Nilai-Nilai Pancasila sesuai Perkembangan Zaman – PPKn 9

Pertemuan 2

1. Pengertian Nilai

Nilai berasall dari kata velere (bahasa latin) yang berarti *kuat, baik, dan berharga*. Nilai merupakan hal-hal penting dan berguna bagi kemanusiaan sehingga dapat nmenyempurnakan manusia. Notonagoro membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu nilai materiel (bersifat kebendaan), nilai vital ( sangat penting bagi kehidupan), dan nilai kerohanian. Adapun nilai kerohanian dibagi lagi menjadi nilai kebenaran, nilai keindahan atau estetika, nilai moral, dan nilai religi.

2. Hakikat Ideologi Terbuka

Ideologi merupakan gagasan aytau konsep yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup, baik untuk diri sendiri maupun suatu bangsa. Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan sistem gagasan yang menyetujui perangkat norma. Menurut W.Newman, ideologi merupakan gagasan yang melegalisasikan tatana hidup sesuai dengan tujuan dan kepentingan kolektivitas kelompok. Disamping itu, Mub yarto mengemukakan bahwa ideologi merupakan kepercayaan yang menjadi pedoman untuk mencapai tujuan bangsa.

Berdasarkan berbagai pengertian diatas, ideologi memiliki beberapa fungsi. Fungsi ideologi, yaitu sebagai pedoman untuk berpikir dan bertindak, menjadi kekuatan yang memotivasi untuk mencapai tujuan serta upaya menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.

Ada 2 jenis ideologi yang perlu diketahui, yaitu ideologi tertutup dan terbuka. Kaelan memaparkan ciri-ciri kedua ideologi tersebut sebagai berikut :

IDEOLOGI TERTUTUPIDEOLOGI TERBUKA
Bukan cita-cita yang dihidupkan dalam masyarakatNilai dan cita-cita tidak dipaksa dari luar
Merupakan cita-cita satu kelompok untuk mengubah dan memperbaharui masyarakat Nilai dan cita-cita digali dari kekayaan rohani, moral dan budaya
Dibenarkan secara ideologi bahwa masyarakat harus dibenarkanMerupakan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat
Kepercayaan dan kesetiaan ideologis bersifat kaku Milik seluruh rakyat sekaligus kepribadian masyarakat
Bukan berupa nilai-nilai dan cita-cita Isi yang tidak operasional jika diwujudkan dalam konstitusi
Terdiri atas tuntuntan konkrit dan operasional yang diajukan secara mutlak Bersifat dinamis dan reformis
Ketaatan bersifat mutlak yang dapat menggunakan kekuatan dan kekuasaan

3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

 Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan ideologi terbuka yang bersifat aktaul, dinamis, antisipatif, dan mampu menyesuaikan dengan pwrkembangan zaman. Hamdayama, dkk (2012)  menyatakan bahwa Pancasila memuat nila-niilai berikut :

  • Nilai dasar, yaitu asas-asas yang bersifat mutlak. Nilai dasar ini meliputi nilai ketuhanan nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
  • Nilai instrumental, yaitu berbentuk norma social dan hokum yang terwujud dalam peraturan dan melkanisme lembaga-lembaga negara,
  • Nilai praktis, yaitu pelaksanaan nilai dasar dan instrumental dalam kehidupan.

Selain niali-nilai Pancasila tersebut yang dikemukakan Hamdayama, Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi-dimensi berikut (Al Hakin,dkk,2016)

  • Dimensi idealis, yaitu nilai-nilai Pancasilayang bersifat sistematis,raasional dan menyeluruh.
  • Dimensi normatif, yaitu penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam sistem norma kenegaraan secara operasional.
  • Dimensi realisasi,  yaitu penjabaran Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun penyelenggaraan negara.

Leave Your Comment Here