Obyek IPA dan Pengamatannya – IPA 7

Pekan ke-1

A. Penyelidikan IPA

Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau sains merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta dan seisinya dari ukuran mikroskopis maupun makroskopis. Dalam mempelajari IPA tidak terlepas dari kegiatan penelitian/ penyelidikan. Beberapa rangkaian penelitian/penyelidikan yang harus dilakukan meliputi kegiatan pengamatan, membuat inferensi dan mengkomunikasikan.

Pengamatan merupakan salah satu kegiatan menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi. Membuat inferensi merupakan kegiatan merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Penjelasan ini digunakan untuk menemukan pola-pola atau hubungan antar aspek yang diamati dan membuat perkiraan. Mengkomunikasikan merupakan kegitan penyampaian hasil penelitian/penyelidikan secara tulisan maupun lisan. Hal yang dikomunikasikan termasuk data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan dan gambar yang relevan.

Keterampilan melakukan pengamatan dan mencoba menemukan hubunganhubungan yang diamati secara sistematis seperti yang telah kamu lakukan sangatlah penting. Dengan keterampilan ini, kamu dapat mengetahui bagaimana mengumpulkan fakta dan menghubungkan fakta-fakta untuk membuat suatu penafsiran atau kesimpulan.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa IPA mempelajari alam semesta dan seisinya dari ukuran mikroskopis maupun makroskopis. Bidang kajian IPA dibagi menjadi empat meliputi:

  1. Fisika, mempelajari tentang aspek mendasar alam, misalnya materi energi, gaya, gerak, panas, cahaya, dan berbagai gejala alam fsik lainnya.
  2. Kimia, meliputi penyelidikan tentang penyusun dan perubahan zat.
  3. Biologi, mempelajari tentang sistem kehidupan mulai dari ukuran renik sampai dengan lingkungan yang sangat luas.
  4. Ilmu Bumi dan Antariksa, mempelajari asal mula bumi, perkembangan dan keadaan saat ini, bintang-bintang, planet-planet, dan berbagai benda langit lainnya.

Banyak hal yang kita dapatkan dengan mempelajari IPA diantaranya adalah meningkatkan kualitas hidup, memahami berbagai hal yang ada di sekitar kita, berfikir logis dan sistematis serta menyelesaikan masalah di sekitar kita.

B. Pengukuran Besaran

Kegiatan pengukuran erat kaitannya dalam kegiatan penelitian atau penyelidikan IPA khususnya pada tahap pengamatan. Apa yang dimaksud pengukuran? Pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis yang digunakan sebagai patokan atau standar. Besaran yang dimaksud dalam hal ini yaitu segala sesuatu yang dapat kita ukur dan mempunyai satuan. Sedangkan satuan ialah pembanding yang digunakan dalam suatu pengukuran. Misalkan, Hanum hendak mengukur panjang meja belajarnya menggunakan penggaris. Didapatkan hasil pengukuran panjang meja yaitu 50 cm.

Artinya, Hanum hendak membandingkan besaran panjang yang dimiliki meja dengan besaran panjang penggaris yang digunakan sebagai standarnya.

Contoh lain, Danissa hendak mengukur panjang meja namun dia tidak memiliki alat ukur penggaris maupun meteran, akhirnya danissa menggunakan jengkal tangannya. Didapatkan hasil pengukuran panjang meja yaitu tiga jengkal.

Artinya, Danissa hendak membandingkan besaran panjang meja dengan besaran panjang jengkal tangan sebagai standar/patokannya.

Pada kedua kegiatan tersebut diperoleh hasil pengukuran 50 cm dan 3 jengkal. Jengkal dan cm merupakan satuan atau pembanding dalam kegiatan pengukuran. Centimeter (cm) adalah satuan baku, sedangkan jengkal sebagai satuan tak baku. Satuan baku artinya satuan yang bersifat tetap, yaitu satuan yang akan menghasilkan nilai yang sama untuk semua orang. Contoh satuan baku diantaranya centimeter, meter, celcius, detik, jam, dan sebagainya. Sedangkan satuan tak baku artinya satuan yang bersifat tidak tetap, yaitu satuan yang akan menghasilkan nilai yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Contoh satuan tak baku diantaranya jengkal, depa, langkah dan sebagainya.

