu amati tubuhmu atau temanmu! Mengapa kamu bisa berdiri tegak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan gambar berikut!

Berdasarkan gambar tersebut, seandainya tenda tidak diberi rangka besi/kayu di dalamnya maka tenda tidak bisa berdiri tegak. Sama halnya dengan tubuh manusia. Jadi, apa sajakah fungsi rangka? Secara umum ada 4 fungsi rangka, yaitu:

  1. Memberikan bentuk pada tubuh dan menopang tubuh manusia.
  2. Melindungi organ dalam. Misalnya, tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru, tulang tengkorak melindungi otak.
  3. Tempat menempelnya otot. Otot meupakan alat gerak aktif, sedangkan tulang merupakan alat gerak pasif.
  4. Pada jenis tulang tertentu misalnya tulang paha, tulang berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah. Sel darah dibentuk dibagian sumsum tulang yaitu bagian lunak yang terdapat di bagian tengah tulang.
  1. Struktur Tulang

Pernahkah kamu melihat secara detail tulang paha ayam? Kurang lebih bentuknya sama dengan gambar di bawah ini.

NoNama BagianKeterangan
1PeriosteumSuatu membran yang melapisi permukaan tulang
2Pembuluh Dasar KecilMembawa zat-zat makanan ke dalam tulang
3Tulang Kompak/ Tulang KerasLapisan tulang yang mengandung sel-sel tulang, pembuluh darah, zat kapur dan fosfor, serta searabut elastis. Tulang keras bersifat kuat dan tidak mudah rapuh atau patah karena mengandung zat kapur, fosfor dan serabut-serabut elastis.
4Tulang SponsMempunyai banyak ruang kecil terbuka yang membuat tulang spons bersifat ringan
5Jaringan Lemak/ Sumsum TulangPenghasil sel-sel darah merah

Ujung tulang panjang ditutup oleh suatu lapisan jaringan tebal, lunak dan lentur yang disebut dengan tulang rawan atau kartilago. Tulang rawan tersusun atas sel-sel yang dikelilingi oleh matriks protein. Selain di ujung tulang panjang, tulang rawan juga terdapat pada ujung tulang rusuk, dinding saluran pernafasan, hidung dan telinga.

2. Macam-Macam Tulang pada Sistem Rangka

Rangka manusia terdiri dari banyak jenis tulang, apabila dihitung jumlah seluruh tulang yang menyusun rangka manusia dewasa terdiri dari 206 tulang. Perhatikan gambar berikut!

Secara umum, rangka tubuh manusia dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu Bagian tengkorak, bagian badan dan bagian anggota gerak.

a. Bagian tengkorak

Tulang tengkorak terdiri atas tulang pipih yang berjumlah 28 buah. Tulang-tulang pembentuk tengkorak dibedakan menjadi tengkorak wajah (muka) dan tempurung kepala (tengkorak pelindung otak). Tulang tempurung kepala terdiri atas tulang dahi, tulang kepala belakang, tulang ubun-ubun, tulang baji, dan tulang pelipis. Adapun tulang muka terdiri atas tulang pipi, tulang hidung, tulang rahang atas, tulang rahang bawah, tulang air mata, dan tulang langit-langit. Fungsi tulang tengkorak adalah melindungi otak, mata, dan telinga bagian dalam.

b. Bagian Badan

Tulang belakang terdiri atas 26 buah ruas tulang. Tulang leher paling atas yang berhubungan dengan tempurung kepala disebut tulang atlas. Tulang belakang dibedakan atas tulang leher, tulang punggung, tulang pinggang, tulang kelangkang, dan tulang ekor. Tulang kelangkang merupakan fusi dari lima, ruas tulang belakang, sedangkan tulang ekor merupakan fusi dari empat segmen terakhir tulang belakang. Fungsi tulang belakang adalah menegakkan tubuh dan tengkorak serta sebagai pelekatan tulang-tulang rusuk.

Tulang Rusuk dan Tulang Dada

Tulang dada terdiri atas tiga bagian yaitu bagian hulu, badan, dan taju pedang. Sementara itu, tulang rusuk terdiri atas 12 pasang yang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rusuk sejati, tulang rusuk melayang, dan tulang rusuk palsu.

