Bentang Alam Kawasan Asia Tenggara – IPS 8

Minggu ke-2

Kawasan Asia Tenggara dibagi dalam 2 wilayah yaitu:

  1. Daratan yang berada di Semenanjung Asia Tenggara terdiri dari Negara Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam dan Malaysia Barat
  2. Daratan yang berbentuk Kepulauan terdiri dari: Negara Singapura, , Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Timor Leste dan Malaysia Timur .

Bentang alam Kawasan Asia Tenggara dilalui oleh tiga jalur pegunungan, yaitu:

  1. Bagian barat berupa rangkaian Pegunungan Sirkum Mediteran, pegunungan ini antara lain Arakan Yoma, Davina, Annam, Fatkai, Dataran Tinggi Shan dan Dataran Tinggi Korat.
  2. Bagian timur merupakan rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik yang melalui Negara Filipina berlanjut ke Pulau Sulawesi di Indonesia.
  3. Wilayah Papua berada pada rangkaian Pegunungan Lingkar Australia dengan Puncak Pegunungan Jaya Wijaya.

 Ketiga rangkaian pegunungan tersebut berakhir di Laut Banda.

Bentang air kawasan Asia Tenggara adalah sebagai berikut:

  1. Laut: Laut Andaman, Teluk Siam, Teluk Tonkin, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Laut-laut di Indonesia, Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik.
  2. Selat: SelatMalaka, Selat Sunda, Selat Karimata, SelatMakasar, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sumba, Selat Ombai danmasih banyak lagi selat-selat yang memisahkan pulau-pulau di kawasan Asia Tenggara.

Wilayah dataran rendah Asia Tenggara merupakan salah satu region Asia yang memiliki banyak sekali sungai, dimana kebanyakan sungai tersebut dimanfaatkan untuk keperluan seperti sarana transportasi, budidaya perikanan dan sumber air bagi pertanian.

Berikut daftar 10 sungai terpanjang di Asia Tenggara:

  1. Sungai Mekong, mengalir ke Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, hingga sampai ke Vietnam.
  2. Sungai Thanlwin, mengalir di tiga negara Asia yaitu China, Myanmar, dan Thailand.
  3. Sungai Irrawaddy, merupakan sungai terpenting di Myanmar.
  4. Sungai Chindwin, berada di Myanmar yang merupakan anak Sungai Irrawaddy.
  5. Sungai Kapuas, berada di di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia
  6. Sungai Fly, merupakan sungai terpanjang kedua di pulau Papua. Sungai Fly juga merupakan bagian dari perbatasan antara negara Indonesia di provinsi Papua dengan Papua Nugini.
  7. Sungai Mahakam, berada di Kalimantan, Indonesia
  8. Sungai Barito, berada di pulau Kalimantan, Indonesia
  9. Sungai BatangHari, berada di pulau Sumatera, Indonesia
  10. Sungai Chi, berada di Thailand.

Danau-danau yang ada di kawasan Asia Tenggara antara lain:

Danau Thale Luang (Thailand), Tonle Sap (Kamboja), Lanau (Filiphina) Toba dan Poso (Indonesia).

Keadaan Iklim Asia Tenggara

Karena terletak pada lintang 28ºLU-11ºLS maka secara astronomis Asia Tenggara beriklim tropis, kecuali Myanmar di bagian utara yang beriklim sub tropis. Sedangkan secara geografis Kawasan Asia Tenggara beriklim muson,  terdapat dua musim seperti di Indonesia, musim apa sajakah itu?

Ciri-ciri iklim tropis di Asia Tenggara:

  1. Curah hujan tinggi, karena pengaruh angin muson barat.
  2. Suhu udara panas, karena berada di dekat ekuator.

Beberapa iklim fisis di Asia Tenggara antara lain:

  1. Iklim Laut, yaitu iklim yang dipengaruhi angin laut, karena Wilayah Asia Tenggara dikelilingi laut yang luas.
  2. Iklim Gunung, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya gunung-gunung yang tinggi.
  3. Iklim Dataran Rendah, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya dataran rendah   yang tersebar di Kawasan Asia Tenggara.

Tanah

  1. Vulkanik hasil letusan gunung berapi di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Myanmar. Tanah vulkanik merupakan tanah yang subur karena berbahan baku batuan vulkanik yang berasal dari gunung api.
  2. Aluvial yang merupakan jenis tanah yang dibawa dan diendapkan oleh aliran sungai.  Tanah aluvial memiliki manfaat di bidang pertanian salah satunya untuk mempermudah proses irigasi pada lahan pertanian.  Di kawasan Asia Tenggara, tanah aluvial terdapat di lembah dan delta Sungai Nan, Sungai Mekong, dan Sungai Bengawan Solo.

Flora dan Fauna

1. Flora

Curah hujan yang relatif tinggi dan kondisi tanah yang subur menyebabkan kawasan Asia Tenggara masih memiliki wilayah hutan yang cukup luas.

Negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak memiliki area hutan hanyalah Singapura. Jenis hutan yang ada di wilayah Asia Tenggara pada umumnya berupa hutan tropis basah yang bersifat heterogen (mencapai 60% jenis hutan yang ada), jenis hutan yang lain adalah jenis hutan homogen (seperti hutan jati dan hutan pinus), dan hutan mangrove di kawasan pantai. Bahkan, di wilayah Nusa Tenggara (Indonesia) hanya terdapat sabana (padang rumput).