C. Macam-macam Besaran

Telah dibahas sebelumnya bahwa pengukuran pmerupakan kegitan membandingkan besaran dengan besaran lain yang sejenis sebagai patokannya. Besaran dibagi menjadi dua macam yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

  1. Besaran pokok

Besaran pokok yaitu besaran yang satuannya didefinisikan tersendiri. Ada tujuah besaran pokok yang kita kenal, diantaranya:

NoBesaranSatuanAlat ukur
1PanjangMeter (m)Meteran, penggaris
2MassaKilogram (kg)Timbangan/neraca
3WaktuSekon (s)Stopwatch, jam
4SuhuKelvin (K)Termometer
5Kuat arus listrikAmpere (A)Amperemeter  
6Intensitas cahayaCandela (Cd)Luxmeter, fotometer
7Jumlah zatMole
  1. Alat Ukur Panjang
https://www.wajibbaca.com/2018/08/alat-ukur-panjang.html

2. Alat Ukur Massa

https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2017/03/macam-macam-alat-ukur-yang-digunakan-dalam-dunia-perdagangan.html

3. Alat Ukur Waktu

https://mysrirusmini.wordpress.com/2019/06/27/materi-pengukuran-matematika-sd/

4. Alat Ukur Suhu

https://learniseasy.com/jelaskan-macam-macam-termometer/

5. Alat Ukur Kuat Arus Listrik

Amperemeter

http://friskybule.blogspot.com/2016/04/amperemeter-ammeter-dan-cara-kerjanya.html

6. Alat Ukur Intensitas Cahaya

Lux Meter

https://www.globalmediapro.com/dp/A2H3G1/Victor-1010A-Digital-Lux-Meter/

2. Besaran turunan

Besaran turunan yaitu besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Beberapa besaran turunan dan satuannya dapat dilihat pada tabel berikut.

Konvesi Satuan

  1. Panjang

Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya ialah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi angka 10. Untuk lebih jelas silahkan lihat tangga satuan panjang dibawah ini :

  • 1 km = 10 hm
  • 1 km = 1.000 m
  • 1 km = 100.000 cm
  • 1 m = 0,1 dam
  • 1 m = 0,001 km
  • 1 m = 10 dm

2. Massa

Hampir sama dengan konversi satuan panjang. Jika naik satu tingkat maka akan dibagi 10, sedangkan turun satu tingkat akan dikalikan 10.

3. Waktu

Satuan waktu sering sekali dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh dari satuan waktu ialah hari, jam, menit, dan detik atau sekon.

  • 1 hari adalah 24 jam
  • 1 jam adalah 60 menit
  • 1 menit adalah 60 detik
  • 1 jam adalah 3.600 detik
  • 1 hari adalah 86.400 detik

Penerapan Pengukuran dalam Kehidupan

  1. Panjang

Hanum hendak mengukur pensil yang dimiliki menggunakan penggaris. Hasil pengukuran dapat dilihat pada gambar berikut.

Pengukuran pensil dapat dilakukan dengan langkah:

  1. Letakkan penggaris sejajar dengan pensil yang hendak diukur.
  2. Ujung runcing pensil letakkan tepat di angka nol pada penggaris.
  3. Kemudian lihat angka yang sejajar dengan ujung penghapus pensil, angka tersebut menunjukkan panjang pensil yang diukur.

Hasil pengukuran pensil dapat dihitung sebagai berikut:

Angka di ujung belakang pensil – Angka di ujung depan pensil = 8 – 0 = 8 cm.

Contoh lain adalah pada pengukuran tinggi badan. Saat masih duduk di sekolah dasar pasti kita pernah mengukur tinggi badan kita seperti pada gambar berikut.

Hasil pengukuran tinggi badan dapat dilihat pada penunjukkan angka pada ujung kepala anak yang diukur. Pada hasil pengukuran tinggi badan anak tersebut diperoleh yaitu 104 cm.

2. Massa

Pengukuran massa sering kita lihat saat berbelanja di pasar. Berikut contoh pengukuran massa belanja sayuran menggunakan timbangan pasar.

Hasil pengukuran belanja sayuran tersebut dapat dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh anak timbangan yang ada. Hasil pengukuran sesuai gambar tersebut yaitu 500 g + 200 g + 100 g + 50 g = 850 g. Contoh lain pada pengukuran berat badan. Sebetulnya dalam IPA berat dan massa adalah dua besaran yang berbeda. Sebetulnya yang diukur dalam hal ini adalah massa badan bukan berat badan. Saat periksa kondisi kesehatan biasanya dokter akan mengukur massa badan kita.

Hasil pengukuran massa badan tersebut dapat dilihat pada penunjukkan angka pada timbangan badan. Pada gambar tersebut hasil pengukuran menunjukkan 120 kg.

3. Waktu

Pengukuran waktu dapat dilakukan menggunakan jam dinding atau stopwatch. Jam dinding dalam kehidupan sehari-hari sering kita lihat, baik di kelas, lapangan sekolah, rumah maupun di tempat-tempat umum lainnya. Dalam kesempatan kali ini akan diberikan contoh penggunaan stopwatch untuk mengukur waktu.

Hasil pengukuran stopwatch dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Angka yang ditunjukkan pada angka 10 pada lingkaran kecil pada stopwatch menunjukkan menit.
  2. Sedangkan angka yang ditunjukkan pada angka 40 pada lingkaran besar pada stopwatch menunjukkan detik.
  3. Hasil pengukuran dilakukan dengan menambahkan jarum yang menunjukkan menit dan jarum yang menunjukkan detik.

Hasil pengukuran stopwatch yaitu 10 menit + 40 detik = 10 menit 40 detik.

    Leave Your Comment Here