Dinamika Penduduk – IPS 7

Minggu Ke-7

Pernahkan kalian menghitung jumlah penduduk yang ada di desa  kalian?, tentunya jumlah penduduk di desa kalian pasti setiap tahun mengalami perubahan baik secara kuantitatif (jumlah) pasti ada yang lahir, mati maupun pindah tempat tinggal maupun secara kualitatif (seperti tingkat pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, penguasaan teknologi dan sebagainya). Perubahan penduduk baik secara kuantitatif dan kualitatif itulah yang disebut DINAMIKA PENDUDUK . Dinamika Penduduk sangat berkaitan dengan penduduk, coba apa itu penduduk? Penduduk adalah sekelompok manusia yang menempati suatu wilayah jangka waktu tertentu. Seperti kalian dan keluarga yang sudah tinggal di desa kalian dalam jangka waktu yang lama itulah yang dinamakan penduduk.

Berikut ini merupakan tabel yang dapat menunjukkan pertumbuhan penduduk di negara-negara dunia :

1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Indonesia

A. Jumlah Penduduk Indonesia

Informasi mengenai  dinamika penduduk dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain registrasi, survei dan sensus penduduk.

  1. Registrasi penduduk: pencatatan penduduk setiap terjadi kelahiran, kematian, pindah menetap, pernikahan, dll. Registrasi penduduk dilakukan dari tingkat desa hingga tingkat pusat secara terus menerus.
  2. Survey: peninjauan / pengukuran melalui sample
  3. Sensus: perhitungan jumlah penduduk setiap 10 tahun sekali/setiap dekade yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) .

Sensus di Indonesia diawali sejak jaman Kolonial Belanda, adapun tahun pelaksanaannya sebagai berikut  : 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, 2000 ( tahun 1940 & 1950 : tidak ada  sensus karena perang dunia II dan perang mempertahankan kemerdekaan ). Pada tahun 2010 Pemerintah Indonesia mengadakan sensus penduduk yang ke-7, jumlah penduduk mencapai 237.600.000.

1). Macam-macam sensus penduduk:

a. Sensus de Facto

Penghitungan pada setiap orang yang benar-benar dijumpai pada saat sensus dilaksanakan.

b. Sensus de Jure

Penghitungan pada setiap orang yang benar-benar menetap di daerah itu (berdasarkan KTP)

2).   Metode sensus ada dua macam yaitu:

a.  Metode canvasser

       Pengisian data dilakukan oleh petugas. Metode ini paling tepat diterapkan di negara –negara berkembang seperti Indonesia. Seperti contoh gambar di bawah ini petugas sensus yang sedang melaksanakan tugasnya dengan cara datang kerumah penduduk dan menuliskan hasil wawancara guna memenuhi data sensus yang dibutuhkan.

b. Metode house holder :

Pengisian data dilakukan oleh penduduk yang di sensus. Seperti contoh berikut ini sensus yang dilakukan secara online.

Manfaat sensus adalah untuk mengetahui keadaan penduduk, antara lain : jumlahnya, persebarannya, pertumbuhannya, komposisinya/susunannya, kebutuhannya.

Komposisi penduduk dapat dikelompokkan menurut : tingkat pendidikan, status pernikahan, tempat tinggal, umur, jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan lain-lain.

Data kependudukan dapat disajikan dalam bentuk peta, tabel, dan grafik. Apabila data tersebut disajikan dalam peta, maka peta tersebut disebut sebagai peta tematik kependudukan. Peta-peta itu antara lain peta persebaran penduduk dan peta kepadatan penduduk.  Persebaran penduduk dapat disajikan dengan menggunakan simbol titik atau simbol grafik. Kepadatan penduduk digambarkan pada peta dengan menggunakan simbol warna atau arsiran secara bertingkat dengan terlebih dahulu menggolongkan tingkat kepadatannya.

Tabel jumlah penduduk per provinsi Tahun 2010:

Sensus Penduduk BPS 2010

B. Kepadatan Penduduk Indonesia

Kepadatan penduduk (Population Density) adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas daerah yang ditempati dalam satuan luas tertentu (per km2, permil2). Kepadatan penduduk dibedakan menjadi :

1). Kepadatan penduduk aritmatik, yaitu perbandingan jumlah penduduk suatu daerah dengan luas daerahnya. Kepadatan penduduk Aritmatik sering disebut kepadatan penduduk saja.

2). Kepadatan penduduk agraris, adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas daerah pertanian.

Persebaran penduduk Indonesia tidak merata merupakan suatu permasalahan tersendiri bagi Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari ketidakseimbangan antara kepadatan penduduk setiap pulau dengan luas wilayah pulau/propinsi tersebut.