  • Tulang rusuk sejati yang berjumlah tujuh pasang. Pada tulang rusuk sejati ujung depannya melekat pada tulang dada, sedangkan ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang.
  • Tulang rusuk palsu yang berjumlah tiga pasang. Pada tulang rusuk palsu ujung depannya melekat pada tulang rusuk di atasnya, sedangkan ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang.
  • Tulang rusuk melayang yang berjumlah dua pasang. Pada tulang rusuk melayang ujung depannya tidak melekat pada tulang manapun, sedangkan ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang.

Tulang dada dengan tulang rusuk dan tulang belakang secara bersama-sama berfungsi melindungi organ vital seperti jantung dan paru-paru. Sedangkan tulang gelang bahu terdiri atas tulang selangka dan tulang belikat dan untuk tulang gelang panggul terdiri atas tulang duduk, tulang usus, dan tulang kemaluan.

c. Bagian Anggota Gerak

  • Tungkai atas (Anggota gerak atas) terdiri atas tulang lengan, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari tangan. Pangkal lengan berhubungan dengan tulang bahu.
  • Tungkai bawah (Anggota gerak bawah) terdiri dari tulang jari kaki, tulang telapak kaki, tulang pergelangan kaki, tulang kering, tulang betis, tulang tempurung lutut dan tulang paha yang berhubungan dengan tulang gelang panggul.

3. Macam-macam bentuk tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang yang menyusun tubuh manusia dibedakan menjadi empat, yaitu tulang pipih, tulang pipa atau tulang panjang, tulang pendek dan tulang tak beraturan.

a. Tulang Pipa

Tulang pipa adalah  suatu tabung tulang kompak dengan tulang spons di dalamnya. Sesuai dengan namanya, tulang ini berbentuk seperti pipa, yaitu bulat, panjang, dan berongga. Rongga tulang pipa berisi sumsum kuning dan sumsum merah. Fungsi utama tulang pipa adalah sebagai pengungkit dan memperkuat penyokong, serta untuk gerak. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan, tulang paha, tulang hasta, dan tulang.

b. Tulang Pipih

Tulang in berbentuk pipih dan tersusun atas dua lapis tulang kompak yang dipisahkan oleh tulang spons. Rongga di dalamnya berisi sumsum merah. Fungsi utama dari tulang pipih adalah sebagai pelindung organ-organ penting , seperti otak, jantung, paru-paru dan kantong kemih. Namun beberapa jenis tulang pipih sperti tulang belikat dan tulang panggul merupakan tempat perlekatan otot. Contohnya tulang rusuk dan tulang belikat.

c. Tulang Pendek

Tulang ini berbentuk pendek, bulat atau menyerupai kubus. Bagian luar tulang pendek dibentuk oleh lapisan tipis tulang kompak. Bagian dalamnya disusun oleh tulang spons dengan rongga-rongga yang berisi sumsum merah. Tulang pendek berfungsi untuk menyerap goncangan yang keras dan terdapat pada persendian yang kompleks, seperti pada persendian lutut dan mata kaki. Selain itu, tulang pendek juga berfungsi sebagai penyerap jika terjadi suatu tekanan. Contoh tulang pendek adalah tulang-tulang telapak tangan dan telapak kaki.

d. Tulang tak beraturan

Disebut tulang tak beraturan karena bentuk tulang ini tidak beraturan. Tulang tak beraturan merupakan tulang yang tidak berpasangan dan terdapat pada bidang sumbu tubuh. Contohnya tulang belakang, tulang wajah, dan tulang rahang. Fungsi tulang ini adalah sebagai pelindung, penyokong, dan tempat perlekatan otot.

B. SENDI

Hubungan antar tulang yang satu dengan tulang yang lain disebut persendian. Pada ujung-ujung tulang terdapat tulang rawan yang merupakan bantalan sehingga tulang tidak langsung bertemu dengan tulang lain. Tulang-tulang pada persendian diikat oleh suatu bahan yang kuat dan lentur yang disebut ligamen.

Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Sendi dapat dikelompokkan berdasarkan banyak sedikitnya gerakan yang memungkinkan dilakukan :

a. Sinartrosis (sendi mati ) yaitu sendi yang tidak dapat digerakkan contoh persendian pada tulang tengkorak

b. Amfiartrosis (sendi yang digerakkan namun terbatas) contoh persendian antar tulang belakang.

c. Diartrosis (sendi yang dapat digerakkan dengan bebas)

Diartrosis dibagilagi menjadi beberapa sendi :

1. Sendi peluru, adalah sendi yang dapat digerakkan kesegala arah. Contoh : sendi antara tulang lengan atas dengan tulang belikat, sendi antara tulang panggul dan tulang paha.

2. Sendi engsel (sendi yang mempunyai gerakan satu arah. Contoh : sendi pada siku-siku dan sendi pada lutut.

3. Sendi putar adalah salah satu tulang berfungsi sebagai poros dan ujung tulang yang lain berbentuk cincin yang dapat berputar pada poros tersebut

4. Sendi pelana (sendi yang bergerak dua arah)yaitu muka belakang dan samping.contoh : pada pangkal ibu jari dengan telapak tangan

5. Sendi geser (sendi ini adalah satu bagian tulang bergeser di atas tulang lain. Contoh : pada tulang-tulang pergelangan tangan.

C. OTOT

Otot adalah jaringan yang dapat berkontraksi menjadi lebih pendek.proses kontraksi ini mengakibatkan bagian-bagian tubuh bergerak. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif, artinya tanpa otot tulang kita tidak dapat bergerak. Otot kontraksi adalah keadaan saat otot menegang, memebesar dan memendek sehingga kemudian dapat menggerakkan tulang atau rangka. Otot relaksasi adalah ketika otot memanjang, mengendor, mengecil.

Macam-macam Otot

PerbedaanOtot LurikOtot PolosOtot Jantung
BentukSilindris memanjangGelondong ujung runcingSilindris bercabang
Jumlah Inti selBanyaksatuLebih dari satu
Letak Inti selDi tepi selDi tengah selDi tengah sel
Sistem kerjaSecara sadarSecara tidak sadarSecara tidak sadar
Reaksi terhadap gerakanCepatLambarLambat
GerakanCepat lelahTidak cepat lelahTidak cepat lelah
LetakMelekat pada rangkaPada sistem organ dalamDi jantung

Mekanisme kerja dari otot bisep dan otot trisep

Otot bekerja berpasangan untuk mendorong terjadinya gerakan.

  • Gerak sinergis

Gerak sinergis terjadi apabila otot-otot pendukung bekerja  saling  mendukung. Artinya, otot-otot tersebut berkontraksi secara bersamaan dan berelaksasi pun secara bersamaan untuk menghasilkan satu gerak bagian tubuh. Contoh gerak sinergis adalah gerak yang dihasilkan oleh otot-otot punggung, gerak otot antar tulang rusuk ketika menarik napas, dan gerak otot ketika menelungkupkan dan menengadahkan telapak tangan.

  • Gerak antagonis

Gerak antagonis terjadi apabila otot pendukung bekerja saling berlawanan yaitu satu berkontaksi satu berelaksasi. Otot antagonis melekat pada tulang yang sama. Contoh gerak antagonis pada pada siku yang disebabkan oleh otot bisep dan trisep yang melekat pada tulang lengan.

Gangguan dan kelainan pada sistem gerak dan upaya mencegah dan mengatasinya :

  1. Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor sehingga proses pengerasan tulang terganggu, terjadi pada anak-anak menyebabka tulang kaki membengkok. Untuk menyembuhkan dan pencegahan adalah menambah kalsium, fosfor, dan vitamin D kedalam menu makanan.
  2. Osteoporosis disebabkan kekurangan kalsium, umumnya terjadi pada orang dewasa dan orang tua.
  3. Artritis adalah penyakit sendi, sehingga kadang-kadang sendi tidak dapat digerakkan. Upaya untuk mengurangi terjadinya artritis yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang.
  4. Fraktura (patah tulang)

5. Kelainan pada tulang belakang

  • Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping, skoliosis disebabkan oleh polio atau kebiasaan duduk atau berposisi yang salah.
  • Lordosis adalah kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang, dapat disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar atau kebiasaan duduk yang salah.
  • Kifosis adalah kelainana dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang (bungkuk), kifosis dapat disebabkan karena penyakit (misalnya TBC) atau kebiasaan duduk yang salah.

Leave Your Comment Here