Teks Berita #2 – Bahasa Indonesia 8

MATERI 3

Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (membanggakan dan memotivasi)  yang didengar dan dibaca berita

A. Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Berikut ini terdapat beberapa kaidah kebahasaan teks berita, antara lain sebagai berikut:

  1. Verba transitif

Verba transitif merupakan verba yang dapat diubah ke bentuk pasif. Menggunakan verba transitif, yaitu verba yang membutuhkan dua nomina, satu berperan sebagai subjek dan satunya lagi sebagai objek dalam kalimat aktif. Verba transitif ini dapat dirubah juga menjadi bentuk pasif. Contoh kalimat dengan verba transitif yaitu:

> “Sejumlah pejabat Iran, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, Senin (14/1), akan memulai pembicaran bersama selama dua hari mengenai program nuklir Iran”.

>“Pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok menuduh kapal-kapal asal Vietnam telah lebih dari 1.399 kali menabrak kapal-kapal Tiongkok di dekat lokasi anjungan pengeboran minyak di Laut Tiongkok Selatan”.

  1. Verba pewarta

Verba pewarta merupakan kata yang digunakan untuk mengindikasikan suatu percakapan. Verba pewarta adalah kata yang mempunyai sifat mewartakan, contohnya seperti mengatakan, memaparkan, menjelaskan, memberitakan, menyampaikan, menuturkan, dan sejenisnya. Dengan kata lain, bahasa yang digunakan biasanya perpaduan kalimat langsung dan tidak langsung. Kalimat langsung ditandai dengan dua tanda petik ganda (“….”) dan disertai dengan keterangan penyertaanya. Penggunaan kalimat langsung ini kaitannya dengan pengutipan pernyataan – pernyataan yang berasal dari nara sumber berita. Sementara itu, kalimat tidak langsung sendiri merupakan kaidah kebahasaan yang umum digunakan dalam suatu teks berita dan biasanya ditampilkan sejak awal atau orientasi berita. Contohnya:

>“Amplitudo gempa semakin rapat yaitu kurang lebih 14 milimeter sebelum gunung meletus. Gempa vulkanik sudah tidak dapat terekam karena tremor membesar,” tutur Suantika selaku ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Bromo. Kalimat tersebut juga dapat dituliskan secara tidak langsung seperti: Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Bromo, Suantika, menuturkan bahwa gempa tremor semakin rapat dengan amplitudo kurang lebih 15 milimeter sebelum meletus yang menyebabkan gempa vulkanik sudah tidak dapat terekam.

  1. Adverbia atau kata keterangan

Adveria adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain. Menggunakan fungsi keterangan waktu dan tempat. Keterangan waktu dan tempat ini merupakan konsekuensi dari adanya unsur when (kapan) dan where (dimana). Contohnya sebagai berikut.

>Sekitar pukul 11.45 WIB, langit Riau tampak mendung akibat dari kepulan asap.

>Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) menerjang Lombok dini hari ini.

>Sepuluh hari menjelang lebaran, Pelabuhan Penyeberangan Perak mulai dipadati truk-truk yang mengangkut bahan-bahan pokok.

>Peningkatan arus mudik menjelang lebaran dari Manado ke pulau-pulau yang berada di wilayah Nusa Utara yang melingkupi tiga daerah, yakni Kabupaten Sitaro, Kabupaten, Sangihe, dan Kabupaten Talaud, terlihat mengalami lonjakan cukup tinggi, Rabu 11/06/2017 sore.

  1. Konjungsi temporal

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang berhubungan dengan waktu. Penggunaan konjugasi temporal atau penjumlahan, seperti sejak, setelah, kemudian, awalnya, dan akhirnya. Hal ini terkait dengan adanya unsur how (bagaimana) yang menjelaskan kronologis kejadian. Contohnya:

>Tempatnya itu masuk perkampungan. Jadi, kita melalui Jalan Fatmasari Raya, kemudian masuk Jalan Cindere, dan masuk Jalan Haji Ali,” kata petugas Pemadam Kebakaran Sudin Jakarta Selatan, Dandi.

  1. Kalimat langsung

Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya, biasanya ditandai dengan penggunaan tanda baca (“……”)

  1. Kalimat tidak langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita. Biasanya ditandai dengan penggunaan konjugasi bahwa yang memiliki fungsi untuk menerangkan kata yang diikutinya. Biasanya penggunaan konjugasi bahwa ini apabila di dalam teks berita tersebut menggunakan kalimat tidak langsung seperti penjelasan sebelumnya.

  1. Bahasa yang digunakan

Bahasa yang digunakan yaitu bahasa baku. Bahasa baku adalah bahasa Indonesia yang berpedoman pada kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pedoman pembentukan istilah, dan ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi dalam situasi formal atau resmi. Ciri-ciri bahasa baku, yaitu tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah, tidak dipengaruhi oleh bahasa asing, bukan bahasa percakapan, menggunakan imbuhan secara eksplisit, penggunaannya sesuai dengan konteks kalimat, tidak terkontaminasi dan tidak rancu, serta tidak mengandung arti kiasan. Penggunaan bahasa baku ini bertujuan untuk menjembatani pemahaman banyak khalayak, dimana bahasa baku lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum.