Perhatikan peta persebaran penduduk Indonesia tahun 2010 :

BKS Inovasi MGMP Temanggung

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk

  • Faktor lingkungan yang menguntungkan, seperti kesuburan tanah, iklim.
  • Faktor historis, pusat-pusat kegiatan penduduk pada jaman dulu.
  • Faktor sosio-kultural, kebudayaan atau adat istiadat daerah.

D. Kepadatan penduduk di Indonesia lebih terkonsentrasi tinggi di daerah Pulau Jawa.

Ada beberapa asumsi penyebab kepadatan tersebut yaitu:

  1. Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk,
  2. Banyaknya migrasi nasional dari pulau lain ke Pulau Jawa, yang umumnya bertujuan untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
  3. Kesadaran untuk ber-transmigrasi masih rendah,
  4. Tinjauan historis, kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu (yang memiliki kejayaan besar) ada di Pulau Jawa, sehingga pusat kegiatan penduduk ada di daerah tersebut.

E. Upaya untuk mengatasi kepadatan penduduk

  1. Pelaksanaan program transmigrasi
  2. Pelaksanaan program desentralisasi industri, yaitu penyebaran industri ke daerah-daerah yang masih jarang penduduknya
  3. Pembangunan iriagasi di daerah yang kekeringan
  4. Pemerataan pendidikan sampai ke pedalaman
  5. Pembangunan prasarana yang baik

F. Persebaran Penduduk Indonesia

Persebaran penduduk secara umum adalah Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau Negara. Persebaran penduduk dapat dibagi menjadi dua: 

  1. Persebaran penduduk berdasarkan geografis adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas alam seperti pantai, sungai, danau dan sebagainya. 
  2. Persebaran penduduk berdasarkan administrasi pemerintahan adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas wilayah administrasi yang ditetapkan oleh suatu negara, misalnya jumlah penduduk di desa A atau di kecamatan B. 

Faktor yang mempengaruhi persebaran penduduk yang tidak merata :

  1. Faktor fisiologi, yaitu lokasi yang strategis, tanah yang subur, relief yang baik, dan cukup air.
  2. Faktor biologi, yaitu adanya perbedaan tingkat kelahiran, angka perkawinan, dan tingkat kematian
  3. Faktor budaya, yaitu kemajuan tingkat pendidikan, pola pikir yang bagus, dan pembangunan yang pesat di suatu daerah.

Dampak sebaran penduduk yang tidak merata terhadap berbagai aspek kehidupan :

  1. Aspek Sosial: daerah yang penduduknya padat sering terjadi masalah. Misalnya: lapangan pekerjaan berkurang, pengangguran meningkat, kejahatan/ kriminalitas meningkat, pemukiman kumuh, kemiskinan, dll.
  2. Aspek ekonomi: menimbulkan terpusatnya kegiatan ekonomi pada daerah tertentu saja, misalnya kalau di Indonesia , Pulau Jawa yang akan menyebabkan terjadinya masalah ekonomi, misalnya pengangguran dan rendahnya tingkat pendapatan.
  3. Aspek Budaya: memperlambat terjadinya akulturasi dan asimiliasi antar budaya di Indonesia, padahal kalau  akulturasi dan asimiliasi antar budaya itu bisa dipercepat maka akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
  4. Aspek Politik: akan menimbulkan sistem politik yang tidak seimbang: misalnya Jawa mempunyai wakil rakyat di DPR ebih banyak dari pada daerah lain. Jadi keterwakilan di DPR ini bisa terjadi ketimpangan.

 Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah sebaran penduduk yang tidak merata:

  1. Aspek Sosial: memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk ikut membangun daerahnya sehingga tidak perlu melakukan urbanisasi
  2. Aspek Ekonomi: menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya
  3. Aspek Budaya: mendidik untuk mencintai budaya agar nilai budaya daerah tetap dipertahankan
  4. Aspek Politik: adanya kebijakan tentang urbanisasi, memberikan subsidi bagi orang yang mau ikut transmigrasi sehingga ada ketertarikan yang kuat untuk ikut program tersebut.

Daftar Pustaka

Kurnia,Anwar.2002.IPS TERPADU 1 Kelas VII SMP.Jakarta Timur:Yudis Tira

Setiawan,Iwan.Dedi.Suciati.dan A.Mushlih.2013.Ilmu Pengetahuan Sosial.Jakarta:Kemdikbud.Edisi Revisi 2016

Tim Penyusun MGMP IPS Temanggung.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII.Magelang:Inovasi

    Leave Your Comment Here