Hasil hutan yang banyak dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor adalah berbagai jenis kayu, karet hutan, rotan, dan damar. Hasil-hasil hutan tersebut banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, khususnya mebel dan bahan baku obat-obatan.

2. Fauna

Persebaran fauna terpengaruh oleh persebaran flora dan sejarah geologisnya. Fauna di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia, terbagi atas tiga zona, yaitu

  • zona Indonesia bagian Barat (zona Asiatis),
  • zona Indonesia bagian Tengah (zona peralihan), dan
  • zona Indonesia bagian Timur (zona Australis).

Perpindahan antar zona tersebut dibatasi oleh garis khayal yang disebut garis Wallace (untuk memisah-kan antara zona Asiatis dengan zona peralihan) dan garis Weber (untuk memisahkan antara zona peralihan dengan zona Australis).

Negara-negara yang memiliki fauna dengan tipe Asiatis pada umumnya adalah negara-negara yang berada di kawasan Benua Asia, yaitu negara Myanmar, Thailand, Laos, Kampuchea, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia bagian Barat, dan Singapura. Negara yang memiliki jenis fauna khas karena merupakan zona peralihan adalah Filipina dan Indonesia bagian Tengah, sedangkan negara yang memiliki jenis fauna Australis adalah Indonesia bagian Timur dan Timor Leste.

Keadaan Penduduk dan Mata Pencaharian

Suku bangsa asli Asia Tenggara terdiri dari ribuan etnis, namun yang cukup besar dapat disebutkan suku bangsa Jawa, Batak, Sunda, Bugis, Dayak yang merupakan sebagian dari ratusan suku bangsa yang tinggal di Indonesia. Suku bangsa Melayu tinggal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Suku bangsa Siam tinggal di Thailand, suku bangsa Lao (Laos), suku bangsa Myanmar, dan Karen (Myanmar), suku bangsa Min (Vietnam), suku bangsa Khmer (Kamboja). Adapun suku bangsa pendatang adalah Cina, India, dan Eropa, bahkan suku bangsa Cina mendominasi negara Singapura (70%).

Sebagian besar penduduk Asia Tenggara bermata pencaharian sebagai petani, kecuali di Singapura yang penduduknya bermata pencaharian di bidang industri, perdagangan, jasa, dan keuangan

Kondisi Geologi Asia Tenggara

Di lihat dari letak geologisnya Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng –lempeng geologi, seperti dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina/ Pasifik yang lebih kecil.

Lempeng penyusun batuan Asia Tengggara antara lain adalah sebagai berikut:

https://juliusspot.blog.uns.ac.id/?p=404
1. Lempeng Eurasia

Lempeng Eurasia adalah lempeng tektonik terbesar ketiga yang berada di daerah Eurasia, daratan yang terdiri dari benua Eropa dan Asia kecuali di daerah India, Jazirah Arab, dan timur Pegunungan Verkhoyansk di Siberia Timur. Sisi timurnya dibatasi Lempeng Amerika Utara dan Lempeng Filipina.Sisi selatannya dibatasi Lempeng Afrika, Lempeng Arab dan Lempeng Indo-Australia.Sisi baratnya dibatasi oleh Lempeng Amerika Utara.Lempeng Sunda merupakan bagian dari Lempeng Eurasia yang rumit secara tektonik dan aktif secara seismik.

2. Lempeng Indo-Australia

Lempeng Indo-Australia ialah nama untuk 2 lempeng tektonik yang termasuk benua Australia dan samudra di sekelilingnya yang memanjang ke barat laut sampai termasuk anak benua India dan perairan di sekelilingnya. Terbagi atas 2 lempeng sepanjang perbatasan yang kurang aktif: lempeng Australia dan lempeng India yang lebih kecil. Kedua lempeng itu bergabung bersama antara 50 sampai 55 juta tahun abad, sebelum masa itu, kedua lempeng itu bergerak sendiri-sendiri.

  • Bagian selatannya ialah batas divergen dengan lempeng Antartika. Batas barat dibatasi dengan lempeng India yang membentuk perbatasan dengan lempeng Arab ke utara dan lempeng Afrika ke selatan.Batas utara lempeng India ialah batas konvergen dengan lempeng Eurasia yang membentuk pegunungan Himalaya dan Hindu Kush.
  • Bagian timur laut lempeng Australia membentuk batas subduksi dengan lempeng Eurasia di batas Lautan Hindia dari Bangladesh, ke Myanmar (bekas Burma) ke barat daya pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia. Batas subduksi yang melalui Indonesia dibelokkan di garis Wallace biogeografis yang memisahkan fauna asli Asia dari Australasia.
3. Lempeng Filipina/ Pasifik

Daerah Lempeng Laut Filipina dikelilingi oleh sedikitnya empat zona penunjaman (subduction) utama, dan di dalam wilayah lempengnya terdapat  beberapa pemekaran lantai samudra, baik yang aktif maupun yang sudah tidak aktif lagi. Fitur-fitur batas lempeng tersebut menjadi kunci dalam merekonstruksi pergerakan lempeng selama ini


Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VIII SMP.Jakarta Timur:Yudis Tira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.dan A.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi 2016

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII.Magelang:Inovasi

Leave Your Comment Here