B. Jenis-Jenis Teks Berita

Jenis-jenis berita yang di kenal dalam dunia jurnalistik adalah sebagai berikut:

  1. Straight news adalah Berita langsung apa adanya. di tulis secara singkat dan lugas.
  2. Depth news adalah Berita mendalam di kembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan.
  3. Investigation news adalah Berita yang di kembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.
  4. Interpretative news adalah Berita yang di kembangkan dengan pendapat atau penilaian penulisnya atau reporter.
  5. Opinion news adalah Berita mengenai pendapat seseorang seperti tokoh, ahli, cendekiawan mengenai sesuatu.

C. Perbedaan Teks Berita dan Teks Non Berita

Teks berita dari susunan dan strukturnya sangat berbeda dengan teks non berita, untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan teks berita dan teks non-berita adalah sebagai berikut:

  • Teks Berita
  • Faktual dan aktual
  • Dibuat oleh wartawan
  • Susunan piramida terbalik (menjelaskan hal pokok di awal)
  • Bahasa komunikatif
  • Tidak mencantumkan opini pribadi
  • Teks Non-Berita
  • Faktual
  • Dibuat oleh ahli dalam bidangnya
  • Induktif (hal pokok di akhir)
  • Bahasa sesuai jenis teks
  • Mencantumkan opini pribadi

D. Struktur Teks Berita

Umumnya suatu teks mempunyai struktur tertentu, begitu pula dengan teks berita teks ini mempunyai 3 struktur yang saling berhubungan yang kemudian membentuk teks ini secara utuh, diantaranya:

  • Orientasi Berita

Yaitu berisi pembuka dari peristiwa yang diberitakan di teks tersebut, umumnya tertera penjelasan singkat mengenai berita yang sedang dibahas.

  • Peristiwa

Yaitu berisi tentang proses kejadian dari awal sampai akhir berdasarkan peristiwa yang terjadi dan menjalaskan berdasarkan fakta yang ada.

  • Sumber Berita

Yaitu dari mana asal sumber berita tersebut muncul, sumber berita tidak selamanya ditulis dibagian akhir berita.

E. Pola Penulisan Teks Berita (Piramida Terbalik)

Piramida terbalik adalah salah satu konsep, formula atau struktur penulisan berita atau sebuah acuan baku yang sering digunakan oleh para wartawan untuk menyusun sebuah teks berita. Penggunaan metode piramida terbalik berkaitan dengan space atau ruang dalam halaman yang disediakan untuk memuat berita. Ketika berita itu terlalu panjang dan tidak cukup untuk dimuat di halaman yang disediakan, maka editor bisa membuang bagian berita itu mulai dari paling bawah atau derajat informasi pentingnya yang paling rendah yang biasanya diletakan di bagian bawah atau akhir berita.

Penjabaran struktur teks berita piramida terbalik adalah:

  • Lead / Prioritas Utama Penting

Bagian paling ata adalah Lead atau kepala berita merupakan puncaknya. Pada urutan paling puncak yang menempati derajat prioritas utama pentingnya informasi ini, wartawan harus menuliskan informasi utama. Setidaknya, pada bagian ini wartawan harus menjawab sebagian besar unsur 5 W + 1 H. Kenapa begitu? Jika pemotongan berita yang dilakukan editor karena keterbatasan halaman, berita ini masih memiliki arti dan layak sebagai sebuah berita. Pada bagian ini terdapat  Neck atau leher berita karena umumnya merupakan peralihan alur atau penyambung alur ide berita yang ada pada bagian lead atau kepala berita untuk dilanjutkan pada gagasan-gagasan yang tertuang pada bagian berikutnya yang menempati derajat prioritas lebih rendah.

  • Body / Penting

Berikutnya adalah bagian body, umumnya merupakan penjabaran dari gagasan berita yang termaktub dalam lead dan neck. Penjabaran itu bisa merupakan jawaban why (mengapa) dan how).

  • Body Lanjutan / Kurang Penting

Bagian ini mencantumkan berbagai data yang tidak terlalu penting ditempatkan. Misalnya daftar nama orang-orang yang mengalami kecelakaan atau hal-hal lain yang jika dihilangkan oleh editor tidak terlalu berpengaruh terhadap substansi atau pokok bahasan berita tersebut.

 DAFTAR PUSTAKA

Basir, Rokhmad. Tanpa Tahun. Bahasa Indonesia: Modul Pengayaan. Surakarta: Putra Nugraha.

Kosasih. 2017. Bahasa IndonesiaSMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kemendikbud RI.

Mafrukhi, dkk. 2016. Mahir Berbahasa Indonesia Untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarta: Erlangga.

Wahyudianto. Tanpa Tahun. Bahasa Indonesia: Referensi Bahan Ajar. Kartasura: CV. Putra Kertonatan.

Leave Your Comment Here